Agar Tembok Tidak Menyerap Panas Matahari, Tiru 9 Trik Ini Yuk!

Semua orang menginginkan rumahnya memiliki suasana yang nyaman. Sebuah rumah yang mampu membuat seluruh penghuni merasa betah saat tinggal di dalamnya. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi supaya rumah terasa nyaman ditinggali. Salah satunya yaitu suhu rumah tersebut harus normal cenderung sejuk. Tidak ada orang yang betah tinggal di dalam ruangan yang panas. Begitu pula dengan Anda dan keluarga.

Namun fakta berkata lain. Rumah idaman Anda yang dibangun sesuai dengan impian justru memiliki suasana yang tidak nyaman. Suhu di dalam rumah tersebut malah terasa panas sekali, terutama saat siang hari. Penyebabnya bukan lain karena ada salah satu tembok yang terus-menerus terkena sinar matahari. Tembok ini menerima pancaran sinar matahari sepanjang hari. Sehingga wajar bila temperaturnya menjadi sangat panas.

Sebenarnya tembok yang menyerap panas dari sinar mentari merupakan peristiwa yang wajar terjadi. Tembok memang mempunyai sifat sebagai konduktor yang baik. Tembok merupakan struktur rumah yang paling cepat panas dibandingkan bagian-bagian yang lainnya. Apalagi jika tembok tersebut terkena pancaran sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama, maka dapat dipastikan kalau suhunya pasti akan panas sekali.

Agar tembok di rumah Anda tidak terlalu menyerap panas matahari, kami mempunyai kiat-kiat jitu yang bisa Anda coba!

Kiat 1. Pilih Cat Dinding Berwarna Cerah

Tahukah Anda, setiap warna mempunyai kecenderungan yang berbeda-beda dalam menyerap suhu panas. Warna yang gelap dapat menyerap panas lebih cepat daripada warna yang cerah. Semakin gelap warna tersebut, maka cepat pula panas diserapnya. Oleh sebab itu, menjemur pakaian berwarna hitam akan lebih cepat mengering ketimbang warna putih. Jadi untuk dinding eksterior, Anda sebaiknya memakai warna-warna yang cerah supaya kondisinya tidak mudah panas.

Kiat 2. Gunakan Cat Pelindung Panas

Produsen cat terus berinovasi untuk menciptakan produk cat terbaik untuk para pelanggannya. Cat kini tidak hanya berfungsi sebagai pewarna saja, melainkan juga pelindung. Sebelumnya telah ditemukan cat yang mampu melindungi dinding dari air, rembesan, dan kebocoran. Kini juga sudah ada cat yang memiliki fungsi tambahan sebagai pelindung tembok dari suhu panas, terutama panas akibat sinar matahari. Produk cat ini biasa disebut cat heat-guard. Anda dapat memanfaatkan cat ini.

Kiat 3. Pasanglah Keramik Dinding

Untuk menghalau pancaran sinar matahari yang langsung mengenai tembok, Anda dapat memasang material tambahan di depannya. Pasangnya material pelapis dinding yang berfungsi untuk memperindah penampilan dinding sekaligus melindunginya dari terik matahari. Salah satu bahan bangunan yang kerap digunakan yaitu keramik dinding. Berbeda dengan tembok, ubin keramik dinding lebih sulit dalam menyerap panas. Kami rekomendasikan pilihlah keramik yang berwarna cerah dan permukaannya mengkilap.

Kiat 4. Memasang Batu Alam

Selain keramik, Anda juga dapat memanfaatkan material pelapis dinding yang lain. Contohnya yaitu batu alam. Batu alam bisa Anda pasang di permukaan dinding yang sering terkena sinar matahari. Material ini akan melindungi tembok tersebut sekaligus memperindah pesonanya. Pilihlah batu alam yang solid dan cukup tebal agar dapat melindungi dinding secara maksimal. Setelah dipasang dengan rapi, permukaan batu alam ini perlu diberi coating untuk membuat penampilannya semakin indah dan bebas dari lumut.

Kiat 5. Tanam Tumbuhan Rambat

Apakah Anda mau mengatasi tembok yang panas secara alami? Trik yang bisa coba Anda pakai adalah menanam tumbuh-tumbuhan rambat tepat di depan tembok yang bermasalah tadi. Anda bisa menanam pohon markisa, lee kwan yew, dolar rambat, ivy, sirih, dan lain-lain. Dapatkan bibit tanaman-tanaman ini di www.tokotanaman.com. Tanamlah tumbuhan rambat ini dengan benar, lalu rawat dengan sepenuh hati. Buatlah tanaman ini merambat di dinding dan menutupi seluruh permukaannya.

Kiat 6. Tempelkan Material Pelindung

Anda juga dapat memanfaatkan material seperti plat seng, aluminium, kayu, atau styrofoam untuk melindungi tembok agar tidak terkena sinar matahari secara langsung. Material ini akan bertindak sebagai pelindung sehingga tembok rumah Anda tidak langsung terserang cahaya mentari. Dengan pengolahan yang baik, material pelindung ini akan tetap terlihat menarik saat Anda meletakkannya persis di depan tembok.

Kiat 7. Buatlah Tembok Tambahan

Kalau Anda ingin solusi yang permanen dan awet selama berpuluh-puluh tahun lamanya, Anda bisa mencoba membangun tembok tambahan di belakang tembok yang bermasalah. Sehingga tembok tersebut terdiri atas dua lapisan. Hal ini akan membuat suhu panas yang berasal dari sinar matahari sulit mengalir masuk hingga ke bagian interior. Untuk memaksimalkan fungsi dari tembok tersebut, Anda bisa memasukkan bahan peredam seperti glasswoll di rongga kosong yang terbentuk di antara tembok lama dan tembok baru.

Kiat 8. Pasang Kanopi yang Panjang

Trik selanjutnya yaitu membangun kanopi di halaman. Kanopi ini berfungsi sebagai pelindung tembok sekaligus peneduh agar sinar matahari tidak mengenai tembok secara langsung. Kanopi sangat efektif dalam menghalau cahaya matahari. Perannya tidak ubahnya seperti payung. Anda bisa membuat kanopi yang cukup panjang di halaman yang temboknya terasa sangat panas. Buatlah kanopi dari bahan yang sulit menghantarkan panas sehingga panas matahari yang diterimanya tidak akan dialirkan ke bawah.

Kiat 9. Ganti dengan Dinding Gypsum

Begitu banyak material bangunan yang dapat digunakan untuk membuat dinding rumah. Tidak hanya batu bata, beton, dan kayu saja, tetapi juga ada gypsum. Biasanya material ini dipakai untuk membuat dinding dan plafon gypsum. Gypsum mempunyai banyak kelebihan. Tak hanya permukaannya yang halus dan rata, dinding gypsum pun tidak mudah menghantarkan panas dan api. Itu sebabnya, dinding ini disebut-sebut sebagai material yang paling aman digunakan. Anda bisa mencoba mengganti dinding yang lama dengan dinding berbahan gypsum supaya tidak mudah menyerap panas matahari.