Material
Nov6

Inilah Jenis-jenis Bahan Atap Carport

Carport atau emper mobil adalah bagian dari eksterior bangunan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan mobil. Carport bisa dibuat secara mandiri maupun digabung bersama dengan garasi. Struktur carport terdiri atas lantai, dinding, penahan atap, rangka atap, dan atap. Dari kesemuanya itu, struktur dari carport yang banyak mempengaruhi desainnya adalah atap.

Pada dasarnya, kegunaan atap carport yang utama ialah untuk melindungi mobil dari cuaca yang ekstrim. Perlindungan terhadap sinar matahari dan air hujan ini juga sekaligus bermanfaat menjaga struktur-struktur penyusun carport lainnya sehingga tetap awet dan tidak mudah rusak. Namun karena masih termasuk bagian dari bangunan utama, maka faktor estetika dari carport ini perlu diperhatikan. Bahkan lokasinya yang berada di depan, menuntut desain carport harus mampu mendukung keindahan desain rumah secara keseluruhan. Baca Juga : Cara Membuat Carport dan Kiat-kiatnya.

jenis-bahan-atap-carport.jpg

Carport

Berdasarkan bahan pembuatnya, atap carport bisa dikelompokkan menjadi 3 macam. Di antaranya yaitu atap transparan, atap tertutup, dan atap fleksibel. Simak penjelasan lengkap tentang jenis-jenis atap carport berikut ini!

A. Atap Transparan

Suatu atap carport bisa dikatakan transparan jika atap tersebut bersifat tembus pandang. Artinya bayangan di atas atap bisa dilihat dari sudut bawah atap. Contoh-contoh bahan pembuat atap carport yang transparan antara lain :

1. Polycarbonate

Atap carport yang transparan paling sering terbuat dari bahan polycarbonate, di mana bahan ini berupa lembaran-lembaran yang berbentuk datar dan bergelombang. Kelebihan dari atap polycarbonate di antaranya tahan terhadap cuaca ekstrim, anti sinar ultraviolet, dan memiliki variasi yang cukup banyak. Saat ini, carport yang dilengkapi atap polycarbonate tengah menjadi tren di Indonesia.

2. Vinyl

Atap carport transparan lainnya terbuat dari bahan vinyl. Keunggulan dari atap vinyl yakni gampang dipasang, harganya murah, dan mempunyai bobot yang ringan. Sayangnya atap ini tidak begitu sanggup menahan terik matahari sehingga carport yang beratap vinyl terasa lebih panas.

3. Fiberglass

Jenis atap transparan lainnya yaitu fiberglass yang dibandrol dengan harga lebih murah daripada polycarbonate dan vinyl. Tetapi suasana carport yang ditutup dengan atap fiberglass kurang nyaman karena lebih panas dan terlalu silau. Bahan fiberglass sebaiknya digunakan apabila carport terletak di tempat yang teduh.

4. Kaca

Beberapa orang juga ingin terlihat unik dengan memilih kaca sebagai atap carport-nya. Namun bahan kaca yang dipakai adalah kaca khusus yang memiliki ukuran lebih tebal serta tahan terhadap terik matahari dan curah hujan. Salah satunya adalah kaca berjenis rayben yang sanggup mengurangi intensitas cahaya matahari.

5. Shade Sail

Shade sail merupakan bahan atap yang terbuat dari nylon polyethylene. Sekilas bentuk shade sail menyerupai kanopi dan memiliki pori-pori yang cukup rapat. Oleh karena itu, carport yang ditutup dengan atap shade sail terasa sejuk karena aliran udara dan cahaya matahari bisa keluar-masuk carport melalui berbagai sudut. Tetapi karena bahan ini mempunyai pori-pori, akibatnya atap ini rentan mengalami kebocoran saat musim penghujan.

B. Atap Tertutup

Sesuai namanya, atap ini terbuat dari bahan-bahan yang dapat menutupi interior carport dengan optimal. Sehingga kemampuannya dalam melindungi mobil pun lebih maksimal. Beberapa bahan yang biasanya digunakan untuk membangun atap carport tertutup meliputi :

1. Genteng

Genteng tanah liat paling banyak digunakan untuk membuat carport yang memiliki atap tertutup. Agar suasana carport tidak terlalu gelap, solusinya yakni dengan memasang beberapa genteng kaca di posisi yang strategis. Alternatif bahan genteng yang lain di antaranya genteng keramik, genteng aspal, genteng beton, dan genteng metal. Baca Juga : Cara Menghitung Kebutuhan Genteng pada Atap Pelana.

2. Dak Beton

Rumah yang bergaya modern minimalis biasanya dapat disempurnakan dengan tambahan carport beratap dak beton. Hal ini lantaran bentuk dak beton yang datar dan tegas terlihat begitu serasi saat berpadu dengan rumah yang geometris. Walapun biaya pembuatannya cukup mahal, atap dak beton memiliki daya kekuatan dan keawetan yang tinggi.

C. Atap Fleksibel

Atap ini dikatakan fleksibel karena bisa dibuka dan ditutup dengan mudahnya. Jadi pemilik carport bisa menyesuaikan suasana di dalam carport menurut keinginannya. Sebagai contoh, saat malam hari yang cerah, pemilik carport bisa membuka atap untuk menikmati keindahan langit. Sebaliknya di waktu cuaca tampak mendung, pemilik bisa menutup kembali atap carport sesegera mungkin.

Berbeda dengan bahan atap sebelumnya, atap fleksibel ini tersedia dalam bentuk fabrikasi yang sudah rampung. Jadi pembeli akan mendapatkan bahan atap, rangka atap, dan struktur pendukung lainnya. Tak heran, atap jenis ini dibandrol dengan harga yang paling mahal di antara bahan-bahan yang lain.

Bahan atap carport yang memiliki kemampuan fleksibel ini umumnya terbuat dari alumunium. Proses pemasangan atap dilakukan dengan merangkai rangka atapnya terlebih dahulu dilanjutkan dengan memasangnya di penyangga. Setelah itu barulah atap alumunium siap dipasang di atasnya. Terakhir adalah proses penyetelan sistem buka-tutup atap untuk memastikannya dapat dikendalikan dengan mudah.