Apa sih Beton Prategang itu?

Teknologi di bidang arsitektur terus mengalami kemajuan seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini terlihat pada keanekaragaman bahan bangunan yang semakin banyak. Salah satunya yaitu beton. Jika dulu kita hanya mengenal tentang beton saja, kini sudah banyak jenis-jenis beton yang ditemukan. Di antaranya adalah beton prategang. Beton prategang merupakan pilihan yang sangat tepat untuk mendirikan bangunan yang berbasis beton.

Berikut ini beberapa pengertian beton prategang menurut PBI, ACI, dan Draft Konsensus Pedoman Beton :

  • PBI (1971)

Beton prategang adalah beton bertulang, di mana telah ditimbulkan tegangan-tegangan intern dengan nilai dan pembagian yang sedemikian rupa hingga tegangan-tegangan akibat beton-beton dapat dinetralkan sampai suatu taraf yang diinginkan.

  • ACI

Beton prategang adalah beton yang mengalami tegangan internal dengan besar dan distribusi sedemikian rupa sehingga dapat mengimbangi sampai batas tertentu tegangan yang terjadi akibat beban eksternal.

  • Draft Konsensus Pedoman Beton (1998)

Beton prategang adalah beton bertulang yang di mana telah diberikan tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat pemberian beban yang bekerja.

apa-itu-beton-prategang.jpg

Beton prategang terbuat dari beton yang diberi tegangan menggunakan besi baja. Kombinasi dari kedua material tersebut menghasilkan material baru yang mempunyai kekuatan sangat baik.

BETON

Beton adalah material yang terbuat dari campuran semen, agregat, dan air dengan komposisi tertentu. Khusus untuk pembuatan beton prategang umumnya dipakai perbandingan bahan yaitu 18% semen, 44% agregat kasar, 31% agregat halus, dan 7% air. Sedangkan jenis beton yang digunakan untuk pembuatan beton prategang yakni beton yang mempunyai kekuatan tekan yang tinggi dengan nilai f’ c minimal 30 Mpa.

Beton akan mengering sempurna setelah usianya mencapai 28 hari. Kekuatan ideal beton ini biasa disebut kuat tekan karakteristik. Kuat tekan karakteristik adalah tegangan yang telah melampaui 95% dari pengukuran kuat tekan uniaksial yang diambil dari tes penekanan standar. Yaitu kubus yang berukuran 15 x 15 cm atau silinder yang memiliki diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.

BAJA

Adapun jenis-jenis baja yang dapat digunakan untuk membuat beton prategang yaitu :

  • PC wire dipakai untuk membuat baja prategang pada konstruksi beton prategang yang memakai sistem pratarik.
  • PC strand digunakan untuk baja prategang pada konstruksi beton prategang yang menggunakan sistem pascatarik.
  • PC bar dipakai untuk pembuatan prategang pada konstruksi beton prategang dengan sistem pratarik.
  • Tulangan biasa digunakan untuk membuat beton konvensional seperti besi polos atau besi ulir.

Proses pemberian gaya konsentris pada beton prategang dapat dilaksanakan melalui dua cara, antara lain :

  1. Pre-tensioned Prestressed Concrete

Beton prategang pratarik (Pre-tensioned Prestressed Concrete) adalah konstruksi beton prategang, di mana kabel tendon ditegangkan menggunakan pertolongan alat pembantu sebelum beton tersebut mengeras. Gaya konsentris di sini dipertahankan  sampai kondisi beton cukup keras.

  1. Post-tensioned Prestressed Concrete

Beton prategang pascatarik (Post-tensioned Prestressed Concrete) adalah konstruksi beton prategang, di mana gaya konsetris diberikan setelah kondisi beton sudah cukup keras. Caranya dilakukan dengan menarik kabel tendon.

Beton prategang mengalami beberapa kali tahap pembebanan. Perlu dilakukan pengecekan terhadap kondisi serat tekan dan serat tarik dari masing-masing penampang di setiap tahap tersebut. Di sini pula berlaku tegangan izin yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi beton dan tendon. Terdapat dua tahap pembebanan pada beton prategang yakni tahap transfer dan tahap servis.

Tahap Transfer

Ini merupakan tahap ketika kondisi beton sudah mulai mengering. Di sini dilakukan penarikan terhadap kabel prategang. Biasanya beban yang bekerja pada tahap ini adalah beban mati struktur. Beban mati struktur yaitu beban dari berat struktur itu sendiri yang ditambah dengan beban para pekerja dan peralatan yang ada di atasnya. Gaya yang bekerja di sini masih maksimum karena belum kehilangan gaya prategang. Sedangkan momen yang bekerja yaitu minimum sebab beban hidup belum bekerja.

Tahap Servis

Tahap servis adalah tahap saat beton prategang digunakan sebagai komponen struktur. Tahap ini dicapai setelah semua potensi kehilangan gaya prategang sudah dipertimbangkan. Beban luar pada kondisi masih maksimum. Sebaliknya, gaya praktekannya mendekati nilai minimum.