Material
May9

5 Cara Memilih Bambu untuk Bahan Bangunan

Bagaimana cara memilih bambu untuk bahan bangunan? Masyarakat di Indonesia sudah lama memanfaatkan bambu sebagai material yang dapat digunakan untuk membangun rumah. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya rumah-rumah adat yang bahan bakunya terbuat dari bambu. Bambu biasanya dipakai secara mandiri atau dipadukan dengan kayu.

Walaupun beberapa tahun yang lalu penggunaan bambu untuk struktur bangunan tidak begitu ramai. Tetapi akhir-akhir ini pamor bambu kembali meningkat seiring dengan naiknya pesona desain rumah berbahan bambu yang bergaya etnik dan tradisional. Dalam penerapannya, bambu bisa ditampilkan dengan wujud yang utuh maupun sudah berbentuk kerajinan. Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh bambu di antaranya mempunyai kekuatan yang tinggi, harganya terhitung cukup murah, dan memiliki pesona keindahan yang alami.

cara-memilih-bambu.jpg

Bagaimana proses pemilihan bambu yang benar dilaksanakan? Ada baiknya Anda mengetahui lima kiat dari Arafuru.com sebagai berikut!

  1. Pilih Bambu yang Matang

Pohon bambu umumnya akan mengalami tingkat kematangan yang optimal saat berumur sekitar 4-5 tahun. Pada rentang usia tersebut, daya kekuatan dan kepadatannya sedang dalam kondisi yang paling maksimal sehingga bagus sekali dipakai sebagai material pembuatan rumah. Adapun ciri-ciri bambu yang matang yaitu warna daun dan kelopaknya kecokelat-cokelatan serta batangnya akan berbunyi nyaring ketika dipukul.

  1. Cek dengan Density Test

Density test merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk mengetahui tingkat kepadatan suatu batang pohon. Alat ini berbentuk jarum dengan cara penggunaan yaitu ditembakkan ke dalam batang pohon yang akan dites. Hasil pengukuran density test ini cukup akurat. Sayangnya harga di pasaran masih tergolong mahal untuk penggunaan skala kecil.

  1. Kerapatan Dagingnya Baik

Apabila diperhatikan dengan seksama, bambu yang berkualitas bagus memiliki tingkat kerapatan daging pada batang yang padat. Anda bisa membelah batang bambu tersebut, lalu melihat bagaimana kondisi bagian dalamnya. Perlu diketahui, volume daging pada batang yang rapat akan menjaga kestabilan ukuran bambu tersebut, terutama ketika mengering. Sebaliknya, jika susunan daging di dalam batang bambu cukup renggang akan mengakibatkan penyusutan ukuran yang dapat memengaruhi konstruksi bangunan.

  1. Penanganan setelah Panen

Penanganan setelah pemetikan bambu juga berkontribusi besar terhadap mutu yang bakal dimilikinya. Dianjurkan untuk meletakkan batang-batang bambu tadi dengan posisi berdiri di atas sebuah alas yang padat. Tujuannya yakni menurunkan kadar air yang terkandung di dalam bambu. Sedangkan pemberian alas berguna untuk mengurangi tingkat kelembaban.

  1. Pengawetan Bambu dengan Benar

Sebelum diolah sebagai bahan bangunan, sebaiknya bambu perlu diawetkan terlebih dahulu. Proses pengawetan ini berguna untuk meningkatkan kekuatan bambu dan daya tahan yang dimilikinya. Ada banyak metode yang dapat dikerjakan untuk mengawetkan bambu, baik secara tradisional maupun modern. Anda bisa mempelajari cara mengawetkan bambu secara tradisional berikut ini.