Material
Sep18

Cara Membuat Papan Serat dengan 9 Langkah

Bagaimana cara membuat papan serat? Papan serat adalah papan buatan yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung liknoselulosa yang direkatkan, kemudian dilakukan pengempaan dingin serta pengempaan panas. Tingkat kerapatan serat menurut standar ISO antara lain kerapatan rendah 0.35 gr/cm3, kerapatan sedang 0.35-0.8 gr/cm3, dan kerapatan tinggi lebih dari 0.8 gr/cm3.

Pembuatan papan serat pada mulanya hanya sekadar untuk mengatasi masalah lingkungan hayati akibat tumpukan sampah kayu. Kayu-kayu bekas yang sudah tidak terpakai diolah sedemikian rupa agar bisa digunakan kembaliĀ  dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Tak disangka ternyata antusiasme masyarakat terhadap papan serat begitu tinggi sampai akhirnya membentuk market tersendiri yang sangat potensial.

Pepatah mengatakan kalau ada gula pasti ada semut di sekitarnya. Begitu pula dengan manisnya berbisnis furniture papan serat. Mengingat tingkat permintaan pasar akan perabotan dari papan serat ini begitu tinggi, maka jangan heran kalau ada banyak sekali para pengusaha yang berani dan mau menyediakannya. Nah, kali ini kita secara bersama-sama akan belajar tentang langkah-langkah pembuatan papan serat.

Langkah 1. Pembuatan Serpih

Dahulu kala, perusahaan hanya memanfaatkan serpihan kayu (chip) sisa dari proses penggergajian. Namun seiring dengan meningkatnya jumlah produksi, perusahaan pun mau tak mau harus membuat serpihan kayu ini sendiri. Chip terbuat dari kayu tanpa lapisan kulit agar daya tahannya awet. Pembuatannya secara konvensional dilakukan dengan memotong atau membelah kayu beberapa kali hingga ukuran partikel-partikelnya menjadi sangat kecil. Kurang lebih ukuran serpihan kayu yang diharapkan adalah 25 x 25 x 10 mm.

Langkah 2. Penyaringan Serpih

Serpihan kayu yang sudah terkumpul hampir bisa dipastikan kalau ukurannya tidak sama. Oleh sebab itu, langkah berikutnya adalah menyaring serpihan-serpihan kayu tersebut, terutama memisahkan serpih kayu yang ukurannya terlalu besar. Tujuan dari dilakukannya penyaringannya ialah memperoleh ukuran serpihan-serpihan kayu yang seragam dan sesuai dengan standarisasi yang berlaku. Proses ini dilaksanakan memakai alat penyaring khusus. Anda bisa membeli mesin penyaring serpihan kayu di www.alatperabotan.com.

Langkah 3. Pembuatan Massa Berserat (Pulp)

Langkah selanjutnya yaitu pembuatan massa berserat (pulp) dari serpih kayu/chip yang telah berhasil dikumpulkan. Tidak hanya melalui metode pengerjaan secara mekanik, proses pembuatan massa berserat ini juga dapat dilakukan secara kimia, semi kimia, thermal, serta eksplosi. Dikarenakan proses pengerjaannya yang sangat rumit dan harus mempertimbangkan aspek-aspek tertentu, kami akan membahas topik ini di artikel mendatang supaya pembahasannya bisa lebih lengkap dan mendalam.

Langkah 4. Pengeringan Massa Berserat

Massa berserat perlu dikeringkan terlebih dahulu sebab kandungan air di dalamnya turut mempengaruhi proses pembuatan papan serat. Jika kadar air di massa berserat terlalu tinggi, risiko terjadinya blow up pada saat dilakukan pengempaan pun meningkat tajam. Sebaliknya apabila kandungan air ini terlalu rendah, laju transfer panas dari permukaan papan ke bagian dalamnya akan berkurang. Akibatnya waktu pengempaan pun semakin lama. Adapun kadar air yang ideal berada di titik jenuh serat berkisar antara 25-30 persen.

