Cara Memilih Pondasi Rumah yang Paling Tepat

Sebuah konstruksi bangunan terdiri dari rangkaian struktur-struktur yang saling bekerjasama. Kombinasi struktur-struktur ini membentuk sebuah bangunan yang sangat kuat serta kokoh sehingga aman dan nyaman untuk dihuni. Struktur utama yang bertugas untuk menopang beban bangunan ialah pondasi. Pondasi adalah struktur yang terletak di bagian paling dasar sebuah bangunan. Pondasi inilah yang akan menanggung beban total bangunan, lalu meneruskannya ke tanah.

Saat ini ada begitu banyak jenis-jenis pondasi untuk bangunan. Setiap pondasi mempunyai karakteristik tersendiri mencakup keunggulan dan kelemahan yang dimilikinya. Ketika akan membuat rumah, Anda harus dapat menentukan pondasi apa yang cocok digunakan untuk proyek tersebut. Tidak selamanya memilih pondasi yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi merupakan keputusan yang bijaksana. Kalau pondasi tersebut cuma memboroskan anggaran, sebaiknya Anda tidak memilihnya.

Pondasi yang baik adalah pondasi yang mampu menjalankan tugasnya dengan tepat tanpa mengalami kendala-kendala yang berarti. Pondasi tersebut dibuat dengan spesifikasi yang sesuai beban yang harus ditanggungnya sehingga tidak mengakibatkan pemborosan biaya. Kalau pondasi sederhana saja sudah lebih dari cukup untuk menahan beban bangunan tersebut, mengapa memilih pondasi yang lebih rumit yang memerlukan biaya lebih banyak? Jenis pondasi harus dipilih secara bijaksana.

Kapan Harus Memakai Pondasi Batu Kali?

Dinamakan pondasi batu kali karena pondasi ini memang memakai batu kali sebagai material utamanya. Pondasi ini bisa Anda gunakan jika ingin membangun rumah satu lantai alias tidak bertingkat. Pondasi ini bisa dipilih apabila tingkat kekerasan tanahnya memenuhi syarat untuk dibangun pondasi batu kali.  Di antaranya yaitu kondisi tanah harus rata sehingga tidak terlalu banyak mengurug menggunakan tanah lagi serta ketersediaan batu belah di sini cukup banyak sehingga mudah didapatkan dan harganya pun relatif murah. Pilihan memakai pondasi batu kali akan membuat anggaran lebih ekonomis.

Kapan Harus Memakai Pondasi Footplat?

Pondasi footplat merupakan pondasi yang terbuat dari beton. Pondasi ini menggunakan pasir, semen, dan kerikil sebagai bahan utamanya. Pondasi ini bisa dijadikan alternatif dari pondasi batu kali, terutama bila sulit mendapatkan batu belah di daerah tersebut. Walau umumnya harga rata-rata untuk membuat pondasi ini lebih mahal, tetapi dalam kondisi tertentu pondasi footplat justru lebih murah dibandingkan pondasi batu kali. Misalnya apabila Anda harus membuat pondasi di tanah yang seperti lembah dengan ukuran mencapai lebih dari 3 meter, menggunakan pondasi footplat akan lebih ekonomis. Sehingga rumah yang dibangun nanti perlu dilengkapi dengan dak untuk lantai satunya.

Pondasi footplat juga cocok digunakan pada saat membangun rumah di atas tanah yang kondisinya tidak stabil. Untuk kondisi tanah yang lembek dan memiliki daya dukung yang rendah, pilihan pondasi yang paling tepat ialah pondasi footplat. Kelemahan dari kondisi tanah yang lembek ini dapat diatasi dengan cara menggali tanah secukupnya terlebih dahulu. Contohnya ukuran 1,20 x 1,20 m dengan kedalaman sampai 1,00 m. Selanjutnya pasanglah trucuk dengan jumlah tertentu sesuai kondisi tanah yang akan didirikan bangunan tersebut. Misalnya trucuk sebanyak 16 buah sedalam 4 m. Trucuk ini bisa dibuat dari bambu ori tua, kayu gelam/dolken, tiang pancang, atau memanfaatkan teknik straus.

Kapan Harus Memakai Kombinasi Pondasi Batu Kali dan Footplat?

Kadang-kadang kita juga perlu menggunakan pondasi batu kali dan pondasi footplat pada waktu yang bersamaan. Kedua pondasi ini digunakan pada saat yang sama. Karena beban yang harus ditanggungnya begitu berat, diharapkan kombinasi keduanya mampu menahan beban tersebut dengan baik. Contohnya Anda bisa membuat pondasi batu kali dan footplat secara bersama-sama ketika mendirikan bangunan bertingkat. Pondasi footplat ini dibangun di bawah kolom-kolom yang akan menerima beban berat. Sedangkan pondasi batu belah berfungsi untuk menahan urugan tanah serta menerima beban sloof dan tembok. Sehingga tercipta sebuah pondasi yang benar-benar kokoh.