5 Penyebab Dinding Hebel Retak dan Cara Mengatasinya

Ada tiga jenis rumah tinggal menurut struktur bangunannya antara lain bangunan permanen, bangunan semi-permanen, dan bangunan non-permanen. Istilah bangunan permanen artinya  bangunan tersebut dibuat menggunakan konstruksi yang menetap. Umumnya bangunan permanen terbuat dari pasangan bata yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah bangunan yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada penghuninya.

Anda bisa membangun bangunan permanen menggunakan batu bata, batako, atau bata ringan (hebel). Bata ringan merupakan bata yang paling baru. Bata ini terbuat dari campuran semen, pasir kuarsa, kapur, gypsum, dan air yang ditambah dengan pasta aluminium sebagai bahan pengembang. Bata ringan biasanya memiliki ukuran panjang 60 cm, tinggi 20 cm, dan tebal 8-10 cm. Kelebihannya yaitu mempunyai bobot yang ringan dan mudah dipasang.

Rumah Anda mungkin dibuat menggunakan pasangan bata dari bata ringan (hebel)? Anda bisa merasakan sendiri kalau suasana di dalam rumah terasa begitu nyaman tidak ubahnya seperti bangunan dari batu bata. Dinding dari hebel juga memiliki struktur yang kuat dan kokoh. Tapi risiko dinding tersebut mengalami keretakan masih ada. Kurang lebih penyebab dinding hebel retak sama seperti pada dinding batu bata atau dinding batako.

Berikut ini faktor-faktor yang dapat menyebabkan dinding hebel mengalami keretakan, di antaranya :

  1. Kualitas Hebel yang Jelek

Kita mulai dari kemungkinan yang paling mendasar yaitu Anda menggunakan hebel yang kualitasnya tidak terlalu bagus. Meskipun pada dasarnya semua hebel tersebut dari bahan-bahan yang sama, tetapi kalau takaran bahan yang dipakai tidak tepat atau proses pembuatannya keliru akan mengakibatkan mutu hebel tersebut menurun. Jadi Anda harus memperhatikan betul faktor kualitas hebel ini.

  1. Pemasangan yang Terburu-buru

Anda membutuhkan bantuan tukang untuk dapat memasang hebel. Agar lebih hemat, Anda pun memberikan upah kepada tukang tadi dengan sistem borongan. Namun bila tukang yang Anda mintai pertolongan memiliki sifat yang licik, dia akan terburu-buru dalam memasang hebel sehingga waktu pengerjaannya menjadi lebih singkat tanpa mempedulikan hasil akhirnya nanti. Anda harus cerdik dalam memiliki tukang yang bisa dipercaya.

  1. Spesi yang Tidak Sesuai

Spesi adalah istilah yang merujuk pada bahan perekat yang dipakai untuk memasang bata. Khusus untuk memasang bata ringan, Anda sebaiknya menggunakan semen instan sebagai bahan perekatnya. Anda hanya perlu mencampurkan semen ini dengan air secukupnya sehingga membentuk pasta yang bisa dipakai untuk menempelkan bata ringan. Apabila semen instan yang Anda gunakan tidak sesuai, campurannya dengan air tidak tepat, atau aplikasinya yang terlalu tipis, akibatnya dinding mudah retak.

  1. Beban yang Terlalu Berat

Pasangan bata ringan biasa dipakai untuk membuat dinding. Selanjutnya dinding ini harus menahan beban struktur bangunan yang ada di atasnya. Karena dinding hebel harus menanggung beban yang terlalu berat, maka timbul keretakan. Ciri-ciri dinding yang retak akibat beban yang terlalu berat yaitu ukuran keretakannya akan bertambah lebar seiring dengan berjalannya waktu. Anda bisa mengatasi masalah ini dengan mengurangi beban atau mengaplikasikan plester pada dinding hebel.

  1. Kondisi Cuaca yang Ekstrem

Faktor cuaca juga dapat menjadi penyebab utama mengapa dinding di rumah Anda mengalami keretakan. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi cuaca yang terlalu ekstrem. Misalnya suhu udara yang terlalu panas menyebabkan proses pengeringan spesi dan acian menjadi tidak normal, air hujan yang terlalu deras akan mengikis dinding, serta gempa bumi juga bisa menimbulkan keretakan. Faktor-faktor ini harus dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan kerugian bagi dinding.