Cara Membuat Pondasi Tapak untuk Kolam Renang

Semua konstruksi bangunan membutuhkan pondasi sebagai struktur yang menahan beban struktur-struktur lain di atasnya. Pondasi akan meneruskan beban dari atas menuju ke tanah sehingga kolam renang pun dapat berdiri dengan kokoh. Pada rumah atau gedung bertingkat, pondasi hanya akan menanggung struktur saja. Berbeda dengan pondasi pada kolam renang, selain akan menahan beban dari struktur, pondasi ini juga harus mampu menopang beban dari air di atasnya.

Oleh sebab itu, pondasi untuk kolam renang perlu dibuat dengan kekuatan yang sangat tinggi. Anda harus membuatnya secara tepat dengan memperhatikan beban yang bakal ditanggung oleh pondasi tersebut. Pastikan nantinya pondasi ini sanggup menahan semua beban yang ada di atasnya. Sebab jika salah dalam menghitungnya, maka kolam renang Anda akan mengalami masalah. Misalnya kebocoran yang terjadi di bagian dasar kolam renang, timbulnya keretakan, hingga pondasi yang jebol akibat tidak kuat menahan beban air.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam membuat pondasi tapak untuk kolam renang, di antaranya :

Pembesian

Pembesian merupakan elemen paling dasar dari pondasi tapak. Ibarat tulang pada kerangka manusia, pembesian ini sangat menentukan kekuatan pondasi itu sendiri serta beton yang akan dibangun di atasnya. Itu sebabnya, pelaksanaan pekerjaan pembesian wajib dilaksanakan secara matang dengan memperhatikan semua faktor yang mempengaruhinya. Disarankan untuk menghitung berat total kolam renang untuk menentukan spesifikasi besi yang harus digunakan.

Dalam pemilihan besi yang akan dipakai, Anda perlu memperhatikan dengan baik ukuran besi tersebut. Karena saat ini ada banyak sekali pilihan ukuran besi tulangan yang tersedia di toko bangunan. Biasanya besi yang digunakan untuk membuat pondasi kolam renang mempunyai diameter yang berkisar antara 8-19 mm. Faktanya memilih besi tulangan tidak mudah. Anda mungkin menganggap kalau menggunakan besi yang diameternya lebih besar, maka hasilnya akan semakin bagus. Namun kenyataannya pemakaian besi yang terlalu tebal justru akan menambah beban pondasi. Begitu pula jika Anda memasang besi secara berlebihan.

Guna menghindari kesalahan dalam pemilihan besi, Anda bisa menyesuaikan antara spesifikasi besi yang dipilih dengan berat total kolam renang. Sebagai contoh, jika Anda ingin membangun kolam renang yang mempunyai volume sekitar 30-65 m3 maka Anda bisa menggunakan besi polos yang berdiameter sekitar 12-13 mm. Sedangkan bila Anda ingin membuat kolam renang dengan kubikasi antara 65-100 m3, Anda bisa memakai besi ulir yang memiliki diameter sekitar 13-16 mm.

Pembetonan

Pekerjaan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pembetonan. Beton memiliki peranan yang penting dalam menciptakan pondasi tapak dengan kekuatan yang tinggi. Faktor utama yang mempengaruhi tingkat kekuatan beton yaitu campuran material pembentuknya. Jenis-jenis beton ada begitu banyak seperti yang sudah kami bahas sebelumnya. Ragam beton tersebut memiliki simbol-simbol tertentu yang menentukan kualitas dan perbandingan campuran bahan-bahan penyusunnya.

Untuk konstruksi kolam renang, rekomendasi jenis beton yang bisa digunakan yaitu beton dengan mutu K250 atau K300. Kedua jenis beton ini memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi dan keretakan. Untuk menghemat anggaran, Anda bisa menggunakan beton ready mix. Harganya sekitar Rp 750-800 ribu/m3. Pemakaian beton ready mix ini jauh lebih hemat dan efisien dibandingkan dengan pembuatan beton secara manual. Hal ini berkaitan dengan tenaga kerja, waktu, material, dan peralatan.

Pondasi

Pembuatan pondasi tapak untuk kolam renang harus memperhatikan berat total yang akan ditanggung oleh pondasi nantinya. Pondasi untuk kolam renang skala pribadi biasanya memakai pondasi yang berukuran 60 x 60 cm dengan ketebalan mencapai 20 cm. Sedangkan pondasi tapak untuk kolam renang umum atau kolam renang olympic dapat dibuat dengan ukuran 100 x 100 cm dengan ketebalan hingga 35 cm. Sekali lagi kami ingatkan, penghitungan pembuatan pondasi ini harus menyesuaikan ukuran kolam renang, termasuk berat totalnya.

Ibaratnya manusia, maka pondasi tapak merupakan kaki. Pondasi ini memiliki fungsi sebagai tumpuan konstruksi bangunan kolam renang. Pembuatan pondasi tapak dalam jumlah yang tepat akan semakin meningkatkan efektivitas pembagian berat yang harus ditanggung oleh masing-masing pondasi tersebut. Untuk mewujudkannya, Anda harus menghitung berapa ukuran panjang dan lebar kolam renang yang akan dibuat serta luasnya. Jarak ideal antara pondasi tapak yang satu dengan pondasi lainnya adalah 2,5 m. Namun tidak menutup kemungkinan pondasi dibuat dengan jarak yang lebih rapat atau renggang tergantung bentuk kolam renang serta tingkat kekerasan tanahnya.