Material
Jun16

Jenis-jenis Kayu Triplek di Indonesia

Apa sajakah jenis-jenis kayu triplek? Triplek merupakan kayu yang terbuat dari susunan lembaran-lembaran kayu yang tipis sehingga membentuk ketebalan tertentu. Lembaran kayu yang dipakai biasanya didapatkan dari proses pengupasan kayu log yang dilakukan secara rotary. Di Indonesia, triplek tersedia dalam ukuran 3 mm, 4 mm, 6 mm, 9 mm, 12 mm, 15 mm, 18 mm, dan sebagainya.

Seiring kemajuan zaman, triplek yang dahulu dibuat menggunakan metode yang sederhana, kini telah diproduksi dengan teknologi yang rumit. Triplek yang dihasilkan pun tidak hanya berupa susunan lembaran-lembaran kayu saja, tetapi juga mempunyai kelebihan khusus. Misalnya triplek yang tahan terhadap air, memiliki permukaan yang indah, serta daya redam terhadap suara bagus.

jenis-kayu-triplek.jpg

Mau tahu apa sajakah macam-macam triplek yang tersedia di pasaran? Di bawah ini penjelasan selengkapnya!

1. Particle Board

Pembuatan particle board dilakukan dengan mencetak serpihan-serpihan kayu sehingga membentuk papan. Kualitas triplek ini tidak terlalu bagus karena sangat rentan terhadap air dan daya dukungnya rendah sekali. Particle board banyak digunakan sebagai bahan baku furnitur yang ekonomis. Apabila Anda mempunyai perabotan yang berbahan particle board, Anda bisa merawatnya dengan benar memakai tips di sini.

2. Multiplek (Plywood)

Multiplek atau kayu lapis dibuat dari kulit kayu yang berlapis-lapis, kemudian dipress menggunakan tekanan yang sangat tinggi. Plywood memiliki tekstur yang rapat, kekuatannya tinggi, dan tahan terhadap air. Bahkan furnitur multiplek yang dirawat dengan baik mampu bertahan hingga mencapai puluhan tahun.

Terdapat dua macam multiplek berdasarkan bahan bakunya, antara lain :

  • Kayu Lunak (soft wood) : multiplek yang dibuat dari kayu yang memiliki struktur lunak seperti sengon, jingjing, angsana, dan lain-lain.
  • Kayu Keras (hard wood) : multiplek yang dibuat dari kayu yang mempunyai struktur keras seperti meranti, mangga, jambu, nangka, dan lain-lain.

3. Blockboard

Blockboard tersusun atas tiga lapisan kayu yang digabung menjadi satu. Dua lapisan luarnya memiliki ketebalan yang lebih tipis daripada satu lapisan dalamnya dengan ukuran sekitar 0,5-2 mm. Bagian dalam triplek ini umumnya terbuat dari kayu akasia dan meranti yang solid sehingga tidak dapat dilengkungkan. Permukaan blockboard tersedia dalam berbagai corak misalnya kayu biasa, serat jati, berlapis melaminto, dan corak-corak yang lain.

4. Teakblock

Sesuai penamaannya, teakblock adalah lembaran papan kayu jati. Berbeda dengan kayu jati solid, teakblock dibuat dari lembaran-lembaran kayu jati yang ditumpuk menjadi satu kesatuan. Mengingat harganya yang lumayan mahal, teakblock hanya digunakan sebagai bahan pelapis papan kayu. Selain mempunyai kekuatan yang sangat bagus, teakblock juga unggul dari pilihan motifnya yang beragam.

5. MDF (Medium Density Fiberboard)

MDF atau papan serat kayu merupakan triplek hasil campuran antara serat kayu lunak dan serat kayu keras. Setelah ditempelkan menggunakan lem atau lilin, serat-serat kayu tersebut lalu dicetak di dalam mesin yang mempunyai temperatur dan tekanan yang super tinggi. oleh karen itu, susunan pori-pori pada MDF jauh lebih baik daripada particle board. Saat ini, MDF paling sering digunakan dalam pembuatan furnitur interior dan box pada loudspeaker.

6. Melaminto

Melaminto sering disebut pula sebagai decorative plywood. Hal ini dikarenakan melaminto sering dipakai untuk memperindah tampilan suatu papan kayu. Permukaan triplek ini biasanya dilapisi dengan bahan polyester dan melamin yang membuatnya berwarna serta bertekstur licin. Kebanyakan melaminto diolah menjadi white board serta kitchen set.