Material
Apr9

Apa Saja sih Jenis-Jenis Plastik itu?

Tahukah Anda, plastik ternyata terdiri dari berbagai jenis yang dibedakan menurut bahan baku dan tujuan penggunaannya. Di era modern seperti sekarang, plastik memang menjadi material yang paling banyak digunakan untuk membuat alat dan perabotan yang dapat membantu aktivitas manusia sehari-hari. Bukti yang paling nyata adalah sebagian besar barang-barang di rumah Anda terbuat dari bahan plastik. Iya kan?

Plastik merupakan material yang istimewa karena bisa dibentuk menjadi apapun. Tidak hanya barang-barang rumah tangga, plastik juga banyak digunakan di dalam industri otomotif, pertukangan, pesawat, hingga wadah penyimpanan. Tentu saja jenis plastik yang digunakan untuk masing-masing industri tersebut berbeda satu sama lain. Ada plastik yang sangat kuat, berkualitas tinggi, aman bagi manusia, dan dapat didaur ulang. Tetapi ada pula plastik yang tidak bisa didaur ulang dan mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya.

Paling tidak terdapat delapan macam plastik menurut karakteristik yang dimilikinya. Di antaranya meliputi PETE/PET, HDPE, V/PVC, LDPE, PP, PS, PMMA, dan PC. Masing-masing dari jenis plastik tersebut dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Misalnya PP umumnya dipakai untuk membuat wadah makanan dan minuman karena aman bagi kesehatan. Sedangkan PVC sering digunakan sebagai bahan bangunan karena kuat dan tahan lama. Nah, penjelasan lengkap mengenai semua jenis plastik di atas akan kami tuliskan dalam ringkasan di bawah ini!

Jenis 1. PP (Polypropylene)

Polypropylene adalah bahan plastik yang paling banyak digunakan untuk membuat alat-alat rumah tangga. Contohnya seperti piring, gelas, kotak makan, rantang, mangkuk dan botol sebagian besar menggunakan plastik yang satu ini. Bahkan saat ini sudah diciptakan bahan PP yang sengaja ditujukan untuk membuat wadah penyimpanan makanan dan minuman yang dilabeli dengan nama food grade PP. Kelebihan Polypropylene ialah sifatnya yang lentur sehingga mudah dibentuk.

Jenis 2. PETE/PET (Polyethylene Terephthalate)

Polyethylene Terephthalate juga biasa dipakai untuk membuat tempat penyimpanan makanan dan minuman. Bedanya dengan PP, wadah yang terbuat dari PETE/PET hanya boleh digunakan untuk sekali pakai. Wadah tersebut pun jangan dipakai untuk meletakkan air hangat, atau bahkan air panas. Alasannya karena partikel-partikel penyusun Polyethylene Terephthalate mudah terlepas ketika terkena suhu tinggi. Namun kelebihan dari plastik ini adalah mampu menciptakan wadah yang jernih dan transparan.

Jenis 3. HDPE (High Density Polyethylene)

Jenis plastik lainnya yang sering dimanfaatkan untuk membuat botol yaitu High Density Polyethylene. Bahan ini akan menciptakan botol yang warnanya agak buram sehingga biasa digunakan untuk kemasan susu. Sama seperti PETE/PET, botol yang terbuat dari HDPE tidak boleh digunakan secara berulang-ulang, apalagi untuk menyimpan air yang suhunya panas. HDPE mempunyai kelebihan pada sifatnya yang kaku sehingga membuat strukturnya kokoh.

Jenis 4. LDPE (Low Density Polyethylene)

LDPE (Low Density Polyethylene) memiliki karakteristik yang berkebalikan dengan HDPE. Jenis plastik yang satu ini bersifat sangat fleksibel tetapi kuat. Oleh sebab itu, meskipun kelihatannya rapuh, wadah dari LDPE tidak gampang dihancurkan. Namun Anda tetap bisa mendaur ulang plastik ini. Keunggulan lainnya ialah LDPE terbilang aman digunakan untuk membuat tempat penyimpanan makanan dan minuman. Biasanya produsen mengandalkan LDPE untuk membuat kotak makanan, stoples kue, dan lain-lain.

jenis-jenis-plastik.jpg

Jenis 5. PS (Polystyrene)

Polystyrene merupakan plastik yang tidak memiliki warna, sangat keras, dan mempunyai tingkat fleksibilitas yang terbatas. Bahan ini cocok sekali dimanfaatkan untuk membuat produk-produk yang memiliki detail yang rumit. Dalam pengolahannya, Polystyrene kerap dicampurkan dengan karet untuk meningkatkan fleksibilitasnya sehingga lebih tahan terhadap gaya kejut. PS biasa dipakai untuk membuat casing perangkat elektronik dan furniture rumah tangga.

Jenis 6. V/PVC (Polyvinyl Chloride)

Anda yang terbiasa berkecimpung di dunia arsitektur pasti sudah akrab dengan jenis plastik yang satu ini. Yap, PVC banyak sekali digunakan untuk membuat bahan bangunan mulai dari pipa sampai dengan atap. Kelebihan dari Polyvinyl Chloride antara lain harganya relatif murah, daya tahannya sangat baik, dan partikel-partikelnya mempunyai ikatan yang kuat sekali. PVC pada dasarnya bersifat kaku sehingga perlu ditambahkan plasticizer untuk membuatnya lebih elastis dan fleksibel.

Jenis 7. PC (Polycarbonate)

Polycarbonate sebenarnya merupakan bahan plastik yang sangat jarang digunakan. Hal ini dikarenakan PC tidak mempunyai karakteristik khusus yang istimewa. Harganya pun terbilang cukup mahal sehingga produsen akan berpikir ulang untuk menggunakan bahan ini. Umumnya Polycarbonate dimanfaatkan untuk membuat tempat makanan dan minuman. Tetapi wadah yang terbuat dari PC ternyata berbahaya bagi kesehatan. Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, wadah dari Polycarbonate ini akan melepaskan Bisphenol-A yang dapat menimbulkan kerusakan pada sistem hormon manusia.

Jenis 8. PMMA (Polymethyl Methacrylate)

Anda pasti sudah tahu tentang akrilik kan? Bagaimana dengan istilah Polymethyl Methacrylate, apakah Anda mengetahuinya juga? Polymethyl Methacrylate adalah sebutan asli untuk akrilik. Keunggulan dari PMMA ini yaitu mampu memantulkan cahaya dengan sangat baik sehingga tampak berkilau seperti kaca. Hal tersebut sangat berguna bagi industri kemasan karena dapat menimbulkan kesan produk yang mewah.