Material
May11

Cara Menebang, Memotong, dan Mengolah Bambu

Bambu adalah material alami yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bangunan dan furnitur. Selain harganya lebih murah, bambu memiliki keunggulan pada pesona asri dan natural yang mampu ditampilkannya. Jika diawetkan dengan proses yang benar, bambu juga mempunyai daya tahan dan kekuatan yang sangat tinggi.

Sebelum dapat digunakan untuk membuat suatu kerajinan, bambu harus melewati serangkaian proses yang saling berurutan terlebih dahulu. Mulai dari menebang pohon bambu, memotong bambu sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan, hingga mengolah bambu tersebut agar layak pakai. Lantas, bagaimana sih cara yang benar dalam melaksanakan ketiga pekerjaan ini?

cara-memotong-bambu.jpg

Proses Penebangan Bambu

Bambu yang cocok dimanfaatkan untuk tiang bangunan ialah bambu petung yang kondisinya setengah tua. Pemakaian bambu petung yang tua justru tidak direkomendasikan sebab strukturnya akan gampang mengalami keretakan saat telah terpasang. Sedangkan untuk keperluan struktur bangunan, gunakan bambu gombong yang sudah tua. Ciri-cirinya yaitu terdapat bercak putih di permukaannya, tidak mempunyai kelopak, tumbuh akar di batang bagian bawah, mengeluarkan suara nyaring ketika dipukul, dan serat dagingnya berwarna cokelat.

Di kalangan masyarakat jawa, ada beberapa kepercayaan dan pantangan yang harus dipatuhi pada waktu menebang pohon bambu terkait bulan, hari, dan jam yang baik. Hindari lah menebang bambu pada tanggal 13, 14, dan 15 karena pohon ini akan banyak menyerap air tanah sebagai akibat dari naiknya permukaan air laut ketika bulan purnama. Dilarang juga menebang bambu pada hari Selasa dan Sabtu, sebab pada kedua hari ini bambu dipercaya mengalami peremajaan sel sehingga kekuatannya berkurang.

Jangan pernah pula menebang pohon bambu sebelum jam 12 siang karena kadar gula yang terkandung di dalamnya masih tinggi. Proses penebangan sebaiknya dikerjakan setelah jam 12 siang saat kadar gulanya lebih rendah sehingga bambu tidak mudah diserang hama. Hindari juga menebang pohon yang sedang mengeluarkan rebung karena pohon tersebut pasti tengah menyuplai makanan yang dimilikinya. Selain itu, tidak boleh menebang bambu yang mengeluarkan bunga mengingat pohon ini kemungkinan sedang stres dan kondisinya rapuh.

Kini saatnya pelaksanaan tahap penebangan pohon bambu. Pilih lah bambu yang usianya sudah cukup tua dan terlihat berdiri kokoh. Penebangan dilakukan dengan memotong pangkal batang bambu hingga putus menggunakan alat bantu berupa golok. Setelah benar-benar terputus, bambu tersebut segera diangkat agar tidak merusak pohon-pohon yang lainnya. Yap, menebang bambu tidak bisa langsung dirobohkan seperti menebang pohon-pohon lain sebab tanaman ini membentuk semak yang rimbun dan saling berdempetan.

Proses Pemotongan Bambu

Memotong berarti kita membagi bambu yang berukuran panjang menjadi beberapa bagian yang pendek. Anda bisa memakai gergaji yang memiliki mata yang tajam dan kuat untuk memotong bambu. Pemakaian gergaji yang kurang tajam malah akan mengakibatkan hasil potongan kurang rapi dengan sisi pinggiran yang robek dan pecah. Yang benar, potong lah bambu tepat pada bagian penghubung anta-ruas supaya tidak gampang retak.

Sementara itu, bambu juga dapat dibelah menjadi setengah bagian, sepertiga, seperempat, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk merubah bentuk bambu yang awalnya berupa gelonggongan menjadi bilah-bilah sehingga mudah disusun. Biasanya, bambu dibelah menggunakan golok dari ujung atas hingga ke bagian pangkal. Biar lebih mudah, bambu dibelah sedikit satu ruas saja, kemudian injak bagian bawah bambu serta bagian atasnya ditarik ke atas memakai tangan kosong. Maka secara otomatis, bambu pun akan pecah lalu terbelah hingga ke ujung. Jangan lupa sebelum dipakai, pinggiran bambu tersebut perlu dihaluskan dengan ampelas terlebih dahulu.

Proses Pengolahan Bambu

Bambu bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tangan, furnitur, dan material bangunan. Namun sebelumnya bambu ini harus melalui proses pengawetan bambu terlebih dahulu agar mempunyai daya tahan yang lama serta strukturnya lebih kuat dan kokoh.

Bambu bisa dipasang menggunakan paku atau tali. Gunakan paku yang berukuran tidak terlalu besar dengan ketukan martil secara perlahan-lahan dan lurus supaya tidak pecah. Di samping itu, bambu juga dapat diikat memakai tali dan rotan. Bisa juga memakai ibo knot yakni tali tradisional dari Jepang. Setelah dirasa pemasangan bambu sudah cukup kuat, selanjutnya berikan finishing pada bambu tersebut sebagai bahan pelindung sekaligus penghiasnya.