Material
Oct19

Kelemahan-kelemahan Papan Kayu Buatan

Apakah kelemahan-kelemahan papan kayu buatan? Kayu disukai oleh semua orang. Hal ini dikarenakan kekuatan dan keindahan yang dimiliki oleh kayu tidak bisa ditemukan di bahan bangunan yang lainnya. Kayu juga mempunyai sifat fleksibilitas tinggi yang membuatnya bisa diaplikasikan ke dalam berbagai desain rumah. Dari mulai rumah yang bergaya tradisional, klasik, sampai modern pantas menggunakan kayu sebagai elemen utamanya. Kayu mampu menghadirkan suasana yang nyaman pada rumah tinggal.

Namun jumlah ketersediaan kayu di pasaran terbilang stagnan cenderung menurun. Padahal jumlah permintaan akan kayu tersebut terus mengalami kenaikan. Akibatnya harga kayu pun semakin melambung tinggi. Harga kayu setiap tahun pasti mengalami peningkatan, khususnya kayu jati dan kayu kalimantan. Bahkan di beberapa daerah prosentase kenaikan harga kayu ini bisa mencapai lebih dari 50 persen. Jadi pantaslah kayu sering kali dijuluki emas hijau karena nilai ekonomisnya mahal sekali.

kekurangan-papan-kayu-buatan.jpg

Mahalnya harga kayu saat ini membuat sebagian besar masyarakat kesulitan dalam mendapatkannya. Kalau pun ada kayu yang harganya cukup terjangkau, besar kemungkinan kualitasnya tidak terlalu bagus. Situasi ini mendorong beberapa produsen untuk melakukan inovasi yang bertujuan menciptakan produk kayu baru yang harganya bisa ditekan seminimal mungkin tanpa mengurangi kualitasnya. Salah satu hasil dari inovasi tersebut adalah kayu buatan berupa papan partikel, papan plywood, atau papan MDF.

Sayangnya papan yang dibuat oleh manusia memiliki karakteristik yang tidak sempurna. Papan tersebut mempunyai kelemahan-kelemahan di antaranya :

  1. Tidak Tahan Air

Musuh utama papan buatan adalah air. Papan yang terkena tumpahan air atau terendam air pasti cepat atau lambat akan mengalami kerusakan. Hal ini tidak terlepas dari bahan pembuatnya yang terdiri dari serbuk kayu dan lem kayu. Air yang mengenai sisi tebal papan tersebut akan meresap dengan mudah dan cepat melalui rongga-rongga udara yang ada di dalam lapisan papan buatan. Akibatnya ikatan yang terbentuk antara serbuk kayu dan lem melemah, kemudian terlepas. Solusinya Anda bisa memasang list penutup di bagian sisi tebal papan buatan.

  1. Sukar Dipotong Halus

Papan buatan tersedia dalam bentuk balok dengan ukuran yang berbeda-beda. Terkadang kita membutuhkan potongan papan yang ukurannya tidak standar untuk membuat furniture yang unik. Mau tidak mau kita pun harus menggergaji papan tersebut sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Tetapi memotong papan buatan ternyata tidak semudah memotong kayu solid. Jika tidak dilakukan dengan benar, hasil potongannya akan kasar dan tidak rapi. Sisi tebal bagian bawahnya pun gampang rusak akibat mendapatkan tekanan gergaji.

  1. Daya Ikat Rendah

Papan buatan mempunyai daya ikat terhadap sekrup dan paku yang sangat rendah. Bahkan sisi tebalnya sama sekali tidak mampu menahan posisi sekrup/paku tersebut. Apabila Anda terpaksa harus menanamkan sekrup pada sisi tebal papan buatan, disarankan untuk melapisinya dengan list kayu terlebih dahulu. Kalau mau yang lebih kuat lagi, cobalah menanamkan kayu solid tepat di titik-titik yang akan dipasangi sekrup atau paku. Dengan demikian sekrup/paku tadi bisa menancap kuat di kayu solid yang sudah menjadi satu kesatuan dengan papan buatan.