Cara Test pH Air Kolam Renang

Treatment terhadap kolam renang perlu dilakukan secara terus-menerus agar kondisi air dan kebersihannya senantiasa terjamin. Walaupun merepotkan, tetapi Anda wajib melakukannya. Anda tidak boleh menyepelekan upaya perawatan kolam ini. Karena kolam renang yang tidak dirawat dengan baik mengakibatkan kondisinya akan memburuk. Kalau kolam renang sudah kotor, maka Anda akan lebih susah lagi untuk membersihkannya.

Salah satu pekerjaan yang perlu dilakukan dalam merawat kolam renang adalah Anda harus memantau kondisi airnya. Air di kolam renang harus tetap sesuai dengan standar kelayakan. Kenyataannya ada cukup banyak parameter yang mesti diperhatikan dalam menjaga kondisi air di dalam kolam renang. Contohnya yaitu tingkat keasaman (pH) air tersebut. Pastikan pH air tersebut berada di ambang batas normal yakni sekitar 7,2 sampai 7,6.

Untuk mengecek kadar pH di air apakah normal atau tidak, Anda bisa menggunakan alat bantu yang bernama test kit. Alat ini berbentuk tabung bejana yang dilengkapi dengan indikator warna air di sampingnya. Anda dapat membeli alat ini di www.alatperabotan.com dengan harga yang terjangkau. Nantinya air di kolam akan mengalami perubahan warna setelah diberi phenol. Warna akhir dari air tersebut yang menjadi hasilnya.

Berikut ini cara melakukan tes sederhana untuk mengetahui tingkat keasaman (pH) air pada kolam renang :

  1. Siapkan tabung test kit dan cairan phenol, baik phenol red maupun phenol orthotolidine.
  2. Isilah tabung test kit ini dengan air dari kolam renang sampai garis batas yang telah ditentukan.
  3. Tuangkan 5 tetes cairan phenol red pada bagian tabung test kit yang dipakai untuk mengecek pH.
  4. Tuangkan lagi 5 tetes cairan orthotolidine pada bagian tabung test untuk memeriksa kandungan klorin.
  5. Pasanglah penutup kedua tabung tersebut. Kemudian kocoklah tabung beberapa saat agar cairan phenol terlarut di air.
  6. Perhatikan perubahan warna air yang terjadi. Anda bisa membandingkannya dengan keterangan warna pada indikator.

Keterangan hasil :

  • Tingkat keasaman (pH) air dinyatakan normal apabila berada di kisaran 7,2-7,6 ppm.
  • Jika pH air di bawah 7,2 ppm artinya air tersebut bersifat asam.
  • Sedangkan pH air di atas 7,6 ppm dinyatakan sebagai basa.
  • Kandungan klorin di air yang ideal berkisar antara 1.0-1.5 ppm.

Tingkat keasaman (pH) air di kolam renang harus dijaga supaya tetap berada dalam kadar yang ideal. Sebab jika pH air tersebut normal, maka kolam renang akan aman digunakan serta tidak menimbulkan dampak-dampak negatif terhadap kolam itu sendiri. Di sisi lain, air yang bersifat asam atau basa akan menimbulkan efek negatif. Begitu pula jika kandungan klorin di dalam kolam tidak ideal, maka kolam renang pun akan mengalami masalah.

Adapun dampak yang terjadi akibat air kolam renang bersifat asam, di antaranya :

  • Air yang asam akan merusak bagian dasar kolam renang yang terbuat dari keramik dan memicu tumbuhnya lumut.
  • Benda-benda di sekitar kolam renang yang terbuat dari besi akan mudah berkarat apabila terkena air yang asam.
  • Pakaian yang dikenakan untuk berenang di kolam renang dengan air yang bersifat asam juga akan cepat rusak.
  • Berenang di kolam renang yang airnya asam dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit terasa gatal.
  • Ph air yang asam dapat memicu meningkatnya kandungan klorin di dalam kolam renang.

Sedangkan dampak air kolam renang yang bersifat basa antara lain :

  • Kondisi air di kolam renang akan terlihat keruh. Biasanya berwarna kekuning-kuningan atau keputih-putihan (berkabut).
  • Air basa akan memicu kalsium di air bereaksi dengan karbonat sehingga membentuk gumpalan hitam. Gumpalan ini dapat merusak filter air.
  • Diperlukan klorin yang cukup banyak untuk menetralkan pH air karena kemampuannya berkurang secara drastis.
  • Air basa juga dapat menimbulkan iritasi mata, hidung terasa panas, dan kulit menjadi gatal jika kita berenang di dalamnya.

Sementara itu, kadar klorin yang tidak ideal dapat menyebabkan dampak-dampak berikut ini :

  • Kandungan klorin yang terlalu rendah di air dapat memicu tumbuhnya lumut serta berkembangnya bakteri sehingga mengakibatkan air di kolam renang menjadi keruh.
  • Sedangkan jika kadar klorin terlalu rendah, maka dampak yang ditimbulkan yaitu air di kolam tersebut akan menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan kulit.