Material
Aug13

Kelebihan dan Kekurangan Beton Ringan

Apakah kelebihan dan kekurangan beton ringan? Maraknya penggunaan beton sebagai bahan baku pendirian bangunan mendorong terciptanya berbagai beton jenis baru. Salah satunya ialah beton ringan alias ALC (Aerated Lightweight Concrete) atau AAC (Autoclaved Aerated Concrete). Beton ini terbuat dari pasir silika, semen, kapur, air, dan zat aditif yang selanjutnya diproses menggunakan tekanan uap air.

Disebut beton ringan karena berat rata-rata beton ini lebih ringan daripada berat beton pada umumnya. Bahkan berat beton ringan bisa diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan. Biasanya beton ini memiliki bobot yang berkisar antara 600-1600 kg/m3. Jadi keunggulan utama beton ringan terletak pada bobotnya yang lebih ringan sehingga dapat mengurangi bobot bangunan secara signifikan.

kelebihan-kekurangan-beton-ringan.jpg

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh beton ringan ini, antara lain :

  1. Balok-balok beton ringan mudah sekali dibentuk. Proses pemotongannya pun bisa dilakukan secara cepat dan akurat untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Tidak perlu menggunakan alat potong khusus, sebab balok beton ringan ini bisa dipotong dengan gampang cukup memakai gergaji.
  2. Kebutuhan beton ringan dalam suatu proyek pembangunan dapat dihitung dengan tepat karena ukurannya yang akurat. Bentuknya yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan pun memungkinkan pemakaiannya bisa dilakukan semaksimal mungkin. Sehingga kemungkinan balok-balok beton yang tersisa di akhir pembangunan dapat diminamilisir.
  3. Pemakaian beton ringan dapat meminimalisir penggunaan material-material yang lainnya. Contohnya dalam pembuatan dak lantai menggunakan bahan ini, maka tidak diperlukan lagi bahan tambahan berupa batu atau kerikil untuk mengisi lantai beton. Biaya pembangunan struktur sloof dan pondasi juga bisa dikurangi. Dengan demikian proses pengerjaan konstruksi pun menjadi lebih sederhana.
  4. Karena mempunyai bobot yang tidak terlalu berat, biaya transportasi yang diperlukan untuk mengangkut beton ringan dari pabrik ke lokasi pembangunan pun bisa dihemat. Keuntungan ini akan semakin bertambah apabila jarak antara pabrik dengan lokasi proyek semakin berdekatan.
  5. Ringannya bobot yang dimiliki oleh material ini juga dapat dirasakan oleh para tukang bangunan yang memasangnya. Mereka akan merasa tidak cepat lelah, jauh berbeda saat mendirikan beton konvensional. Jadi waktu pengerjaan proyek pun bisa lebih singkat.
  6. Beton ringan tidak membutuhkan ikatan semen yang terlampau tebal untuk menjaga posisinya. Anda cukup menggunakan adonan semen setebal 3 mm di antara balok-balok beton ringan ini.
  7. Beton ringan juga bersifat tahan terhadap panas dan api sebab memiliki berat jenis yang rendah, kedap suara, tahan lama, kuat tapi ringan, serta tahan gempa. Selain itu beton juga aman dan nyaman karena memiliki beberapa sifat lain yaitu anti serangga, anti jamur, serta tidak mengalami rapuh, bengkok, berkarat, ataupun korosi.

Sayangnya, beton ringan pun mempunyai sejumlah kekurangan di antaranya :

  1. Ukuran beton ringan yang besar menyebabkan pemakaian ruang yang cukup besar ketika diaplikasikan di bangunan yang berukuran menengah. Tukang bangunan yang akan memasangnya juga harus memiliki keahlian yang tinggi karena jika salah dampaknya bakal terasa langsung bagi waste dan kualitas pemasangannya.
  2. Beton ringan mempunyai nilai kuat tekan yang terbatas (compressive strength). Jadi tidak disarankan memanfaatkan material ini sebagai bahan perkuatan bangunan.
  3. Harga beton ringan relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga balok-balok beton kebanyakan. Di pasaran Indonesia, harga rata-rata beton ringan adalah Rp 6-8 ribu/balok, di mana setiap 1 m2 membutuhkan 8-9 balok. Sehingga harga balok beton ini per 1 m2 adalah Rp 48-72 ribu.
  4. Dibutuhkan bahan perekat khusus untuk menyusun balok-balok ini menjadi beton. Kebanyakan para pekerja menggunakan mortar atau semen instan. Bahan ini sengaja dipilih karena memiliki komposisi yang terkontrol dengan baik.