Material
Oct15

3 Serangga Pemakan Kayu Selain Rayap

Tahukah Anda, serangga pemakan kayu bukan hanya rayap saja loh! Masih ada banyak serangga lain yang suka sekali memakan kayu. Ada serangga dari golongan kumbang, lebah, kutu, dan sebagainya. Serangga-serangga tersebut umumnya menggerogoti kayu untuk membuat sarang sekaligus tempatnya meletakkan telur. Hal ini bisa terjadi lantaran keberadaan pohon sekarang sangat langka sehingga serangga-serangga pun mencari alternatif tempat tinggal yang lain.

Kami yakin pasti ada salah satu furniture di rumah Anda yang terkena serangan oleh serangga pemakan kayu. Ciri-cirinya antara lain adanya lubang di permukaan kayu tersebut, strukturnya berubah menjadi keropos, teksturnya lebih empuk, serta warnanya pun menghitam. Kalau sudah menemukan tanda-tanda ini sebaiknya Anda segera mengambil tindakan nyata secara tepat. Anda bisa membasmi serangga pemakan kayu hingga ke telur-telurnya. Sebab kalau dibiarkan dia akan terus memakan kayu.

serangga-pemakan-kayu.jpg

Teknik pengendalian terhadap serangga kayu harus disesuaikan dengan jenis serangga yang melakukan serangan supaya efektif dan efisien. Ada kalanya tindakan pengendalian yang diaplikasikan pada serangan serangga A sama sekali tidak mempan ketika ditujukan kepada serangga B. Kasus ini sebenarnya sangat wajar mengingat setiap serangga mempunyai mekanisme pertahanan diri yang berbeda-beda. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan keamanannya. Jangan sampai kesehatan  Anda sekeluarga dikorbankan karena salah memilih produk insektisida yang aman bagi lingkungan.

Catat daftar serangga-serangga selain rayap yang diketahui sering memakan kayu serta cara mengatasinya di bawah ini!

TETER

Teter (Lyctus brunneus) atau kumbang bubuk kayu merupakan serangga berukuran tipis agak rata dengan panjang 1-7 mm dan berwarna cokelat kemerahan. Teter bisa dikatakan sebagai serangga nomor dua setelah rayap yang paling senang memakan kayu. Dampak yang ditimbulkannya pun sangat fatal. Kayu yang semula memiliki struktur kokoh berubah menjadi keropos dan berlubang-lubang. Akibatnya ialah keindahan kayu tersebut rusak serta tidak aman digunakan lagi. Meskipun teter menyerang secara individu, tetapi serangannya akan terjadi terus-menerus sampai ke keturunan-keturunannya.

Ada dua cara untuk mengatasi serangan teter agar tidak semakin berlanjut. Metode yang pertama adalah penerapan bahan pengawet kayu sedini mungkin sebelum kayu tersebut diolah menjadi furniture. Perlu Anda ketahui, teter justru sangat menyukai kayu yang kondisinya kering berbanding terbalik dengan jamur. Sedangkan metode yang kedua yaitu mengaplikasikan insektisida khusus untuk menanggulangi teter seperti Insecticide 100 EC. Oleskan insektisida ini di permukaan kayu, lalu lapisi dengan finishing di atasnya.

LEBAH KAYU

Lebah kayu (Xylocopa violacea) atau Carpenter bee adalah lebah besar berbulu yang termasuk dalam ordo Hymenoptera di famili Apidae. Lebah ini sendiri kira-kira terdiri dari 500 spesies dengan 31 subgenus yang terdapat di seluruh dunia. Dinamakan lebah kayu karena lebah yang satu ini hobi sekali melubangi kayu untuk membuat sarangnya. Salah satu tanda serangan lebah kayu pada konstruksi bangunan yaitu adanya lubang-lubang kecil seukuran jari 7-10 mm. Paling sering lebah kayu melakukan serangan terhadap struktur rangka atap kayu.

Struktur kayu yang telah diserang oleh lebah kayu menjadi dipenuhi oleh banyak lubang hingga ke bagian dalamnya. Hal ini mengakibatkan kekuatannya berkurang. Anda harus segera melakukan perlawanan terhadap serangan serangga tersebut sebab kalau dibiarkan mereka bakal terus membuat sarangnya di tempat yang sama. Caranya dengan menggunakan insektisida berbentuk serbuk yang dimasukkan ke dalam lubang/sarang lebah tersebut. Jangan lupa untuk segera menutup lubang ini kemudian supaya lebah tidak bisa melarikan diri. Sebagai alternatif insektisida, Anda bisa memakai bensin atau oli.

KUMBANG PENGEBOR KAYU

Disebut kumbang pengebor kayu karena kumbang ini mempunyai moncong yang dapat digunakan untuk mengebor struktur kayu. Kumbang dewasa umumnya berukuran 2,5-5 m dengan warna cokelat kemerahan sampai cokelat kehitaman. Kumbang dewasa tersebut memiliki kebiasaan untuk meletakkan telur-telurnya di lubang kayu yang telah dibuat. Dalam waktu sekitar 16 hari, telur ini akan menetas menjadi larva. Selanjutnya larva akan memakan sari pati di dalam kayu selama fase hidupnya yang mencapai 6-12 bulan. Bisa Anda bayangkan sendiri bagaimana dampak yang akan terjadi dari serangan yang sangat lama tersebut.

Kumbang pengebor kayu diketahui suka menyerang kayu yang kondisinya lembab. Bahkan kayu yang membusuk akibat jamur cellar bisa dipastikan akan diserang oleh kumbang yang satu ini. Namun bila populasinya sudah terlalu banyak, mereka tidak akan segan-segan melakukan serangan kepada kayu-kayu lain di sekitarnya. Pencegahan sangat penting untuk dilakukan dengan menjaga kondisi kayu supaya tetap kering dan bersih. Sebisa mungkin lakukan proses pengawetan kayu yang baru saja ditebang sebelum diolah lebih lanjut. Jangan lupa juga untuk memilih produk cat berkualitas yang bersifat anti-serangga.