Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Batako

Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas batako? Batako adalah bata yang terbuat dari adukan pasir dan teras atau semen. Permukaan batako biasanya berongga. Dibandingkan dengan batu bata, ukuran batako lebih besar. Ukuran standarnya yaitu 8 x 24 x 32 cm. Namun saat ini sudah banyak batako yang dibuat dengan berbagai ukuran dimensi.

Kekuatan suatu batako dipengaruhi oleh perbandingan adukan bahan baku yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. Jadi pemakaian untuk tujuan yang berbeda membutuhkan batako dengan spesifikasi yang berbeda pula. Batako yang baik harus sanggup memiliki kekuatan yang tinggi dalam menahan tekanan secara aman. Minimal kekuatan batako tersebut telah sesuai dengan SNI. Tidak tepat apabila Anda membuat batako yang mempunyai kekuatan melebihi kebutuhan karena akan memperbesar anggaran pembangunan.

faktor-kualitas-batako.jpg

Setidaknya terdapat lima faktor yang mempengaruhi kualitas batako, antara lain :

  1. Kualitas Semen

Faktor pertama yang sangat menentukan mutu batako ialah semen yang digunakan. Usahakan Anda memakai semen yang masih baru. Anda bisa mengenalinya dengan melihat tanggal produksi semen. Cek juga mutu semen secara langsung menggunakan tangan. Hindari memakai semen yang sudah menggumpal karena kemampuannya sudah berkurang.

  1. Penggunaan Air

Konsistensi dan kemampuan kerja adukan sebagai bahan baku pembentuk batako dipengaruhi oleh penggunaan air. Semakin banyak jumlah air yang ditambahkan pada suatu perbandingan semen dan air menyebabkan kualitas betonnya akan menurun. Hal ini terjadi lantaran penambahan air mengakibatkan timbulnya kekosongan ruang. Jika batako memiliki ruang kosong yang terlalu banyak, maka strukturnya pun menjadi keropos.

  1. Pasir dan Kerikil

Sudah semestinya bahan baku yang dipakai untuk membuat batako harus bersih. Sebaiknya gunakan pasir yang mempunyai butiran agak kasar dengan ukuran partikel maksimal 5 mm. Sedangkan ukuran kerikil yang ideal di antaranya 9.2, 19, dan 26.5 mm. Pastikan kerikil tersebut tertanam di dalam adukan sehingga tidak dapat terlihat dari sisi luar batako.

  1. Kehalusan Kerikil

Di atas sudah disinggung sedikit mengenai kerikil yang bagus sebagai bahan baku batako. Secara langsung, spesifikasi kerikil yang digunakan akan mempengaruhi kualitas batako yang dihasilkan. Semakin halus ukuran kerikil yang dipakai, maka semakin menurun pula mutu batako tersebut. Penyebabnya yaitu penggunaan kerikil yang halus menyebabkan peningkatan jumlah pemakaian semen sebagai perekatnya. Struktur yang terlalu banyak disusun oleh semen mengakibatkannya getas.

  1. Mesin Cetak

Tahukah Anda, pembuatan batako melalui proses pencetakan. Proses ini biasanya dilakukan memakai mesin khusus sehingga pekerjaan membentuk adukan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Hasil cetakannya pun akan selalu sama antara satu dengan yang lain. Hal ini membuat standar mutu produksi tetap terjaga dengan baik. Mesin cetak batako yang mengalami kerusakan mengakibatkan kualitas hasil cetakannya pun menurun karena mengalami cacat atau ukurannya tidak seragam.