6 Tips Meredam Atap Seng agar Tidak Panas

Atap seng masih mempunyai pesona tersendiri sebagai alternatif material untuk menutupi bagian atas bangunan. Keunggulan yang dimiliki oleh atap seng antara lain harganya murah, ukuran bentangannya besar, dan mudah dipasang. Pemasangan atap seng ini hanya butuh penyangga usuk tanpa reng. Atap tersebut lantas diikatkan dengan usuk menggunakan paku atau sekrup agar terpasang kuat dan tidak mudah jatuh tertiup oleh angin.

Cocoknya sih atap seng ini diaplikasikan pada bangunan-bangunan yang tidak berpenghuni. Gudang penyimpanan misalnya. Tidak dianjurkan memakai atap seng untuk bangunan tempat tinggal. Mengapa? Sebab atap seng bukanlah atap yang dapat mendukung kenyamanan pada ruangan yang terletak di bawahnya. Ruangan yang beratap seng akan terasa panas di siang hari, dingin di malam hari, dan berisik ketika hujan turun.

atap-seng-tidak-panas.jpg

Namun jika Anda sudah terlanjur menggunakan atap seng, jangan berkecil hati. Sebab Anda masih bisa membuat suasana ruangan di bawah atap seng menjadi terasa nyaman dengan seribu satu cara. Salah satunya ialah membuat ruangan tersebut menjadi tidak terlalu panas. Bisakah rumah yang atapnya menggunakan bahan seng memiliki kondisi udara yang tidak panas? Jawabannya adalah sangat bisa asalkan Anda mengetahui trik-triknya.

Berikut ini solusi-solusi untuk membuat rumah yang memakai atap seng mempunyai udara yang tidak panas, antara lain :

  1. Memasang Bahan Peredam

Cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet dan sinar infrared yang membuatnya terasa panas. Tetapi Anda bisa meredam panas yang timbul akibat sinar matahari ini. Manfaatkan saja kardus sebagai bahan peredam panas. Silakan pasang lapisan kardus tepat berada di bawah atap seng. Kemudian di bawah lapisan kardus adalah papan tripleks sebagai penyangganya. Dengan begini, panas dari sinar matahari bisa diredam.

  1. Mengecatnya Warna Putih

Warna diketahui akan memberikan respons yang berbeda-beda terhadap panas yang diterimanya. Ada warna yang bisa menyerap panas dengan sangat cepat yaitu hitam. Ada pula warna yang memiliki  daya serap yang sangat lambat terhadap panas yaitu putih. Jadi kalau Anda ingin atap seng di rumah Anda tidak terasa panas, maka cat permukaannya menggunakan warna putih supaya tidak mudah menyerap panas.

  1. Pakai Cat Polyurethane Foam

Polyurethane foam adalah cat premium yang memiliki kualitas terbaik. Keunggulan dari cat ini terletak pada lapisannya yang kuat, keras serta tahan terhadap panas, bahan kimia, dan goresan. Selain itu, lapisan yang dihasilkannya mempunyai tampilan yang lembut sehingga disukai oleh banyak orang. Cat jenis ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meredam hawa panas yang menimpa atap seng.

  1. Menanam Tumbuh-tumbuhan

Rumah yang dilengkapi dengan atap seng memang terasa lebih panas daripada rumah yang memakai atap dari genteng tanah liat. Namun Anda bisa meredam udara panas yang mungkin timbul dengan menanam tumbuh-tumbuhan di sekitar tempat tinggal. Tanamlah pepohonan yang berukuran besar dan memiliki daun yang banyak sehingga dapat menghasilkan oksigen sebanyak-banyaknya.

  1. Memperbanyak Ventilasi Udara

Salah satu syarat rumah yang sehat ialah rumah tersebut dilengkapi dengan ventilasi udara yang memadai. Khusus untuk rumah yang menggunakan atap seng, Anda harus membuat ventilasi udara dalam jumlah yang lebih banyak. Pastikan semua ruangan mempunyai jendela sebagai tempat keluar masuknya udara. Bila perlu, Anda juga bisa memasang lubang-lubang angin untuk membantu pergantian udara di dalam rumah.

  1. Memasang AC/Kipas Angin

Sudah menjadi risiko rumah yang menggunakan atap seng maka suhu udara di dalam interiornya akan terasa panas. Hal ini dikarenakan seng merupakan konduktor yang sangat baik, sama seperti logam-logam yang lainnya. Sebagai pengguna, Anda tentu sudah paham dengan risiko tersebut. Sebaiknya Anda memasang kipas angin atau perangkat pengatur suhu ruangan (Air Conditioner).