Material
Oct25

Jenis-jenis Lantai Kayu yang Harus Anda Tahu!

Apa sajakah jenis-jenis lantai kayu itu? Disadari atau tidak, penggunaan lantai kayu di Indonesia kini semakin banyak. Jika dahulu kala hanya rumah bergaya tradisional yang bisa menggunakan lantai kayu, tetapi sekarang rumah-rumah yang didesain dengan konsep modern dan minimalis pun dapat mengaplikasikannya. Kelebihan lantai kayu adalah kesan alami yang dimilikinya begitu kuat. Suasana ruangan yang dilengkapi dengan lantai kayu pun seketika menjadi hangat dan mengundang.

Salah satu contohnya bisa Anda perhatikan pada gambar di bawah ini. Terlihat pada gambar, adanya lantai kayu membuat suasana di ruangan terasa hangat sekali. Seakan-akan kita bisa langsung merasakan betapa nyamannya saat berada di dalamnya. Lantai kayu tersebut begitu mendominasi, menjadi focal point, dan meningkatkan nilai keindahan ruangan secara tidak langsung. Warna dan corak yang dimilikinya pun dapat berpadu harmonis bersama dengan dinding serta furniture-furniture yang ada.

jenis-jenis-lantai-kayu.jpg

Anda juga mungkin tertarik untuk menggunakan lantai kayu di rumah? Beruntung sekali karena sekarang pilihan lantai kayu yang tersedia di pasaran semakin bertambah banyak. Ada lantai yang benar-benar terbuat dari bahan kayu asli, ada pula yang dibikin dari kayu buatan. Bahkan lantai kayu yang bersifat anti-air pun sudah ada. Begitu juga dengan ragam warna dan corak yang tersedia pun bermacam-macam. Sehingga Anda bisa memilih lantai kayu mana yang paling sesuai dengan konsep awal desain rumah.

Berdasarkan bentuknya, ada tiga jenis lantai kayu yaitu :

  1. Lantai kayu parket adalah lantai kayu yang akan membentuk motif tertentu setelah berhasil dipasang.
  2. Lantai kayu strip adalah lantai kayu yang mempunyai lidah alur untuk mempermudah pemasangannya.
  3. Lantai kayu plank adalah lantai kayu yang dilengkapi dengan tiga lebar strip sekaligus sehingga tampak indah.

Sementara itu, jenis-jenis lantai kayu menurut bahan bakunya antara lain :

  1. Lantai Kayu Asli (Solid Hardwood Flooring)

Lantai ini terbuat dari bahan kayu solid asli yang dibentuk dengan model plank. Terdapat alur dan lidah di sampingnya untuk memudahkan Anda dalam memasang lantai kayu ini. Ukuran standar ketebalannya kurang lebih 18 mm. Meskipun kenyataannya ada pula pabrik yang membuat hardwood flooring dengan ketebalan 10 mm untuk menekan harga jual. Finishing lantai kayu solid dilakukan setelah pekerjaan pemasangannya selesai. Lantai ini bisa diberikan finishing setiap 10 tahun sekali agar keindahannya tetap terjaga.

Lantai kayu asli mempunyai struktur yang sangat kokoh dengan tingkat kekuatan yang bagus sekali. Karena seratus persen terbuat dari kayu asli, lantai ini bisa mengalami kembang susut yang akan menyebabkan ukurannya berubah. Akibatnya susunan kayu yang telah mengembang atau menyusut tersebut pun menjadi tidak rapi lagi. Untuk mengantisipasinya, sediakan celah beberapa milimeter di setiap pertemuan lantai kayu dengan dinding. Selanjutnya celah tersebut bisa diisi menggunakan plinth lantai. Hal ini dilakukan supaya ikatan susunan lantai kayu solid tetap terjaga dengan baik.

  1. Lantai Kayu Buatan (Engineered Hardwood Flooring)

Proses produksi lantai kayu buatan pada dasarnya sama seperti pembuatan papan plywood (MDF). Lantai ini terdiri atas lapisan-lapisan yang tersusun secara melintang dengan tingkat ketebalan tertentu. Anda bisa memasangnya langsung di atas lantai yang sudah ada asalkan kerataan permukaannya diperhatikan dengan baik terlebih dahulu. Namun untuk amannya, pasanglah engineered hardwood flooring ini di atas lantai beton yang telah dilapisi acian.

Produk lantai kayu buatan yang dijual di pasaran umumnya memiliki ukuran ketebalan 15 mm. Produk tersebut pun sudah diberikan finishing oleh pabrik pembuatnya menggunakan finishing ultraviolet yang membuat strukturnya menjadi lebih keras. Hal ini pula yang membuat proses instalasinya menjadi lebih praktis sebab Anda hanya perlu memasangkannya saja di atas lantai. Sayangnya lantai kayu buatan ini gampang mengalami kerusakan. Anda harus senantiasa menjaga kondisi ruangan tetap kering serta udaranya jangan terlalu lembab.