proses-pembuatan-papan-partikel.jpg

Langkah 5. Pemberian Bahan Perekat

Bahan perekat merupakan suatu bahan yang memiliki fungsi perekatan sehingga dapat merekatkan atau menjadikan satu bahan-bahan yang direkatkan. Cara penerapan bahan perekat biasanya dilakukan dengan menempelkan atau mempersatukan benda. Contoh-contoh bahan perekat antara lain glue, resin, adhesive, binder, dan mucilage. Dalam pembuatan papan partikel, jenis bahan perekat yang dipakai akan mempengaruhi ketahanannya terhadap kelembaban.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memberikan bahan perekat yaitu :

  1. Jumlah bahan perekat yang digunakan harus pas sekitar 2-10 persen dari bobot massa berserat.
  2. Pemberian bahan perekat wajib dilakukan secara merata ke seluruh bagian massa berserat untuk meningkatkan ikatan antar serat.
  3. Diusahakan pH bahan perekat dalam kondisi asam supaya proses pengeringannya bisa berlangsung lebih cepat.
  4. Tingkat viskositas bahan perekat yang disarankan sekitar 200-700 op.
  5. Kadar air mat disarankan mencapai 60-70 persen.

Langkah 6. Pembuatan Mat

Proses pembuatan mat untuk menghasilkan papan serat biasanya dilakukan memakai mesin-mesin khusus yang meliputi deckle box machine, fourdriner machine, serta clynder machine. Ada dua macam metode dalam membuat mat yakni metode basah dan metode kering. Proses pembuatan mat menggunakan metode basah melewati tiga tahap antara lain dryning process, dry pressing process, dan wet pressing process. Sementara itu, pembuatan mat dengan metode kering terdiri dari dua tahap yaitu dry pressing process dan semi dry pressing process. Mat lantas dikeringkan dengan mengatur kecepatan penguapan air, kelembaban, dan suhu.

Langkah 7. Pengempaan Panas

Fungsi pengempaan panas adalah mengubah uap air pada mat menjadi uap air yang dapat mengenyalkan serat kayu sehingga mudah ditekan. Tahap ini sekaligus berfungsi untuk mengalirkan transmisi panas dari lapisan permukaan papan menuju ke bagian tengah papan serat agar proses polimerisasi perekat dapat berlangsung lebih cepat. Adapun prosesnya sendiri dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Pengempaan panas menggunakan suhu 2000 oC dengan tekanan 50 kp/cm2 selama 1,5 menit. Setelah itu, tekanan diturunkan sampai 15 kp/cm2 dan dipertahankan selama 4,5 menit.
  2. Kemudian dari tekanan 15 kp/cm2 ini dinaikkan lagi mencapai tekanan 50 kp/cm2. Pertahankan tekanan ini selama waktu 2,5 menit.
  3. Lalu dari tekanan 50 kp/cm2 tadi dilepaskan untuk mengubah nilai tekanannya ke titik nol secara perlahan-lahan.

Langkah 8. Pengempaan Dingin

Pengempaan dingin berfungsi untuk mengeluarkan kadar air dan gelembung udara yang terdapat di dalam mat. Langkah ini juga dapat memadatkan mat serta menentukan tebal mat lebih awal sehingga penghitungan kebutuhan sumber energi dan biayanya bisa dilakukan sejak awal. Selain itu, pengempaan dingin memiliki kegunaan untuk membantu mengalirkan bahan perekat sehingga membentuk lapisan tipis serta membantu proses pemindahan/penembusan bahan perekat dari bagian permukaan papan ke bagian papan yang lainnya.

Langkah 9. Pemotongan Papan Serat

Papan serat selanjutnya akan dipotong sisi panjang dan sisi lebarnya menurut ketentuan tertentu. Pemotongan papan serat wajib dilaksanakan sesuai standar dan keinginan pemesan. Papan serat yang telah dipotong lalu diampelas untuk menghilangkan lapisan permukaan bagian atas yang langsung mengalami pengerasan, menghasilkan permukaan yang bertekstur halus, serta menghasilkan ukuran permukaan yang lebih luas dan tepat. Setelah pekerjaan pengampelasan selesai lantas papan-papan serat ini disortir berdasarkan tingkat kualitasnya.