Material
Apr19

Ciri-ciri Kayu Gaharu yang Asli

Bagaimana ciri-ciri kayu gaharu yang asli? Gaharu dihasilkan oleh tanaman penghasil gaharu. Contohnya antara lain Aquilaria malaccensis, Aquilaria beccariana, Aquilaria microcarpa, Aquilaria filaria, Aquilaria cumingiana, Aquilaria tomntosa, Grynops audate, Grynops podocarpus, Grynops versteegii, dan Wikstoemia androsaemifolia. Jadi pohon gaharu pada hakikatnya tidak ada. Adanya adalah pohon penghasil gaharu. Tanaman-tanaman yang dapat menghasilkan gaharu inilah yang dinamakan pohon gaharu.

Lantas apa sih gaharu itu? Gaharu adalah gumpalan penuh aroma yang terdapat di antara sel-sel kayu. Gaharu pada umumnya berwarna cokelat muda sampai hitam. Setelah melalui tahap penyulingan, maka didapatkan minyak esensial yang biasa digunakan sebagai bahan pengikat parfum, kosmetik, dan obat herbal. Sedangkan untuk sisa penyulingan gubal gaharu tersebut yang berupa serbuk gaharu dapat dimanfaatkan untuk membuat dupa, hio, kamper, obat nyamuk, dan bubuk aroma terapi.

ciri-ciri-kayu-gaharu.jpg

Bagaimana proses pembentukan gubal gaharu? Gubal baru akan terbentuk apabila pohon penghasil gaharu terinfeksi oleh mikroba fusarium sp. Infeksi tersebut bisa terjadi secara alami atau lewat bantuan manusia. Caranya kita cukup menyuntikkan mikroba fusarium sp. dalam jumlah yang cukup ke dalam pohon penghasil gaharu supaya terinfeksi. Setelah itu, pohon yang telah disuntik tadi akan menghasilkan gubal gaharu sedikit demi sedikit. Hasilnya baru terlihat nyata setelah 1-3 tahun kemudian.

Kayu gaharu yang asli mempunyai ciri-ciri khusus di antaranya :

  1. Beraroma wangi alami mirip kemenyan
  2. Tekstur getahnya licin menyerupai kaca
  3. Memiliki warna cokelat muda sampai hitam
  4. Mengandung damar yang sangat banyak
  5. Damar tersebut akan menempel di tangan jika dipegang

Tingkat permintaan pasar akan kayu gaharu semakin meningkat dari hari ke hari. Kebanyakan kayu ini digunakan untuk mendukung jalannya peribadatan agama. Di Arab khususnya, kayu gaharu banyak dipakai untuk membuat siwak. Setidaknya terdapat tiga macam produk yang dapat dibuat oleh pohon penghasil gaharu yaitu gubal, kemedangan, dan abu/cincangan. Harga masing-masing produk tersebut dipengaruhi oleh kualitasnya.

Gubal Gaharu

Gubal gaharu dapat dikelompokkan menjadi empat kelas yaitu :

  1. Kelas super : gubal gaharu berwarna hitam merata, aromanya sangat kuat, dan mengandung damar wangi dalam konsentrasi yang tinggi.
  2. Kelas super AB : gubal gaharu berwarna hitam kecokelatan, memiliki aroma yang kuat, dan mengandung damar wangi cukup tinggi.
  3. Kelas sabah super : gubal gaharu berwarna hitam kecokelatan, aromanya cukup kuat, serta memiliki kandungan damar wangi sedang.
  4. Kelas C : gubal gaharu berwarna hitam bergaris-garis putih, kepingan kayunya cukup tipis, dan kondisinya rapuh.

Kemedangan Gaharu

Kemedangan gaharu ini terbagi menjadi tujuh kelas antara lain :

  1. Tanggung A : kemedangan gaharu berwarna cokelat kehitaman, aromanya agak kuat, dan mengandung damar wangi yang tinggi.
  2. Sabah I : kemedangan gaharu berwarna cokelat bergaris-garis putih tipis, memiliki aroma agak kuat, dan mengandung damar wangi sedang.
  3. Tanggung AB : kemedangan gaharu berwarna cokelat bergaris-garis putih tipis, beraroma agak kuat, dan mengandung damar wangi yang sedang.
  4. Tanggung C : kemedangan gaharu berwarna kecokelatan bergaris-garis putih tipis, beraroma agak kuat, dan mempunyai kandungan damar wangi sedang.
  5. Kemedangan I : kemedangan gaharu berwarna kecokelatan bergaris-garis putih lebar, aroma agak kuat, serta kandungan damar wanginya sedang.
  6. Kemedangan II : kemedangan gaharu berwarna putih keabu-abuan bergaris-garis hitam tipis, beraroma kurang kuat, dan mengandung damar wangi kurang.
  7. Kemedangan III : kemedangan gaharu berwarna putih keabu-abuan, aromanya kurang kuat, dan mempunyai kandungan damar wangi kurang.

Abu/Cincangan Gaharu

Abu atau cincangan gaharu adalah potongan-potongan kayu gaharu berukuran kecil yang diperoleh dari sisa penghancuran atau pengerokan kayu gaharu. Pada tahun 2000-an, harga abu/cincangan gaharu ini sekitar Rp 4-5 juta/kg. Namun saat ini harganya semakin melambung tinggi hingga mencapai Rp 10-20 juta/kg tergantung kualitasnya. Perlu Anda ketahui, pasar begitu berminat terhadap gaharu yang dihasilkan oleh Aquilaria malaccensis sebab gaharu yang diproduksinya memiliki kualitas yang sangat baik.