Cara Membuat Genteng Tanah Liat sampai Jadi

Proses pembuatan genteng tanah liat melalui beberapa tahan yang harus dilaksanakan secara runtut. Setiap tahap dalam proses tersebut wajib dilakukan sebaik-baiknya demi menjaga mutu dan kualitasnya. Dari mulai pemilihan bahan baku berupa tanah liat, pengolahan tanah liat sebelum bisa diproses, tahap pencetakan dan pembuatan genteng, pengeringan, membuat teksturnya lebih halus, pembakaran genteng tanah liat, sampai proses penyortiran.

Kami akan mencoba menjelaskannya sebagai berikut!

Tahap 1. Pemilihan Bahan Baku

Bahan baku untuk membuat genteng tanah liat sudah pasti adalah tanah liat. Namun tidak semua tanah liat bisa diolah menjadi genteng. Anda harus memakai tanah liat yang memiliki kandungan senyawa kaolin (Al2O3 2SiO4.2H2O). Tanah liat semacam ini bisa Anda dapatkan di area lapangan, perkebunan, ladang, atau pegunungan. Hanya bagian dalam saja yang diambil, sedangkan lapisan tanah atas (top soil) tidak digunakan karena mengandung banyak humus.

pembuatan-genteng-tanah-liat.jpg

Pengambilan tanah liat yang menjadi bahan baku pembuatan genteng tanah liat bisa dilakukan dengan membuang lapisan tanah atas terlebih dahulu. Lapisan ini mempunyai kedalaman hingga 100 cm. Barulah kemudian tanah yang berada di bawah 1 m sampai 500 m bisa dipakai. Selanjutnya tanah liat dibersihkan dari sampah yang mengotorinya. Setelah itu, tambahkan air, pelumas genteng (solar), pasir, dan abu merang secukupnya.

Tahap 2. Pengolahan Tanah Liat

Tanah liat yang telah dibersihkan lantas diolah sedemikian rupa melalui proses penggilingan. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan tanah liat yang bagus dengan karakteristik yang lebih halus dan rata. Caranya masukkan tanah liat tadi ke dalam mesin penggiling tanah khusus yang disebut mesin gilis. Perlu diperhatikan, tanah liat harus dicampur dengan abu merang, pasir, dan pelumas genteng terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mesin ini agar teksturnya .tidak terlalu lembek sehingga mudah digiling.

Lakukan proses pengolahan tanah liat ini sampai didapatkan pencampuran bahan baku yang benar-benar rata dan strukturnya lebih padat. Jumlah penggilingannya sendiri bisa mencapai 3-5 kali. Proses penggilingan ini harus dilakukan secara cepat supaya karakteristik bahan baku tidak terlanjur berubah atau rusak. Biasanya mesin penggiling tanah ini secara otomatis akan membentuk tanah menjadi kotak-kotak sesuai ukuran genteng yang bakal dicetak.

Tahap 3. Pencetakan Tanah Menjadi Genteng

Proses pencetakan genteng tanah liat juga harus dikerjakan menggunakan mesin pencetakan khusus berupa mesin pres. Sebelum dimasukkan ke dalam mesin ini, tanah liat yang sudah dibentuk kotak-kotak oleh mesin penggiling perlu dipipihkan terlebih dahulu dengan memukul memakai batang kayu. Hal ini bertujuan untuk memadatkan tanah dan menyesuaikannya dengan ukuran mesin. Hasil cetakan tanah liat berupa genteng yang masih basah diangkat untuk dipindahkan ke tempat penjemuran.

Tahan 4. Pengeringan Genteng yang Basah

Proses pengeringan genteng yang masih basah bisa dilakukan melalui beberapa metode. Para pengrajin umumnya menyesuaikan metode yang digunakan dengan kondisi cuaca. Beberapa di antaranya yaitu :

  1. Pengeringan menggunakan sinar matahari. Genteng yang masih basah dijemur di bawah sinar matahari langsung selama 4-5 hari.
  2. Pengeringan dengan cara diangin-anginkan. Genteng yang masih basah diletakkan di dalam gudang terbuka selama 10-15 hari. Angin akan mengeringkannya.
  3. Pengeringan memakai oven. Prosesnya hanya memakan waktu selama 2 hari. Akan tetapi, metode ini membutuhkan biaya yang sangat mahal.

Tahap 5. Penghalusan Permukaan Genteng

Mutu suatu genteng tanah liat salah satunya ditentukan oleh tekstur permukaannya. Pengrajin tentu menginginkan harga jual genteng buatannya mahal. Di sisi lain pembeli mau membayar genteng dengan harga yang lebih tinggi asalkan mendapatkan genteng yang berkualitas bagus. Oleh sebab itu diperlukan upaya penghalusan untuk meningkatkan mutu genteng. Adapun cara menghaluskan permukaan genteng dari sisa-sisa tanah yang menempel bisa dilakukan dengan disisiki/kesik.

Tahap 6. Pembakaran Genteng

Genteng tanah liat yang telah dijemur lantas dibakar di tempat pembakaran khusus. Tungku pembakaran genteng ini disebut secara permanen. Pada saat proses pembakaran tengah berlangsung, suhu di dalamnya bisa mencapai 600 derajat celsius. Proses pembakaran ini dilakukan untuk mematangkan genteng tanah liat yang masih setengah jadi. Setelah matang, maka struktur genteng tersebut akan menjadi jauh lebih kuat, lebih padat, dan lebih kokoh. Genteng tanah liat yang telah dibakar siap untuk digunakan sebagai material atap rumah.