Material
Nov12

Jenis-jenis Kayu untuk Bahan Baku Furniture

Apa sajakah jenis-jenis kayu yang umum digunakan untuk membuat furniture? Kebanyakan orang cenderung lebih menyukai furnitur atau perabotan rumah tangga yang terbuat dari bahan kayu. Alasannya karena furniture kayu dipandang mempunyai nilai seni yang tinggi. Selain itu perabotan kayu juga terbukti awet, fleksibel, indah, aman, dan nyaman.

Atas dasar kelebihan-kelebihan yang dimiliki furniture kayu tersebut, perabotan ini pun ramai diburu orang. Permintaan yang tinggi mendorong harga kursi, meja, dan lemari yang terbuat dari kayu merangkak naik semakin mahal. Namun karena kayu merupakan produk alami, jumlah bahan bakunya di alam kian langka. Hal ini mendorong beberapa perusahaan untuk berinovasi menciptakan jenis-jenis kayu baru yang telah diolah sedemikian rupa. Baca Juga : Macam-macam Ukuran Kayu dan Harganya

jenis-jenis-kayu-untuk-furniture.jpg

Furniture Kayu

Setidaknya terdapat 5 macam kayu sebagai bahan baku pembuatan perabotan rumah tangga. Di antaranya yaitu kayu solid, kayu particle board, kayu lapis plywood, kayu blockboard, dan kayu MDF (Medium Density Fibreboard). Simak penjelasan dari arafuru.com tentang masing-masing ragam kayu tersebut di bawah ini!

1. Kayu Padat (Solid Board)

Kayu solid adalah kayu yang telah mengalami proses pengeringan menggunakan metode tertentu. Tujuannya yaitu untuk menjaga dimensi kayu dan mencegah terjadinya muai susut kayu yang dapat merusak konstruksi furniture. Bandingkan dengan kayu mentah yang lama-kelamaan ukurannya akan menyusut karena memuai, ukuran kayu padat tetap konsisten. Harga kayu solid paling mahal di antara jenis-jenis kayu lainnya karena memiliki mutu yang terbaik, sangat diminati pasar, dan jumlahnya terbatas. Contoh-contoh kayu solid antara lain kayu jati, kayu mahoni, kayu sungkai, kayu nyatoh, kayu mintowar, dan kayu pinus.

2. Kayu Partikel (Particle Board)

Kayu partikel ialah kayu yang terbuat dari campuran partikel-partikel kayu dan bahan perekat yang dipress lalu dikeringkan. Particle board tidak bisa diberikan finishing berupa cairan seperti cat, pernis, atau pelitur karena ukuran pori-porinya cukup besar. Harga bahan bakunya yang murah membuat furnitur-furnitur yang terbuat dari papan partikel ini pun lebih murah dengan peminat yang tidak sedikit. Hati-hati, walaupun perabotan berbahan particle board sekilas tampak kokoh, namun jika terkena air sedikit saja maka perabotan tersebut bisa hancur seketika.

3. Kayu Lapis (Plywood)

Kayu lapis (plywood) dikenal pula dengan sebutan tripleks atau multipleks. Ini merupakan kayu yang dibuat dari gabungan lembaran-lembaran kayu tipis. Ukuran kayu lapis yang beredar di pasaran sangat bervariasi, misalnya 244 x 122 cm dengan tingkat ketebalan 3 mm, 4 mm, 9 mm, 18 mm. Jika dibandingkan dengan kayu solid, harga kayu ini lebih murah tetapi lebih mahal daripada kayu-kayu olahan yang lain. Kayu lapis banyak sekali dipakai untuk material utama pembuatan furniture yang modern dengan pelapis melaminto dan PVC.

4. Kayu Blok (Block Board)

Sesuai namanya, block board terbuat dari potongan kayu-kayu blok berukuran kecil sekitar 2,5-5,0 cm yang dipress lalu dilapisi venner di kedua sisinya sehingga menyerupai papan. Pada umumnya, bahan yang digunakan dalam pembuatan blockboard adalah kayu lunak. Itu sebabnya, harga kayu ini relatif murah dengan kekuatan yang tidak begitu kokoh namun masih bisa diandalkan untuk pembuatan rak, kabinet, dan kitchen set. Kayu blok memiliki ukuran yang sama dengan kayu lapis serta ketebalannya mulai dari 12 mm, 15 mm, serta 18 mm.

5. Kayu MDF (Medium Density Fibreboard)

Kayu MDF (Medium Density Fibreboard) adalah kayu sintetis yang terbuat dari campuran serbuk kayu halus dan resin yang dipadatkan menggunakan tekanan dan suhu tinggi, selanjutnya dipotong-potong dengan ukuran tertentu. Kayu MDF merupakan kayu yang ramah lingkungan karena bahan bakunya berasal dari kayu-kayu yang berserakan di perkebunan dan telah menjadi sampah. Selain kayu MDF, dikenal pula kayu HDF (High Density Fibreboard) yang mempunyai kualitas lebih tinggi. Karakteristik dari kayu MDF di antaranya fleksibel, gampang dibentuk, ukurannya konsisten, dan cukup kuat. Dilihat dari segi bobotnya, kayu ini lebih berat ketimbang particle board dan plywood. Biasanya kayu MDF dipakai sebagai bahan baku pembuatan furniture knock-down yang diproduksi secara massal oleh pabrik.