Inilah Keunggulan dan Kelemahan Genteng Beton

Genteng beton adalah genteng yang terbuat dari campuran pasir, semen, dan fly ash dengan perbandingan tertentu. Dalam pembuatannya, campuran bahan-bahan ini lantas ditambahi air dan dicetak, kemudian dikeringkan. Pasir merupakan bahan utama pembentuk genteng beton. Oleh karena itu, kekuatan suatu genteng beton dipengaruhi oleh ukuran butiran pasir yang dipakai serta kebersihannya.

Penggunaan semen pada pembuatan genteng beton berfungsi sebagai bonding agent yaitu material pengikat bahan-bahan lainnya. Sedangkan fly ash digunakan sebagai bahan pengisi, khususnya untuk mengisi celah-celah kecil yang terdapat di antara butiran-butiran pasir. Dengan demikian, struktur genteng beton pun menjadi lebih padat dan lebih kuat sebab tidak ada celah-celah di dalamnya.

keunggulan-kelemahan-genteng-beton.jpg

Kini genteng beton sudah banyak dijual di pasaran Indonesia. Genteng ini bisa menjadi salah satu alternatif penutup atap rumah yang dapat diandalkan. Adanya genteng beton tentu bisa menjadi bahan pertimbangan Anda selain genteng tanah liat, keramik, atau beton. Tersedia dua pilihan bentuk genteng beton yakni genteng beton datar dan genteng beton gelombang. Daya tutup keduanya hampir sama yaitu 11 genteng/m2.

Jika dibandingkan dengan jenis genteng yang lainnya, genteng beton mempunyai keunggulan dan kelemahan tersendiri, antara lain :

  1. Lebih Kuat

Genteng beton termasuk salah satu genteng yang memiliki kekuatan sangat baik. Genteng ini dapat diandalkan sebagai penutup atap rumah yang awet. Genteng beton tidak mudah rusak, tahan lama, serta memiliki struktur yang kokoh. Bahkan genteng ini tidak gampang pecah walaupun Anda sengaja menginjaknya. Dengan kekuatannya tersebut, genteng beton bisa bertahan selama puluhan tahun.

  1. Lebih Ekonomis

Meskipun harga genteng beton tidak murah, tetapi kita juga tidak bisa menyebut harga genteng ini mahal. Mengapa? Sebab genteng beton mempunyai kekuatan yang bagus sehingga wajar bila harganya lebih tinggi. Harga genteng ini sendiri termasuk ekonomis. Setidaknya dengan memilih genteng beton, kita bisa mendapatkan material penutup atap bangunan yang sangat kokoh dengan harga yang miring.

  1. Anti Karat

Tentu saja genteng beton bersifat antikarat sebab bahan baku pembuatannya sama sekali tidak menggunakan unsur logam. Genteng ini tidak akan pernah mengalami karat sebagaimana pada genteng logam. Tidak ada juga serangan dari hama seperti tikus atau rayap yang merusak genteng ini. Hal ini pula yang membuat genteng beton bisa bertahan sangat lama tanpa mengalami kerusakan apapun.

  1. Terlalu Berat

Genteng beton mempunyai bobot yang sangat berat. Jika tidak direncanakan dengan baik, pemasangan genteng beton ini bisa membebani struktur dinding dan rangka atap sehingga dapat menyebabkan bangunan menjadi rubuh. Perlu  Anda ketahui, berat rata-rata genteng beton adalah 60 kg/m2. Dengan bobot seberat itu, dibutuhkan struktur penopang yang sangat kuat untuk menahannya.

  1. Rawan Bocor

Genteng beton juga memiliki kelemahan lainnya yaitu rawan mengalami kebocoran. Genteng ini kurang tahan terhadap kebocoran sebab mempunyai interlock yang tidak sempurna dan risiko keretakan pada bodi. Hal inilah yang menyebabkannya rawan bocor. Anda bisa memberikan finishing genteng beton menggunakan cat pelapis khusus untuk mengurangi risiko bocor dan retak tersebut.