Material
May15

Kelebihan dan Kekurangan Genteng Tanah Liat

Rumah-rumah di Indonesia kebanyakan menggunakan atap dari genteng tanah liat. Apalagi untuk rumah yang terletak di lokasi pedesaan. Genteng tanah liat masih menjadi pilihan utama masyarakat ketika hendak membeli genteng di toko bangunan. Perihal ini tidak terlepas dari sifat dan karakteristik yang dimilikinya. Pada umumnya, seseorang membeli genteng tanah liat karena tergiur dengan harganya yang murah tetapi kualitasnya tidak murahan.

Kami yakin sebagian besar rumah di lingkungan tempat tinggal Anda pasti memakai genteng tanah liat. Atau bahkan rumah Anda sendiri juga menggunakannya? Anda dapat melakukan survei kecil-kecilan untuk membuktikannya. Genteng tanah liat umumnya ditandai dari warna yang cokelat kemerah-merahan. Sekilas rupa genteng ini mirip seperti genteng keramik, tetapi berbeda pada ketebalannya. Genteng tanah liat umumnya lebih tipis.

kelebihan-genteng-tanah-liat.jpg

Biar bagaimana pun, genteng tanah liat masih menjadi primadona bagi mayoritas warga Indonesia. Penyebabnya tidak lain karena genteng ini mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki oleh jenis-jenis genteng lainnya. Tidak hanya soal harga, tetapi juga kemampuan genteng ini dalam meredam hawa panas dan kebisingan, kekuatan struktur yang dimilikinya, ketahanan dalam menahan air hujan, serta tingkat keawetan sehingga dapat bertahan lama.

Berikut ini keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh genteng tanah liat, antara lain :

  1. Bersifat Ramah Lingkungan

Genteng tanah liat adalah genteng yang bersifat ramah terhadap lingkungan. Kenapa? Sebab genteng ini menggunakan bahan baku yang benar-benar alami yaitu tanah liat. Kegiatan penambangan tanahnya masih dilakukan secara normal. Di dalamnya juga sama sekali tidak ada kandungan bahan berbahaya dan beracun (B3). Apalagi proses pembuatannya masih dikerjakan secara tradisional sehingga tidak memerlukan bahan bakar fosil. Selain itu, genteng yang rusak bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain.

  1. Aman Bagi Kesehatan

Anda tidak perlu khawatir ketika menggunakan genteng tanah liat sebab material ini sama sekali tidak menimbulkan dampak negatif pada kesehatan. Genteng ini sangat aman digunakan sebagai material penyusun atap bangunan. Tidak seperti genteng lain yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Misalnya seperti genteng asbes yang telah terbukti dapat menyebabkan penyakit paru-paru, kanker, dan gangguan organ pernapasan lainnya.

  1. Harganya Paling Murah

Tidak bisa dipungkiri kalau harga genteng tanah liat paling murah dibandingkan jenis genteng yang lainnya. Walaupun selisihnya mungkin sekitar Rp 50-200an, tapi nominal tersebut akan bertambah besar mengingat kita harus membeli ratusan hingga ribuan keping genteng sekaligus untuk dipasang pada sebuah rumah. Harga genteng tanah liat bisa lebih murah sebab jumlah pengrajinnya cukup banyak, bahan bakunya murah, dan proses pembuatannya tidak terlalu rumit.

  1. Meredam Panas dengan Baik

Genteng tanah liat sanggup meredam hawa panas yang diterimanya dari sengatan sinar matahari dengan sangat baik. Anda yang berada di bawah atap yang berbahan genteng tanah liat tidak perlu takut kepanasan. Panas yang didapatkannya tidak akan diteruskan oleh genteng ini ke bagian bawahnya, melainkan panas tersebut diredam dengan sempurna. Inilah salah satu alasan paling kuat mengapa rumah-rumah di Indonesia banyak yang menggunakan genteng tanah liat.

  1. Dapat Meredam Suara

Kelebihan lain yang dimiliki oleh genteng tanah liat ialah kemampuannya dalam meredam suara. Genteng ini sanggup meredam suara-suara yang diterimanya. Jadi suasana di dalam rumah tak terlalu bising apabila menggunakan genteng ini. Terutama ketika hujan sedang turun, guyuran air hujan tak akan membuat rumah yang memakai genteng tanah liat berisik. Berbeda jika Anda menggunakan genteng metal atau seng.

  1. Menjaga Kelembaban Rumah

Tidak seperti genteng-genteng lainnya,  genteng tanah liat dapat menjaga tingkat kelembaban interior rumah dengan sangat baik. Rumah menjadi tidak terlalu lembab atau terlampau kering jika menggunakan genteng. Pada siang hari, rumah akan terasa sejuk dan tidak begitu panas. Sebaliknya pada malam hari, rumah menjadi lebih hangat karena genteng masih menyimpan panas yang diterimanya ketika siang hari. jadilah suasana di dalam rumah Anda terasa lebih nyaman.

  1. Tampak Indah dan Asri

Jika Anda diminta memikirkan sebuah rumah yang nyaman, maka kemungkinan besar Anda akan berpikir tentang rumah beratap genteng tanah liat yang dikelilingi oleh pepohonan di sekitarnya. Genteng tanah liat memang mampu menyatukan rumah dengan lingkungan alam di sekitarnya. Rumah akan terlihat asri manakala menggunakan genteng ini. Salah satu alasannya karena genteng tanah liat memiliki warna cokelat yang cantik serta aroma khas tanah yang menenangkan.

Sementara itu, kelemahan-kelemahan genteng tanah liat antara lain :

  1. Tidak Terlalu Kuat

Genteng tanah liat bukan material yang kuat. Saat genteng ini terjatuh dari ketinggian sekitar 100 cm, maka kemungkinan besar akan pecah. Hal ini pula yang menyebabkan ketika genteng yang sudah dipasang ini kemudian tertimpa suatu benda, akibatnya pasti genteng tersebut akan pecah sehingga menyebabkan atap bocor. Dibutuhkan usaha ekstra untuk memperbaikinya sebab kita juga tidak bisa berpijak di atas genteng tanah liat ini. Risiko pecahnya terlalu tinggi.

  1. Rentan Mengalami Kebocoran

Selain karena mudah pecah sehingga mengakibatkannya gampang rusak dan bocor jika tertimpa suatu benda, genteng tanah liat juga rentan mengalami kebocoran. Hal ini dikarenakan genteng tersebut mempunyai pori-pori yang ukurannya cukup besar. Semakin besar ukuran pori-pori genteng, maka semakin besar pula peluang air untuk merembes masuk ke dalamnya. Untuk mengatasi kelemahan ini, kebanyakan pemilik akan melapisi permukaan genteng menggunakan cat waterproof.

  1. Mudah Tertiup Angin

Genteng tanah liat yang telah terpasang pada rangka atap bangunan cenderung lebih mudah tertiup angin daripada jenis-jenis genteng yang lainnya. Penyebab pertamanya yaitu genteng ini memiliki bobot yang tidak terlalu berat. Sehingga ketika ada angin cukup kencang yang meniup dari arah bawah, genteng tersebut akan terbang dan jatuh. Penyebab selanjutnya karena genteng tanah liat tidak mungkin diikatkan ke rangka menggunakan paku atau sekrup.