Material
Jan11

Jangan Bingung! Ini Perbedaan Keramik dan Granit

Apa sih perbedaan keramik dan granit? Mungkin Anda termasuk salah seorang yang masih merasa bingung dalam membedakan keramik dan granit. Keduanya memang memiliki rupa yang sangat mirip, tetapi jelas tidak sama. Sebelumnya kami tegaskan bahwa yang dimaksud granit di sini bukanlah batu granit yang tergolong sebagai batu alam, melainkan granit monoprosa atau single fired tile. Granit ini biasa diaplikasikan untuk lantai bangunan.

Jika diperhatikan sepintas kelihatannya keramik dan granit itu sama saja. Kedua bahan bangunan ini sama-sama merupakan material pelapis lantai buatan manusia (artifisial) dan bukan material alami. Tetapi pada hakikatnya antara keramik dengan granit benar-benar berbeda. Perbedaan tersebut terdapat pada karakteristik material, proses pembuatan, sifat-sifat fisik, serta daya kekuatan yang dimilikinya.

Dalam memilih jenis bahan bangunan yang dipakai untuk melapisi lantai, kebanyakan orang hanya melihat dari segi keindahannya. Tidak sedikit orang yang hanya memperhatikan warna dan motif lantai tersebut tanpa terlalu memperdulikan jenis dan karakteristiknya. Hal ini pula yang membuat kenapa ada banyak sekali orang yang masih beranggapan kalau keramik sama dengan granit. Sebab warna dan motif antara kedua bahan ini memang sangat mirip.

Kali ini kami akan mencoba menjelaskan perbedaan antara keramik dan granit yang perlu Anda ketahui dengan benar!

Perbedaan I : Proses Pembuatan

Keramik terbuat dari tanah liat yang dibentuk dengan model tertentu lalu dibakar. Kemudian keramik yang telah dibakar tadi dilapisi bahan pengkilap (glaze) di permukaannya.  Setelah itu, corak/motif dibuat di atas lapisan glaze untuk kemudian dibakar sekali lagi sampai matang dan siap pakai. Tujuan dari proses pembakaran sebanyak dua kali (double fired tile) ini yaitu meningkatkan kekerasan dan kekuatan keramik. Itulah kenapa, bagian bawah keramik selalu berwarna merah khas tanah liat dengan motif dan warna yang berbeda-beda.

Kadang-kadang keramik diberi tambahan aksesoris yang disebut listello dan inserto untuk menambah nilai estetikanya. Setelah penambahan aksesoris tersebut berhasil dilakukan, keramik perlu dibakar lagi (third fliring tile) supaya bahan tambahan tadi bisa menempel dengan kuat. Faktanya proses pembuatan beberapa jenis keramik memerlukan tahap pembakaran hingga sebanyak 4-5 kali, terutama untuk keramik kualitas premium. Semakin banyak keramik tersebut dibakar, semakin indah pula hasilnya sehingga harganya pun semakin mahal.

Sementara itu, proses pembuatan granit dilakukan dengan mewarnai bahan baku terlebih dahulu, lalu mencetaknya menjadi bentuk tertentu. Setelah bentuk yang diinginkan sudah jadi, bahan tadi lantas langsung dibakar sampai matang. Itulah kenapa seluruh lapisan dari granit mempunyai warna dan motif yang sama persis. Jika bagian depannya berwarna hitam dengan bintik-bintik putih, maka bisa dipastikan kalau bagian belakang granit tersebut juga berwarna hitam dengan bintik-bintik putih.

Granit juga biasa disebut single fired tile karena hanya melewati satu kali tahap pembakaran. Pembuatan granit umumnya tidak menggunakan pola desain awal untuk membuat motif atau corak. Pembentukan motif/corak hanya dilakukan dengan mencampurkan warna-warnanya secara langsung. Oleh sebab itu, motif dan corak yang dimiliki oleh granit hanyalah polos, abstrak, atau bintik-bintik. Berbeda sekali dengan keramik yang mempunyai pilihan motif lebih beragam dengan bentuk gambar yang tegas.

perbedaan-keramik-dan-granit.jpg

Perbedaan II : Sifat-sifat Fisik

Jika Anda perhatikan dengan baik, bodi keramik memiliki warna merah yang beraneka ragam. Dari mulai warna merah kecokelat-cokelatan sampai dengan merah keputih-putihan. Perlu diketahui, tingkat kecerahan warna tersebut menandakan tingkat penyerapan air oleh pori-pori yang dimilikinya. Keramik dengan bodi berwarna merah gelap mempunyai tingkat penyerapan air lebih besar daripada keramik yang bodinya berwarna merah cenderung putih. Itulah kenapa, keramik yang memiliki bodi berwarna merah gelap wajib direndam di dalam air terlebih dahulu sebelum dipasang di lantai atau dinding.

Sifat-sifat fisik keramik selanjutnya yaitu adanya window frame atau garis berwarna putih yang tidak tertutup bahan pewarna di sekeliling pinggir keramik. Keramik juga sesungguhnya tidak benar-benar memiliki permukaan yang rata. Permukaan material ini sedikit bergelombang (wavy) akibat dari lapisan glaze yang tidak menyebar secara merata. Anda juga harus tahu kalau keramik ada yang melalui proses pemotongan terlebih dahulu atau tidak. Keramik-keramik yang telah dipotong (cutting) ini mempunyai bentuk yang sama dan sudut siku.

Bandingkan dengan granit yang mempunyai permukaan jauh lebih rata dan tidak bergelombang karena proses pemberiannya dilakukan sejak pertama kali bahan baku akan dibentuk serta dikerjakan memakai mesin khusus yang berteknologi canggih. Mayoritas granit yang dijual di pasaran juga termasuk cutting tile. Sisi-sisi granit tersebut dipotong terlebih dahulu sebelum dikemas supaya ukurannya sama, bentuknya presisi, dan memiliki sudut siku. Hal ini membuat granit bisa dipasang dalam susunan yang lebih rapat dengan nat tipis sehingga hasilnya lebih bagus daripada keramik.

Perbedaan III : Daya Kekuatan

Jika Anda membandingkan antara keramik dan granit, mana yang lebih kuat terhadap gesekan dan benturan. Jawabannya granit adalah pemenangnya. Granit mempunyai karakteristik material yang lebih keras dan lebih berat. Hasil tekanannya mampu mengalahkan keramik yang notabene memiliki bobot lebih ringan. Lapisan glaze yang tipis pada keramik juga membuatnya gampang tergores dan terkikis seiring dengan berjalannya waktu.

Namun soal ketahanan terhadap kotoran dan noda membandel, keramik lebih unggul ketimbang granit. Penyebab utamanya yaitu keberadaan lapisan glaze yang sangat licin dengan pori-pori super kecil membuat noda tidak mudah menempel di permukaan keramik. Kalau pun ada noda yang mengotorinya, keramik lebih gampang dibersihkan. Sedangkan granit mudah sekali kotor sebab memiliki pori-pori yang cukup besar. Pemberian bahan pengkilap justru akan membuka pori-pori sehingga lebih gampang lagi terkena noda membandel. Anda harus rajin menyapu dan mengepelnya agar lantai granit senantiasa bersih.