Cara Membuat Ventilasi Udara yang Baik dan Kiat-kiatnya

Semua orang mengharapkan rumahnya tidak hanya sedap dipandang mata, tetapi juga sehat dan nyaman. Keindahan rumah bisa diatur kemudian setelah Anda memastikan bahwa rumah tersebut layak untuk dihuni. Sebab memang fungsi utama rumah sebagai tempat tinggal dan berlindung dari segala marabahaya. Supaya rumah tersebut aman dihuni serta mempunyai suasana yang nyaman, salah satunya Anda wajib melengkapinya dengan ventilasi udara.

Ventilasi udara berfungsi sebagai jalur keluar masuknya udara di rumah. Udara dapat keluar dan memasuki rumah melalui ventilasi tersebut. Dengan adanya ventilasi ini, maka udara kotor di dalam rumah bisa keluar, serta udara bersih dari luar pun dapat memasuki rumah. Anda bisa membuat ventilasi ini berupa jendela, lubang angin, atau loster. Bangunlah ventilasi udara ini dalam jumlah yang cukup pada posisi yang tepat sesuai desain masing-masing ruangan.

Ventilasi merupakan tempat udara mengalir. Udara dari luar akan mengalir ke dalam rumah, begitu pula sebaliknya. Sehingga dengan adanya ventilasi ini maka kondisi udara di rumah akan senantiasa terjaga. Ventilasi akan memastikan ketersediaan udara bersih di dalam rumah yang bebas dari polusi udara. Pergantian udara secara terus-menerus ini juga akan mengontrol suhu udara di dalam rumah serta tingkat kelembaban udaranya.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat ventilasi di rumah, antara lain :

  1. Kuantitas dan kualitas udara yang memasuki lubang ventilasi
  2. Arah dan pergerakan udara harus dapat mengalir ke seluruh ruangan
  3. Jumlah dan luas ventilasi sesuai dengan karakteristik ruangan

Terdapat dua jenis ventilasi menurut sumbernya yaitu ventilasi alami dan ventilasi mekanik. Ventilasi alami berupa jendela, pintu, loster, dan lubang-lubang ventilasi lainnya. Ventilasi ini memanfaatkan tiupan angin. Sementara itu, ventilasi mekanik berupa kipas angin (exhausted fan). Biasanya ventilasi ini dipasang di dinding atau plafon di ruangan-ruangan yang tidak memungkinkan dibangun ventilasi alami. Perangkat ini akan mengeluarkan dan memasukkan udara.

Setiap ruangan di rumah hendaknya dilengkapi dengan ventilasi. Kalau Anda tak bisa membuat ventilasi alami di sana, maka pasanglah ventilasi mekanik. Sehingga kondisi udara di dalam ruangan tersebut akan terkontrol dengan baik. Ruangan tanpa ventilasi akan mendatangkan bahaya yang besar. Bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dari tak dibuatnya ventilasi pada suatu ruangan, meliputi :

  1. Keracunan gas dari kompor gas yang mengeluarkan Nitrogen dioksida. Ini merupakan gas yang sangat berbahaya bagi manusia apabila dihirup terus-menerus. Seseorang yang mengalami keracunan gas akan mengalami kejang-kejang.
  2. Keracunan gas yang dilepaskan oleh produk pembersih yang Anda gunakan. Beberapa bahan pembersih kimia mengandung ammonia, klorin, dan VOC (Volatile Organic Compounds). Gas-gas ini juga kerap terdapat di cat dinding.
  3. Bahaya kuman, bakteri, tungau, dan debu yang terdapat di binatang peliharaan Anda. Hati-hati terhadap hewan yang berbulu panjang dan nampak menggemaskan. Sebab bisa jadi bulunya merupakan sarang mikroorganisme yang berbahaya.
  4. Asap dari rokok tidak akan keluar kalau ruangan tersebut tidak mempunyai ventilasi udara. Sehingga dapat negatif dari rokok tersebut juga akan dirasakan oleh anggota keluarga yang tidak merokok, tapi menghirup asapnya.
  5. Udara di dalam ruangan tanpa ventilasi pasti mempunyai kualitas yang buruk karena tidak bisa berganti dengan udara yang lebih segar. Seseorang yang berada di dalamnya dalam waktu lama berisiko mengalami gangguan pada sistem pernapasannya.
  6. Tidak adanya ventilasi akan membuat kondisi rumah menjadi lembab. Kelembaban udara di dalam rumah tersebut bakal meningkat karena tidak adanya udara segar yang masuk. Ruangan pun bakal ditumbuhi oleh lumut dan jamur.

Dalam membangun ventilasi udara, Anda hendaknya memperhatikan kiat-kiat di bawah ini!

  • Setiap ruangan harus memiliki ventilasi udara. Kalau tidak memungkinkan membangun ventilasi keluar, maka Anda bisa membangun ventilasi ke dalam yang menghubungkan dengan ruangan yang lainnya. Jika tidak bisa dibangun ventilasi alami, Anda bisa memasang exhausted fan sebagai ventilasi mekanik.
  • Sesuaikan jumlah ventilasi yang dibuat dengan ukuran masing-masing ruangan. Kalau ruangan tersebut cukup besar, Anda bisa membuat beberapa ventilasi yang memadai. Tidak hanya jendela saja, Anda pun dapat menambahkan loster untuk memaksimalkan pertukaran udara melalui ventilasi tersebut.
  • Membuat ventilasi model silang lebih kami rekomendasikan. Ventilasi model silang akan membuat udara mengalir ke seluruh ruangan secara efektif. Tak hanya salah satu bagian ruangan saja yang bakal teraliri oleh udara yang segar, tetapi semua bagian ruangan tersebut. Ruangan pun menjadi segar.