Material
Jun3

Apakah Kelebihan dan Kekurangan Bata Expose?

Bata expose merupakan bahan bangunan yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk balok dengan ukuran tertentu. Pada umumnya, bata ini dibuat menggunakan mesin khusus bukan oleh tenaga manusia. Berbeda dengan batubata, bata expose memiliki bentuk yang sangat presisi, ukurannya pun seragam, dan mempunyai pori-pori yang lebih kecil. Itu sebabnya, material yang sering disebut sebagai bata merah ini terlihat indah sekali.

Pemasangan bata expose biasanya dilakukan begitu saja tanpa adanya lapisan plester dan aci yang menutupinya. Yes, bata seolah-olah diberikan kesempatan yang besar untuk menunjukkan pesona aslinya. Dengan metode ini, dinding pun akan mengeluarkan kesan yang alami sekaligus klasik. Cocok sekali diaplikasikan pada hunian yang menginginkan ketenangan serta nuansa pedesaan yang kental.

kelebihan-kekurangan-bata-expose.jpg

Tentunya semua orang menginginkan tempat tinggalnya kelak dibangun dengan desain rumah impian masa kecilnya. Nah, bagi Anda yang pernah berkhayal tinggal di hunian yang unik, khas, dan bergaya tradisional, Anda bisa mengandalkan material yang satu ini. Tetapi sebelumnya kenali kelebihan dan kekurangan bata expose yuk!

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh bata expose antara lain :

  1. Terlihat alami, tradisional, dan unik sehingga mampu menciptakan nuansa khas pedesaan dan desain klasik yang sangat kuat.
  2. Dapat dipadu-padankan bersama dengan aksesoris dan furnitur yang bergaya Eropa dan Amerika.
  3. Menghemat biaya pembuatan dinding sebab tidak memerlukan plesteran dan acian.
  4. Struktur yang dimilikinya jauh lebih kuat daripada batubata, batako, atau bata hebel.
  5. Proses pemasangannya lebih mudah karena mempunyai bentuk yang seragam dan presisi.

Sementara itu, kekurangan-kekurangan bata expose meliputi :

  1. Diperlukan tenaga kerja yang ahli dalam pemasangannya untuk membuahkan hasil yang indah.
  2. Waktu yang diperlukan dalam penyusunannya juga lebih lama.
  3. Permukaannya mudah ditumbuhi jamur dan lumut, apalagi kalau tidak dilapisi dengan coating.
  4. Interior menjadi lembab karena uap air tidak bisa melewati pori-pori dinding.
  5. Harga materialnya tergolong mahal.
  6. Diperlukan biaya ekstra untuk keperluan perawatannya.