Ngeri! Ini 11 Bahaya Kamar Tidur Tanpa Ventilasi

Kita bernapas menghirup oksigen yang terkandung di dalam udara. Oksigen ini begitu penting untuk mendukung kehidupan manusia. Bahkan saking pentingnya unsur tersebut, kita dapat mengalami gagal jantung apabila tidak berhasil mendapatkan oksigen dalam kurun waktu lebih dari 1-3 menit. Kemudian akan disusul dengan kerusakan pada bagian otak. Dan pada akhirnya kita akan meninggal dunia akibat tidak mampu bernapas.

Oleh karena itu, wajib hukumnya membuat rumah yang mempunyai sirkulasi udara yang baik. Rumah harus dilengkapi dengan ventilasi yang memadai untuk mendukung kelancaran aliran udara di dalamnya. Wujud ventilasi ini dapat berupa pintu, jendela, loster, atau lubang angin yang lainnya. Anda harus memastikan setiap ruangan memiliki ventilasi udara tanpa terkecuali sehingga keamanan di dalamnya benar-benar terjamin.

Jangan pernah membuat ruangan tanpa dilengkapi ventilasi udara sama sekali. Apalagi untuk kamar tidur wajib mempunyai ventilasi. Ventilasi ini begitu penting peranannya. Kamar tidur akan mengalami masalah jika tidak memiliki ventilasi udara.

  1. Penghuninya Sulit Bernapas

Kamar tidur memang harus dilengkapi dengan ventilasi udara, tidak peduli apapun alasannya. Jangan pernah membuat kamar yang tertutup rapat. Fungsi dari ventilasi ini yaitu sebagai tempat keluar masuknya udara. Apabila Anda tak bisa membuat ventilasi ke luar rumah, buatlah ventilasi ke dalam. Sehingga udara di dalam ruangan tersebut senantiasa mengandung oksigen. Jika tidak, Anda bisa kesulitan bernapas.

  1. Timbulnya Gangguan Pernapasan

Meskipun sebelumnya Anda tidak mempunyai riwayat penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan, namun kalau sekarang Anda tinggal di kamar tidur yang tidak ada ventilasinya maka kemungkinan besar Anda akan mengalami gangguan pernapasan. Hal ini karena kondisi udara yang kotor di dalam kamar tanpa ventilasi. Jika Anda terus-menerus menghirupnya, saluran pernapasan Anda pun akan menjadi korban.

  1. Suasana Kamar Menjadi Pengap

Kamar tanpa ventilasi secara praktis akan mengakibatkan udara di dalamnya tidak bisa bertukar dengan udara yang segar. Selamanya udara di dalam kamar tersebut masih sama selama pintunya belum dibuka. Artinya kondisi udara di kamar tidur ini lama-kelamaan akan menjadi kotor. Suasana kamar tidur pun akan menjadi pengap karena kondisi udara di dalamnya sudah sangat kotor dan penuh karbondioksida.

  1. Timbulnya Gejala Alergi

Kamar tidur tanpa ventilasi merupakan kamar yang tidak sehat. Anda akan mengalami berbagai gangguan kesehatan sebagai dampak dari tinggal di kamar yang tidak sehat. Kondisi ini biasanya akan diawali dengan kemunculan tanda-tanda alergi pada tubuh Anda. Dimulai dari gatal-gatal, bersin, sampai munculnya bintik-bintik berwarna merah. Anda harus mengatasinya segera sebelum masalah ini berlanjut.

  1. Kamar Menjadi Tidak Nyaman

Suasana kamar tidur yang nyaman mesti mempunyai udara yang segar. Sebab udara merupakan sumber kehidupan manusia. Tanpa udara yang bersih, manusia tidak bisa merasa nyaman. Jika Anda dipaksa untuk tinggal di kamar tidur yang tidak mempunyai ventilasi udara, Anda pasti tidak akan merasa betah berlama-lama di dalamnya. Sebab ruangan tersebut memang terasa sangat tidak nyaman.

  1. Kelembaban Udara Meningkat

Tingkat kelembaban udara di dalam kamar tidur juga bakal meningkat kalau Anda tidak menyediakan lubang ventilasi apapun. Kondisi ini terjadi lantaran udara di ruangan tersebut hanya berputar-putar saja dan tidak berganti dengan udara lain yang masih segar. Sementara penguapan terus menimpa permukaan lantai, dinding, air di kamar, dan sisa pernapasan Anda. Jadi wajarlah bila udara tersebut menjadi lembab.

  1. Kamar Tidur Terasa Panas

Selain kelembaban udara yang mengalami peningkatan, suhu udara di kamar tidur pun akan cepat meningkat kalau Anda tidak membuat ventilasi di kamar. Suhu di kamar tidur akan menjadi panas. Masalah ini dipicu oleh kondisi cuaca di Indonesia yang memang sudah panas. Biasanya panas tersebut bisa teratasi dengan adanya aliran udara. Tapi karena tidak ada angin yang bisa masuk ke kamar Anda, maka suasananya pun menjadi panas.

  1. Jamur dan Lumut Bermunculan

Salah satu dampak dari kondisi kamar yang lembab adalah kemunculan jamur dan lumut di kamar tersebut. Jamur dan lumut gampang sekali tumbuh di tempat-tempat yang lembab. Biasanya benih jamur/lumut tadi terbawa oleh angin lalu hinggap di lantai atau dinding kamar tidur Anda. Tanpa perlu waktu yang terlalu lama, jamur dan lumut ini akan tumbuh sehingga membuat kamar Anda menjadi tidak sehat.

  1. Rayap Berkembang Biak

Selain jamur dan lumut yang senang tumbuh di tempat yang lembab, beberapa jenis serangga pengganggu juga suka tinggal di tempat semacam ini. Rayap contohnya. Ruangan yang lembab merupakan tempat tinggal yang paling nyaman bagi rayap. Serangga ini akan membangun sarangnya di kamar tidur Anda apabila kondisi ini terus-menerus dibiarkan. Lambat laun perabotan Anda pun akan digerogotinya.

  1. Alat Elektronik Cepat Rusak

Dampak lainnya dari kelembaban udara yang meningkat yaitu beberapa perabotan elektronik yang ada di dalam kamar tidur Anda akan cepat rusak. Bagaimana tidak rusak? Udara di kamar tidur yang dipenuhi uap air dapat menimbulkan korsleting listrik. Walaupun masalahnya mungkin tidak terlalu besar, tetapi kalau dibiarkan dalam waktu lama, efeknya adalah perangkat tadi bakal cepat rusak.

  1. Struktur Dinding Menjadi Lapuk

Hati-hati dengan kamar tidur yang lembab. Bukan tidak mungkin kelembaban udara tersebut dapat merusak struktur dindingnya. Dinding kamar tidur akan menjadi lapuk akibat mengalami kondensasi. Peristiwa ini mengakibatkan ukuran dinding menyusut. Alhasil, dinding pun menjadi tidak kokoh lagi. Selain itu, jamur dan lumut yang tumbuh di dinding serta serangan dari rayap akan semakin memperparah keadaan dinding ini.