Jenis-jenis Septic Tank, Apa Saja?

Salah satu syarat utama tempat tinggal yang ideal adalah adanya sistem sanitasi yang melengkapi rumah tersebut. Sistem ini harus dibuat minimal sesuai standar mutu kebersihan yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Tujuannya ialah menjamin kesehatan seluruh penghuni rumah itu sendiri. Apabila sistem sanitasi dibangun secara asal-asalan, akibatnya rumah akan menjadi sarang kuman dan bakteri.

Septic tank merupakan bagian dari sistem sanitasi rumah yang terhubung dengan kloset. Pembuatan septic tank boleh dilakukan tepat di bawah kloset serta jarak lokasi terjauhnya yaitu 8 m. Pastikan septic tank dibuat pada jarak minimal 10 m dari sumur di sekelilingnya. Antara septic tank dan kloset dapat dihubungkan memakai pipa yang berdiameter minimal 90 mm dengan tingkat kemiringan terendah 1:40.

jenis-jenis-septic-tank.jpg

Fungsi utama septic tank ialah sebagai tempat penampungan limbah. Khusus untuk septic tank yang dibuat dengan sistem bioteknologi, septic tank ini juga mempunyai kemampuan untuk melakukan pengolahan terhadap limbah yang ada di dalamnya sehingga nantinya dapat dikeluarkan dengan aman. Anda bisa mengenali kelebihan dan kekurangannya secara lebih lanjut pada artikel di sini.

Berdasarkan desainnya, septic tank dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu septic tank terbuka dan septic tank tertutup.

  1. Septic tank terbuka adalah suatu septic tank yang tidak dilengkapi dengan penutup pada bagian atasnya sehingga tetap dibiarkan terbuka. Maksud dari desain seperti ini yaitu mempercepat proses penguraian limbah yang dilakukan oleh bakteri. Kadang-kadang septic tank terbuka juga dijadikan sebagai tambak ikan untuk memelihara ikan lele, ikan nila, ikan gurame, dan lain-lain. Septic tank yang dibuat dengan desain terbuka ini masih banyak diterapkan pada rumah-rumah yang ada di pedesaan.
  2. Septic tank tertutup adalah septic tank yang sudah dilengkapi dengan penutup di atasnya sehingga isi dari septic tank tersebut tidak bisa terlihat dari luar. Walaupun dikatakan tertutup, septic tank ini masih memiliki celah yaitu pada saluran udara dan saluran pembuangan. Dengan ditutupnya septic tank ini, maka sisa-sisa penguraian limbah seperti bau dan kotoran pun tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.

Sedangkan menurut sistemnya, ada pula septic tank konvensional dan septic tank bioteknologi.

  1. Septic tank konvensional adalah septic tank yang banyak dibuat oleh masyarakat Indonesia. Septic tank ini berbentuk suatu ruangan yang dibangun di bawah tanah. Bagian dinding ruangan septic tank dibuat menggunakan pasangan bata. Sementara untuk lantainya tetap dibiarkan berupa tanah. Dengan demikian, sisa penguraian limbah dapat meresap ke pori-pori tanah melalui lantai sehingga septic tank tersebut tidak cepat penuh. Meskipun begitu, cepat atau lambat kapasitas penyimpanan septic tank konvensional bisa penuh sehingga perlu dilakukan penyedotan.
  2. Septic tank bioteknologi adalah septic tank yang sudah dilengkapi dengan teknologi pengolahan limbah secara mandiri menggunakan agen pengurai berupa mikroorganisme. Kebanyakan septic tank ini dibuat memakai bahan fiberglass. Jadi limbah yang masuk akan disaring di ruangan pertama sehingga ukurannya mengecil, lalu dipindahkan ke ruangan kedua. Di ruangan ini, limbah akan diuraikan oleh jutaan bakteri sampai wujudnya berubah menjadi cair. Limbah cair selanjutnya mengalir ke tabung desinfektan. Barulah kemudian limbah yang telah dibersihkan ini dapat dikeluarkan melalui saluran pembuangan.