Material
Jul14

Cara Menyimpan Semen yang Benar

Bagaimana cara menyimpan semen yang benar? Semen adalah bahan bangunan yang berfungsi sebagai zat pengikat. Material ini merupakan bahan baku dalam pembuatan adukan beton untuk keperluan pendirian struktur dan konstruksi bangunan. Semen memungkinkan material-material penyusun beton dapat terikat satu sama lain.

Semen-semen yang sudah Anda beli harus disimpan dengan metode yang baik dan benar. Tujuannya tentu saja tidak lain adalah untuk mempertahankan kualitas dari semen tersebut. Semen yang bermutu bagus ditandai dari butirannya yang terurai dan terlihat lembut seperti debu. Bila Anda salah dalam menyimpan semen, maka akibatnya kualitasnya bakal menurun karena menggumpalnya partikel-partikel semen.

Karena memiliki sifat yang gampang mengeras, material yang memerlukan penanganan khusus seperti semen ada baiknya disimpan di tempat yang terbebas dari air. Berikan naungan di atas semen tersebut yang berfungsi untuk melindunginya dari air hujan serta hindari menyimpan semen bersentuhan langsung dengan tanah. Sangat dianjurkan untuk memberikan balok-balok kayu yang dilapisi triplek sebagai landasan semen.

cara-menyimpan-semen.jpg

Lantas bagaimana sih caranya yang benar dalam penyimpanan semen itu?

Simpan di Ruangan yang Tertutup

Wajib hukumnya menyimpan semen di ruangan yang tertutup serta terhindar dari sinar matahari dan air hujan. Berikan alas berupa selembar papan kayu untuk menjaga kondisi semen tetap kering. Lebih tepat lagi jika kayu tersebut dibuat berongga pada bagian bawahnya. Hindari meletakkan karung semen langsung di atas permukaan lantai sebab berisiko terkena kelembaban dari penguapan air atau pengembunan lantai.

Susun Kemasan Semen Secara Bersilang

Apabila Anda berniat untuk menyimpan semen dalam jumlah yang cukup banyak, disarankan menyusun karung-karung semen tersebut dengan susunan yang saling-menyilang. Tepat sekali, susunan ini mirip seperti pada susunan batubata. Mula-mula letakkan semen dalam posisi yang sejajar, kemudian tumpuk semen lain di atasnya namun dalam posisi yang berkebalikan dengan posisi susunan di bawahnya. Dengan begini, tumpukan semen tersebut pun tidak akan mudah terjatuh.

Berikan Ruang untuk Sirkulasi Udara

Jangan pernah sekali-kali menumpuk beberapa semen dalam susunan yang rapat. Meskipun hal tersebut akan menghemat tempat, tetapi susunan semen yang terlampau rapat mengakibatkan udara terjebak di sela-sela kemasan semen sehingga tingkat kelembabannya akan meningkat. Jika dibiarkan terus-menerus, lama-kelamaan semen pun akan menggumpal dan mengeras menjadi baru. Lebih direkomendasikan untuk memberikan ruang atau celah secukupnya di antara tumpukan semen sebagai jalur sirkulasi udara.

Gunakan Semen yang Pertama Kali Disimpan

Agar kondisi setiap semen yang disimpan di dalam gedung tetap terjaga dengan baik, Anda harus menerapkan metode first in first out. Jadi semen yang lebih dahulu masuk ke dalam gudang harus digunakan lebih awal. Kendala dalam teknik ini yaitu semen yang pertama kali datang biasanya terletak di tumpukan yang paling bawah sehingga sulit diambil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, lakukanlah penumpukan sak-sak semen berdasarkan waktu kedatangannya. Jangan pernah sekali-kali menumpuk semen yang datang di hari yang berbeda.

Jaga Kondisi Kebersihan Ruangan

Ruangan yang dijadikan sebagai gudang penyimpanan semen harus senantiasa dijaga kebersihannya. Tingkat kelembaban ruangan tersebut juga wajib dikontrol dengan baik serta diusahakan supaya kondisinya tetap kering. Salah satu kunci utamanya adalah dengan menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan agar senantiasa bergerak lancar.

Tetap Letakkan di Tempat yang Terlindung

Jika karena alasan-alasan tertentu Anda tidak mungkin menyimpan semen di dalam gudang, tetaplah meletakkan semen tersebut di tempat yang teduh. Utamanya yaitu tempat yang terlindung dari terik matahari dan curah hujan yang tinggi. Jangan lupa tutuplah susunan semen ini menggunakan kain terpal untuk memberikan perlindungan yang lebih maksimal.