Material
Feb18

Cara Membuat Keramik dari Tanah Liat seperti Ahlinya

Keramik adalah kerajinan yang terbuat dari tanah liat yang dibakar kemudian dicampur dengan bahan mineral tertentu. Bentuknya bermacam-macam. Ada yang berupa patung, miniatur, perkakas, hiasan dinding, cenderamata, hingga perabotan. Tidak heran, kerajinan ini sangat digemari oleh berbagai kalangan terutama untuk memperindah tampilan desain rumah miliknya.

cara-membuat-keramik-tanah.jpg

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat keramik terdiri dari :

  1. Tanah liat, syarat-syarat tanah yang baik meliputi bebas dari kotoran, butiran tanahnya halus, teksturnya plastis, dan daya susutnya kurang dari 10 persen.
  2. Kayu bulat sebagai penggiling untuk membentuk tanah menjadi lempengan.
  3. Meja putar berguna untuk membuat bentuk keramik yang berpenampang lingkaran atau silinder.
  4. Tali pemotong dipakai untuk memotong tanah liat serta mengambil keramik mentah dari meja putar.
  5. Cetakan bermanfaat untuk mempermudah pembentukan tanah sesuai dengan modelnya. Cetakan ini biasanya terbuat dari bahan gips.
  6. Butsir berfungsi untuk membantu pembentukan tanah melalui pencongkelan.
  7. Pisau pahat berguna untuk memahat tanah agar tampilan keramik terlihat lebih dekoratif.
  8. Sudip digunakan untuk membuat hiasan pada bahan keramik yang mentah.
  9. Tungku pembakaran dipakai untuk membakar tanah yang sudah dijemur hingga kering.

Cara Membuat

Berikut ini rangkaian langkah-langkah dalam pembuatan keramik mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengglasiran keramik.

Langkah 1 : Pengolahan Tanah Liat

Bahan baku keramik berupa tanah liat perlu diolah sedemikian rupa terlebih dahulu sebelum digunakan. Tujuannya untuk memperbaiki karakteristik tanah liat sehingga dapat menghasilkan keramik yang berkualitas unggulan. Proses-prosesnya antara lain pengurangan ukuran butiran, penyaringan, pencampuran, pengadukan, dan pengurangan kadar air.

Setelah didapatkan butiran tanah yang berukuran 60-100 mesh, tanah tersebut lantas dicampur dan diaduk supaya menjadi homogen. Setelah itu, kadar air yang terkandung di dalam tanah dikurangi sehingga teksturnya plastis. Berikutnya tanah melewati proses pengulian untuk membuang gelembung-gelembung udara yang terjebak di dalamnya.

Langkah 2 : Pembentukan Tanah

Pembentukan dilakukan dengan mengubah bentuk tanah dari yang semula berupa bongkahan menjadi wujud yang diinginkan. Proses pembentukan ini bisa dikerjakan melalui 3 metode yaitu pembentukan dengan tangan, pembentukan dengan teknik putar, dan pembentukan dengan teknik cetak.

Pembentuk tanah dengan tangan kosong bisa dilaksanakan menggunakan teknik pemijatan, teknik pemilinan, dan teknik lempengan. Sedangkan teknik putar dikerjakan di atas meja putar, baik manual ataupun elektronik. Dan pembentukan tanah melalui teknik cetak dilakukan dengan mencetak tanah di cetakan yang biasanya terbuat dari gips atau silikon.

Langkah 3 : Pengeringan Keramik Basah

Tanah liat yang sudah selesai dibentuk menjadi keramik basah lalu dikeringkan untuk menghilangkan air yang terjebak di dalamnya. Proses-proses yang terjadi selama pengeringan yaitu air di lapisan antar-partikel tanah mendifusi ke permukaan, kemudian air di dalam pori-pori tanah menguap, dan terakhir air di permukaan tanah menghilang.

Proses pengeringan yang terlalu cepat mengakibatkan air menghilang secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah dengan sempurna sehingga terjadilah penyusutan mendadak. Akibatnya bahan keramik mentah pun mengalami keretakan bahkan pecah. Paling baik, pengeringan dilaksanakan dengan memanfaatkan angin sepoi-sepoi dan suhu ruangan.

Langkah 4 : Pembakaran Keramik Mentah

Proses pembakaran dimaksudkan untuk mengubah massa keramik yang semula rapuh menjadi padat, keras, dan kuat. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pembakaran di antaranya suhu matang, atmosfer tungku, dan mineral yang terlibat. Bahan-bahan keramik mentah kemudian dimasukkan ke dalam tungku pembakaran lalu dibakar memakai suhu sekitar 700-1.000 derajat celcius.

Langkah 5 : Pengglasiran Keramik

Tujuan pengglasiran ialah untuk melindungi keramik, memperkuat struktur, dan memperindah tampilannya. Penerapan bahan glasir ini dapat dilakukan dengan cara dicelup, disemprot, dituang, atau dikuaskan ke permukaan keramik secara merata. Terakhir, keramik-keramik yang telah diglasir ini perlu melewati tahapan pembakaran glasir terlebih dahulu untuk menyempurnakan hasilnya.