Agar Pondasi Rumah Kuat, Begini Loh Cara Membuatnya

Bangunan rumah mesti dilengkapi dengan pondasi. Pondasi merupakan struktur bangunan yang terletak paling bawah. Fungsi utamanya ialah menopang bangunan supaya dapat berdiri dengan kokoh. Pondasi ini bekerja dengan menahan beban bangunan yang berasal dari struktur-struktur di atasnya, kemudian meneruskan beban tersebut ke lapisan tanah yang terletak di bawahnya. Struktur pondasi harus benar-benar kuat agar mampu melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga bangunan bisa kokoh berdiri.

Terdapat cukup banyak aspek yang perlu diperhatikan untuk membuat pondasi rumah yang kuat. Mulai dari pemilihan material bangunan, proses pencampuran bahan-bahan, sampai pelaksanaan pembuatan pondasi sesuai rencana. Anda harus memperhatikan tentang pondasi karena struktur ini menjadi tempat bertumpunya rumah Anda. Faktor keamanan bangunan mesti diperhatikan di samping kenyamanan dan keindahan rumah. Tanpa pondasi yang kokoh, rumah Anda menjadi tidak layak untuk dihuni.

Beberapa pondasi yang sering dibuat di Indonesia antara lain :

  • Pondasi batu kali merupakan pondasi yang biasanya dibangun untuk mendukung rumah 1 lantai. Pondasi ini umumnya dibuat dengan kedalaman yang berkisar 60-80 cm. Pondasi ini berfungsi untuk menahan beban struktur di atasnya yang tak terlalu berat serta tempat pemasangan bata dinding. Pondasi bangunan ini terbuat dari batu kali yang direkatkan memakai semen dan pasir dengan perbandingan 1:4.
  • Pondasi cakar ayam digunakan untuk menopang beban bangunan yang terdiri atas 2 lantai atau lebih. Pondasi ini terbuat dari konstruksi beton bertulang yang dibangun pada kedalaman 120-200 cm hingga mencapai lapisan tanah keras. Pondasi cakar ayam sanggup menahan bangunan yang memiliki bobot yang berat. Pondasi ini menggunakan bahan perekat dari campuran semen, kerikil, dan pasir dengan perbandingan 1:3:2. Selanjutnya di bagian dalam beton diisi tulang besi yang disusun untuk meningkatkan kekuatan pondasi.

Ada sejumlah tips dalam memilih pondasi mana yang sebaiknya digunakan beserta panduan dalam membangunnya.

  • Rumah 1 lantai yang dibangun di atas tanah keras cukup menggunakan pondasi batu kali.
  • Rumah 2 lantai yang dibuat di tanah tipe keras membutuhkan kombinasi pondasi batu kali dan pondasi cakar ayam.
  • Rumah yang dibangun di atas tanah yang sifatnya lembek atau labil, maka struktur tanahnya wajib dikeraskan terlebih dahulu.
  • Upayakan proses pengeringan pondasi tidak berlangsung secara cepat, melainkan perlahan-lahan.
  • Cara memperkuat pondasi bisa dilakukan dengan memberikan alas berupa kerikil setebal 15-20 cm yang diratakan dan dipadatkan.

Kami mempunyai kiat-kiat yang perlu Anda perhatikan untuk membuat pondasi agar kuat dan kokoh sehingga bangunan rumah di atasnya dapat berdiri dengan baik.

  1. Perhatikan tingkat kedalaman tanah untuk pembuatan pondasi. Karena tanpa kedalaman yang cukup, kualitas pondasi yang dibangun menjadi kurang baik. Pondasi tersebut tidak terlalu kuat menahan beban bangunan di atasnya.
  2. Pembuatan pondasi batu kali dapat memakai campuran semen dan pasir dengan perbandingan setidak-tidaknya 1:5. Lumrahnya adalah 1:4 untuk memastikan kekuatan struktur pondasi yang dibangun.
  3. Struktur pondasi bisa didukung menggunakan stek besi yang dikaitkan dengan besi sloof untuk memperkuat daya dukungnya. Ukuran besi yang dipakai sebagai tulangnya pada pondasi cakar ayam (footplat) yaitu 12 mm.
  4. Kualitas beton yang digunakan dalam pembuatan pondasi minimal memakai beton K225. Beton dengan mutu K225 ini terbuat dari semen, pasir, dan kerikil dengan rasio perbandingan material di kisaran 1:2:3.
  5. Pastikan tulangan besi yang menyusun pondasi bangunan dapat menyatu dengan baik. Tulangan besi ini harus benar-benar menyatu dengan tulangan kolom struktur sampai ke bagian atasnya agar kekuatan bangunan terjamin.