9 Solusi Ampuh agar Dinding Tidak Panas

Semua orang ingin rumah tinggalnya terasa nyaman dihuni. Tidak hanya indah dipandang saja, tetapi rumah tersebut juga bisa membuat Anda sekeluarga merasa nyaman ketika berada di dalamnya. Terdapat banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat rumah terasa nyaman. Salah satunya yaitu menjaga suhu udara di dalam rumah supaya tetap normal di kisaran angka 28-30 derajat celsius, tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Tidak ada orang yang mau tinggal di rumah yang panas, termasuk diri Anda sendiri. Siapa juga yang mau dipanggang di dalam rumah sendiri, kan? Berada di ruangan yang mempunyai suhu panas memang tak ubahnya seperti di oven. Anda bakal dipanggang hidup-hidup kalau terus-menerus berada di sana. Jangankan bisa membuat kita merasa betah, sekadar membuat kita bisa bertahan di dalamnya dalam waktu yang lama saja sudah bagus.

Tinggal di daerah yang beriklim tropis memang ada sisi baik dan buruknya. Salah satu yang tidak mengenakkan yaitu suhu udaranya yang sangat panas. Ketika siang hari bolong saja temperatur udara di sini bisa mencapai sekitar 37-40 derajat celsius. Itu sebabnya, Anda harus membuat rumah dengan desain yang memperhatikan aspek kondisi cuaca ini. Desain rumah harus dibuat senyaman mungkin serta suhu di dalamnya terasa sejuk.

Dinding yang terkena pancaran sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama maka suhunya akan menjadi sangat panas. Anda bisa mengatasinya dengan menerapkan kiat-kiat di bawah ini!

Solusi 1. Gunakan Cat Pelindung Panas

Produk cat saat ini bukan hanya sekadar bahan pewarna saja. Tapi cat juga memiliki fungsi lain yang beragam berkat penambahan bahan-bahan tertentu ke dalamnya. Salah satunya yaitu pelindung dari suhu yang panas. Beberapa produk cat mempunyai kemampuan sebagai heat-guard. Pemakaian cat ini akan mengurangi daya serap dinding dalam menyerap panas yang diterimanya. Sehingga dinding yang dilapisi menggunakan cat ini akan terhindar dari panas berlebih. Anda bisa mendapatkan cat dengan label heat-guard ini di toko bangunan terdekat.

Solusi 2. Pilihlah Warna Cat yang Cerah

Faktanya adalah setiap warna mempunyai kemampuan menyerap panas yang berbeda-beda. Semakin gelap warna tersebut, maka semakin besar pula panas yang mampu diserapnya. Itu sebabnya, pakaian yang berwarna hitam akan lebih cepat kering saat dijemur ketimbang pakaian yang berwarna putih. Kasus ini juga berlaku pada cat tembok. Penggunaan cat yang berwarna gelap akan membuat tembok rumah Anda terasa lebih panas. Berbeda halnya jika Anda memakai cat berwarna cerah, dinding tersebut bakal lebih adem.

Solusi 3. Bangunlah Tembok Pelindung

Tembok pelindung bisa Anda gunakan untuk mengatasi dinding yang terlalu panas. Walaupun memakan budget yang besar, tetapi solusi ini sangat efektif untuk jangka panjang. Anda bisa membuat satu dinding bata lagi tepat di belakang dinding yang bermasalah. Berikan jarak sekitar 15 cm di antara dinding lama dan dinding baru ini. Rongga yang terbentuk ini kemudian diisi dengan insulasi glasswool sebagai peredam panas. Dengan trik ini, aliran suhu panas dari dinding luar akan terhambat pada bagian glasswool sehingga interior pun tidak terasa panas.

Solusi 4. Pasang Keramik atau Batu Alam

Jika Anda ingin dinding tidak terasa panas dan terlihat indah dalam waktu yang bersamaan, maka cobalah untuk memasang material pelapis dinding di permukaannya. Saran kami yaitu cobalah memasang keramik dinding atau batu alam. Kedua material ini sangat efektif dalam menghalau panas matahari serta tidak menyerap panas tersebut. Dinding pun menjadi tidak terlalu panas. Pilihlah produk keramik dinding yang berwarna cerah sehingga daya pantulnya terhadap sinar matahari lebih tinggi.

Solusi 5. Pasanglah Material Pelindung

Kalau budget Anda terbatas, Anda bisa menggunakan material pelindung yang bisa digunakan untuk menghalau panas matahari mengalir ke tembok. Material-material ini pada hakikatnya bukan merupakan pelindung panas, namun dapat dimanfaatkan untuk keperluan ini. Misalnya seperti plat aluminium, gypsum, tripleks, kalsiboard, atau bahkan styrofoam. Material ini dipasang tepat di depan tembok yang bermasalah. Anda bisa menggunakan kawat untuk menahan posisinya. Sehingga sinar matahari tidak langsung mengenai tembok.

Solusi 6. Tanamlah Tumbuhan Rambat

Ingin solusi yang alami untuk membuat tembok tidak terlalu panas? Anda bisa memanfaatkan tumbuh-tumbuhan rambat sebagai pelindungnya. Tanaman rambat yang sengaja ditumbuhkan merambat di depan dinding akan mencegah sinar matahari langsung mengenai permukaan tembok. Selain itu, tanaman ini juga akan meningkatkan kelembaban udara sehingga membuat dinding terasa lebih sejuk. Ada berbagai jenis tanaman yang bisa Anda pilih. Di antaranya seperti tanaman lee kwan yew, dolar rambat, atau markisa. Anda bisa membeli bibit tanaman ini di www.tokotanaman.com.

Solusi 7. Buatlah Ventilasi Udara Silang

Cara selanjutnya untuk mengatasi tembok yang panas yaitu membuat ventilasi udara di sekitar tembok tersebut. Hal ini dilakukan untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam ruangan sehingga dapat mengurangi panas. Selain jendela, Anda dapat menghadirkan ventilasi udara ini dalam bentuk lubang-lubang angin. Letakkan ventilasi udara ini pada posisi yang bersilangan sehingga jangkauan aliran angin semakin luas.

Solusi 8. Gunakan Tirai Firewall

Jika ingin tembok tidak panas sekaligus terlihat unik, Anda bisa menggunakan tirai firewall. Tirai ini berbentuk kisi-kisi yang terbuat dari tongkat kayu, bambu, atau baja. Pasanglah tongkat tersebut tepat di depan dinding yang terlalu panas. Usahakan jarak pemasangannya cukup dekat sehingga kemampuan dalam meredam panasnya pun tinggi. Adanya tirai firewall ini akan menghambat pancaran sinar matahari sehingga tidak langsung mengenai dinding.

Solusi 9. Ganti dengan Bata Ringan

Saat ini terdapat beragam material pembentuk dinding yang bisa Anda gunakan. Tidak hanya batu bata saja, tetapi juga bata ringan atau bata hebel. Perlu Anda ketahui, batu bata sangat mudah menyerap panas dan menahannya. Itulah sebabnya, dinding yang terbuat dari batu bata akan terasa panas. Sedangkan bata ringan tidak terlalu menyerap panas berkat pori-pori yang dimilikinya berukuran besar. Untuk mengatasi dinding yang terasa panas, Anda dapat menggantinya dengan dinding yang terbuat dari bata ringan.