Jenis-jenis Bambu yang Patut Anda Tahu

Tahukah Anda, ternyata jenis-jenis bambu itu ada banyak lho. Menariknya, setiap ragam dari bambu tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Ada bambu yang memiliki struktur sangat kuat dan kokoh sehingga cocok digunakan sebagai bahan bangunan. Ada pula bambu yang tampilannya sangat indah jadi bisa dipakai untuk aksesori ruangan dan bahan baku kerajinan. Bahkan jenis bambu tertentu pun dipercaya mengandung kekuatan magis loh.

Namun pada kesempatan kali ini, kami tidak akan membahas semua macam dari bambu di atas karena pokok bahasannya pasti akan melebar. Fokus kita pada saat ini ialah mengetahui apa saja sih jenis-jenis bambu yang sering diperjualbelikan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Di antaranya ada lima macam bambu yang paling populer yaitu bambu wulung, bambu apus, bambu peting, bambu petung, dan bambu kuning. Mungkin Anda sudah pernah mendengar beberapa bambu tersebut tapi belum mengetahuinya secara jelas. Yuk, kita pelajari bersama-sama!

  1. Bambu Wulung

jenis-bambu-wulung.jpg

Bambu wulung tumbuh dengan rumpun yang tidak terlalu rapat. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah dan pegunungan. Warna kulit batangnya bermacam-macam seperti hitam, hijau kehitaman, ungu tua, dan bergaris kuning muda. Panjang ruasnya sendiri berkisar antara 40-50 cm.

Bambu ini seringnya dipakai untuk bahan kerajinan tangan sebab strukturnya tidak getas. Beberapa orang juga kerap menggunakannya sebagai anyaman, hiasan dinding, dan tiang rusuk bangunan. Rata-rata harga bambu wulung dengan panjang 5 m, diameter 7-10 cm, dan ketebalan 2 cm adalah sekitar Rp 15.000.

  1. Bambu Apus

jenis-bambu-apus.jpg

Bambu apus merupakan bambu yang paling banyak digunakan sebagai material bangunan. Alasannya karena bambu ini bentuknya lurus, strukturnya kuat, dan bersifat liat. Selain itu, bambu ini juga kerap dipakai untuk membuat anyaman karena memiliki serat yang panjang. Pohon bambu apus bisa tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi.

Warna kulit batangnya hijau dan berubah menjadi kekuningan setelah dikeringkan. Sedangkan jarak ruasnya sekitar 45-65 cm, diameter 5-8 cm, dan tebal 3-15 mm. Dibandingkan dengan tanaman bambu lainnya, bambu apus paling tahan dari serangan hama sebab rasanya pahit. Adapun harga pasar dari bambu apus sepanjang 5 m saat ini kurang lebih Rp 10.000.

  1. Bambu Petung

jenis-bambu-petung.jpg

Saat muda bambu petung mempunyai batang yang berwarna hijau, lalu berangsur-angsur menjadi kekuningan seiring dengan bertambahnya umur. Bambu petung mempunyai lingkar tengah pada batang yang cenderung lebih besar daripada jenis bambu yang lain. Ukuran diameter tersebut bisa mencapai lebih dari 20 cm dengan tebal 10-15 cm dan ruas sekitar 40-60 cm. Rata-rata panjang batang bambu petung yang beredar di pasaran antara 10-20 m.

Dari karakteristik yang dimilikinya tersebut, pekerja bangunan lantas memanfaatkan bambu ini sebagai elemen tekan berupa kolom karena memiliki kemampuan dalam menahan tekuk yang tinggi. Penggunaan lain dari bambu petung ini di antaranya seperti tiang pancang untuk memasang pondasi, pengecoran, dan tiang rumah tradisional. Mengingat ukurannya yang besar dan panjang, jangan heran kalau harganya lumayan mahal. Di pasaran, bambu petung yang berukuran 5 m biasa dibanderol dengan harga di kisaran Rp 30.000 sampai Rp 35.000.

  1. Bambu Peting

jenis-bambu-peting.jpg

Jangan salah, bambu peting ini tidak sama dengan bambu petung meskipun namanya hampir mirip. Perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya ialah bambu peting memiliki serabut yang tidak terlalu banyak sehingga tampilannya terlihat lebih bersih. Berbeda dengan bambu petung yang jumlah serabut di dalamnya cukup banyak. Hal ini pula yang membuat bambu petung lebih kuat, lebih kokoh, dan lebih stabil daripada bambu peting.

Bambu peting pada umumnya dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Misalnya untuk membantu proses pengecoran, sebagai tiang pemancang untuk memasang pondasi, serta dipakai untuk tiang bangunan. Ukuran bambu peting yang dijual di pasar biasanya memiliki panjang 5 m, diameter 8-15 cm, dengan tebal 3-4 cm. Bambu peting dengan spesifikasi seperti ini dijual dengan harga yang berkisar Rp 25.000 hingga Rp 28.000.

  1. Bambu Kuning

jenis-bambu-kuning.jpg

Bambu kuning adalah tanaman bambu yang sangat unik. Berbeda dari pohon bambu lainnya yang umumnya memiliki batang berwarna hijau, batang dari tanaman bambu yang satu ini berwarna kuning cerah. Karena keunikannya itulah, banyak orang yang lantas menanam bambu kuning sebagai tumbuhan hias. Tanaman ini juga mengandung banyak khasiat untuk kesehatan loh seperti mengobati infeksi dan mencegah hepatitis.

Pohon bambu kuning tumbuh subur di kawasan Asia Tenggara. Anda bisa memperbanyaknya melalui stek rumpun, cangkok, rhizoma, dan kultur jaringan. Batang bambu kuning tidak lumrah digunakan untuk membuat struktur bangunan karena kekuatannya yang tidak terlalu bagus. Tanaman ini seringnya hanya dipakai untuk mengisi area taman dan fasad rumah. Bambu kuning diyakini dapat mendatangkan energi positif dan keberuntungan.