3 Cara Memperbaiki Kolam Renang yang Bocor

Jangan pernah berpikir kalau mempunyai kolam renang akan selamanya enak. Faktanya ada begitu banyak masalah yang dapat menimpa kolam renang di rumah Anda. Tak hanya masalah tentang airnya saja, bahkan bangunan kolam itu sendiri pun bisa mengalami masalah. Misalnya kolam yang bocor menyebabkan airnya terus keluar. Akibatnya Anda pun tak akan pernah bisa mengisi kolam renang tersebut dengan air sampai penuh.

Kebocoran pada kolam renang harus lekas diperbaiki. Sebab kalau tidak, kebocoran tersebut akan menjadi-jadi. Kondisinya bakal bertambah parah. Ukuran lubang kebocoran ini semakin membesar apabila tidak segera diatasi secepatnya. Satu-satunya jalan keluar yaitu Anda harus cepat menambal dan menutup lubang tersebut. Temukan titik kebocoran pada kolam renang, kemudian lakukan upaya penambalan sampai rapat kembali.

Seperti kata pepatah, tidak ada asap kalau tidak ada api. Begitu pula dengan keadaan kolam renang Anda tidak mungkin akan bocor apabila tak ada lubang pada strukturnya. Lubang inilah yang menjadi penyebab utama mengapa air terus-menerus keluar dari kolam renang. Berapa pun ukuran lubang tersebut, air pasti dapat mengalir dari sana. Tugas utama Anda kini yaitu mencari tahu di mana saja titik kebocorannya terlebih dahulu.

Tandai semua titik kebocoran pada kolam renang. Kemudian lakukan perbaikan. Silakan Anda mengikuti panduan di bawah ini untuk mengatasi kolam renang yang bocor sampai tuntas!

Solusi 1. Mengaplikasikan Nat yang Baru

Anda mungkin tak pernah menyangka kalau lubang yang sangat kecil pada nat kolam renang dapat menyebabkan kebocoran atau lebih tepatnya rembes. Namun rembes ini terjadi terus-menerus sehingga membuat volume air berkurang banyak. Anda harus memperbaiki dengan segera karena ukuran lubang tersebut bisa bertambah besar. Cobalah mengikis lapisan nat yang lama terlebih dahulu menggunakan sikat kawat, kape, atau gerinda. Kemudian terapkan nat baru pada bekas tersebut. Gunakan nat yang mengandung bahan waterproofing supaya dapat bertahan lama di dalam air.

Solusi 2. Menyuntikkan Bahan Penambal

Proses penambalan struktur kolam renang yang bocor juga dapat dilakukan menggunakan metode injeksi. Teknik ini biasanya digunakan untuk memperbaiki kolam yang terletak di lantai atas (rooftop) suatu bangunan. Lubang kecil yang terbentuk di dinding kolam paling tepat bila ditambal menggunakan metode ini. Bahan penambal yang dipakai yaitu pasta beton. Anda perlu menemukan titik-titik kebocoran terlebih dahulu. Setelah itu, suntikkan pasta ini tepat di lokasi kebocoran. Ukuran jarum yang kecil memungkinkan Anda dapat memasukkannya ke dalam lubang sehingga proses penambalan pun akan berhasil sempurna.

Solusi 3. Merenovasi Konstruksi Kolam Renang

Untuk mengatasi kolam renang yang bocornya sudah terlalu parah, di mana banyak ditemukan titik-titik kebocoran, perbaikannya harus dilaksanakan secara total. Renovasi menyeluruh bisa diambil guna memulihkan kondisinya yang rusak parah. Meski biaya yang dibutuhkan sangat besar, tapi hasilnya akan sebanding yaitu kolam renang menjadi normal kembali tanpa adanya lubang kebocoran. Mau tak mau Anda wajib memilih solusi ini apabila kondisi kolam renang memang sudah mengalami kerusakan fatal.

Proses renovasi kolam renang dilakukan dengan membongkar konstruksi yang bermasalah terlebih dahulu. Bagian kolam yang banyak memiliki titik kebocoran perlu dihancurkan sebab kondisi strukturnya sudah tidak bagus. Proses berikutnya yaitu memasang besi tulangan untuk meningkatkan kekuatan struktur yang bermasalah tersebut. Struktur yang tidak kuat menahan tekanan air menjadi penyebab utama kolam renang bocor. Lalu Anda bisa memasang bekisting sebagai tempat pencetakan cor. Barulah kemudian pengecoran dapat dilakukan. Tuangkan cor ke dalam bekisting sampai penuh.

Untuk menghasilkan beton yang kualitasnya tinggi, proses pengeringan cor begitu penting. Tahap ini harus dilakukan dengan benar. Beton sebaiknya dikeringkan secara perlahan-lahan minimal dalam waktu 30 hari. Anda bisa menyirami beton tersebut secara rutin untuk menjaga tingkat kelembabannya sehingga proses pengeringannya pun dapat berlangsung secara lambat. Di sisi lain, beton yang mengering terlalu dini akan memicu timbulnya masalah baru. Contohnya beton justru akan mengalami keretakan akibat menerima panas yang berlebihan.