Material
Jan19

Ini 6 Bahan Dasar Solid Surface

Apakah bahan dasar dari solid surface? Penggunaan solid surface saat ini semakin meningkat berkat kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Tidak hanya pada countertop atau kabinet, material ini pun sering digunakan sebagai hiasan dinding. Solid surface dianggap mempunyai keunikan tersendiri yang tidak dapat ditemukan pada batu alam.

Seperti kita tahu, solid surface merupakan material buatan manusia. Artinya bahan tersebut diproduksi di pabrik, bukan terbentuk secara alami. Bahan-bahan pembuatan solid surface umumnya terdiri dari serbuk kaca, akrilik, serbuk bauksit, epoxy, resin poliester, dan pigmen. Setelah dicampurkan dengan komposisi tertentu, campuran tadi selanjutnya dipanaskan hingga suhunya mencapai 60-160 derajat celsius, lalu didinginkan.

bahan-baku-solid-surface.jpg

Biar Anda lebih memahami karakteristik dan fungsi dari bahan pembentuk solid surface, mari kita bahas secara bersama-sama!

  1. Akrilik

Akrilik adalah bahan baku untuk pembuatan solid surface. a merupakan plastik yang memiliki sifat-sifat menyerupai kaca. Beberapa karakteristik akrilik yang dinilai lebih unggul daripada kaca yaitu elastis, ringan, tidak gampang pecah, mudah dipotong, serta cepat mengkilap. Pada solid surface, akrilik bersama dengan serbuk kaca mengisi lapisan yang paling luar.

  1. Serbuk Kaca

Dalam proses produksi solid surface, serbuk kaca termasuk bahan opsional. Artinya produsen tidak wajib menggunakan serbuk kaca ketika sedang membuat material solid surface. Namun penggunaan serbuk kaca sebagai bahan tambahan akan menciptakan material dengan tingkat kilau yang lebih baik dibandingkan dengan material yang hanya dilapisi oleh akrilik saja. Penambahan serbuk kaca juga bertujuan untuk meningkatkan kuat tekan yang dimiliki oleh solid surface.

  1. Epoxy

Epoxy digunakan sebagai bahan perekat material-material pembentuk solid surface dan melindunginya. Epoxy ialah kopolimer yang terbuat dari campuran bahan resin dan bahan pengeras. Campuran kedua bahan tersebut akan memicu terjadinya reaksi antara kelompok amina dan kelompok epoksida sehingga membentuk ikatan kovalen. Inilah kenapa polimer yang dihasilkan dari proses tadi memiliki karakteristik yang kuat dan kaku. Adapun proses polimerisasi ini dapat dikontrol melalui suhu.

  1. Poliester

Poliester merupakan serat sintetis yang banyak terkandung di dalam minyak bumi. Pembuatan solid surface membutuhkan poliester sebagai bahan pelapis material. Poliester kristalin cair termasuk salah satu polimer kristalin cair yang banyak digunakan dalam industri lantaran ketahanannya yang baik terhadap api. Sedangkan resin poliester chemosetting sering dipakai sebagai resin pelapis kaca serat.

  1. Serbuk Bauksit

Bahan pengisi pada produk solid surface yaitu serbuk bauksit. Bauksit dikenal sebagai bijih utama penghasil aluminium yang terdiri dari hydrous aluminium oksida serta aluminium hidroksida. Bauksit tidak termasuk ke dalam mineral, melainkan batuan yang mengandung banyak mineral di antaranya gibbsit, boehmit, diaspor, geothit, rutil, anatase, hematitit, dan kaolinit.

  1. Pigmen

Kenapa solid surface mempunyai beragam warna yang membentuk motif tertentu? Hal ini tidak lain disebabkan oleh kandungan pigmen di dalamnya yang ditambahkan pada saat proses produksi. Pigmen adalah zat warna yang mampu mengubah warna cahaya tampak melalui proses absorpsi selektif terhadap panjang gelombang di kisaran tertentu. Berbeda dengan zat pendar, zat pigmen tidak menghasilkan warna, tetapi mengubah panjang gelombang. Itulah kenapa, warna yang ditimbulkan oleh pigmen dapat bertahan dalam waktu yang lama.