Apa itu Kaca Tempered? Berikut Penjelasannya!

Kaca tempered pada dasarnya adalah kaca yang diperkeras. Tingkat kekerasan kaca tersebut dinaikkan melalui proses pemanasan dan pendinginan secara cepat. Rudolph A. Seiden dari Austria tercatat sebagai orang pertama yang mematenkan kaca tempered ini. Meskipun begitu ternyata kaca tempered sebenarnya sudah ada sejak pertengahan tahun 1700-an. Pada masa itu dikenal metode untuk mengeraskan kaca dengan memanaskannya hingga mencair, lalu menuangkannya ke air.

Metode tersebut telah terbukti akan meningkatkan tingkat kekerasan kaca secara signifikan. Tetapi bentuk kaca tempered yang dihasilkannya masih terbatas berupa tetesan air. Bagian yang membulat mempunyai struktur yang sangat keras. Sedangkan bagian ekornya rapuh. Hal ini mengakibatkan jika bagian ekor kaca tempered tersebut terkena pukulan, hantaman, atau benturan yang sangat keras maka akan menghancurkan keseluruhan bagian dari struktur kaca tempered tadi.

apa-itu-tempered-glass.jpg

Secara prinsip, kaca tempered dibuat dari kaca biasa. Kaca tersebut dipotong dan dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya terlebih dahulu. Kemudian kaca ditempatkan di dalam sebuah oven untuk dipanaskan hingga suhunya mencapai 720 derajat celsius/sekitar 1328 derajat fahrenheit. Setelah proses pemanasan kaca mencapai titik suhu ini, selanjutnya kaca tersebut didinginkan dengan cepat menggunakan udara dingin yang memiliki tekanan tinggi.

Proses di atas dilakukan guna mengubah gaya tarik dan gaya tekan molekul-molekul penyusun kaca tanpa mengubah ukuran dan bentuknya. Jadi kekerasan kaca tersebut akan berubah semakin meningkat, sedangkan bentuk dan ukurannya tetap. Inilah kunci rahasianya mengapa kaca tempered bisa mempunyai struktur yang jauh lebih keras, kuat, dan kokoh daripada kaca biasa. Kaca tempered selalu mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Memiliki Kekuatan yang Tinggi

Kaca tempered mempunyai daya tahan terhadap lendutan (defleksi) dan benturan keras hingga 3-5 kali lebih kuat daripada kaca biasa dengan ukuran ketebalan yang sama.

  1. Tahan Terhadap Perubahan Suhu

Kaca tempered juga mempunyai daya tahan yang sangat baik terhadap perubahan suhu secara ekstrim hingga 3-5 kali lebih kuat daripada kaca float biasa yang memiliki ukuran sama.

  1. Pecahannya Lebih Aman

Kaca tempered yang pecah akan berubah bentuk menjadi serpihan-serpihan kecil dan tumpul sehingga relatif aman dan tidak membahayakan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Penggunaan kaca tempered yang paling banyak pada bidang otomotif, khususnya bahan baku pembuatan jendela kendaraan. Sifatnya yang lebih kuat membuat jendela dari kaca tempered mampu memberikan perlindungan yang lebih baik. Oleh sebab itu, kaca yang dipasang pada jendela-jendela gedung bertingkat mayoritas adalah kaca tempered. Selain itu, kaca tempered juga banyak digunakan pada peralatan dapur seperti oven, microwave, dan tutup panci. Kaca ini tidak mudah rusak apabila terkena suhu tinggi. Akhir-akhir ini kaca tempered juga dipakai untuk melindungi permukaan layar smartphone.

Kaca tempered yang sudah jadi tidak boleh diubah-ubah lagi bentuk dan ukurannya seperti memotong, menggosok, melubangi, dan lain-lain. Mengapa? Sebab proses tersebut juga akan turut mengubah sifat-sifat yang dimiliki oleh kaca tempered. Kaca pun menjadi tidak keras lagi. Kaca tempered sendiri sebenarnya tetap bisa pecah apabila mendapatkan benturan, goresan, atau tekanan yang sangat kuat. Titik perpecahan pada kaca ini selanjutnya akan menyebar ke seluruh arah.