Mencari Tahu Kelebihan dan Kekurangan Kayu Sonokeling

Kayu sonokeling tergolong sebagai kayu dengan kualitas yang premium. Kualitas kayu ini bahkan dapat disandingkan bersama dengan kayu jati. Seakan tak mau kalah, kayu sonokeling juga mempunyai serat yang indah dan kekuatannya kokoh sekali. Maka tidak heran, kayu sonokeling mempunyai penggemar yang begitu banyak. Kayu ini selalu diburu oleh para pengrajin. Biasanya kayu sonokeling dipakai untuk membuat perabotan, furniture, dan aksesori rumah tangga.

Kayu sonokeling dihasilkan dari pohon sonokeling (Delbergia latifolia roxb). Kayu ini termasuk di famili Fabaceae. Keberadaan kayu sonokeling memang tidak sepopuler kayu jati. Tetapi bukan berarti kualitas kayu ini kalah dengan kayu jati ya. Kenyataannya kayu sonokeling termasuk dalam golongan kayu indah kelas satu. Begitu pula dengan tingkat kekuatan dan keawetannya, kayu ini juga berada dalam satu kelas dengan kayu jati yaitu golongan kayu awet satu atau sangat awet.

KELEBIHAN

Seratnya Memiliki Pola yang Indah

Keunggulan utama kayu sonokeling terletak pada serat yang dimilikinya. Kayu ini memiliki serat dengan pola yang sangat indah. Arah seratnya lurus dan kadang-kadang berombak. Garis serat kayu sonokeling nampak tegas serta terlihat jelas. Inilah yang membuatnya berada di kelompok kayu indah kelas satu, kelas yang sama seperti kayu jati. Berarti keindahan kayu sonokeling setara dengan kayu jati. Maka tidak heran begitu banyak pengrajin kayu yang menyukainya.

Penampilannya Mewah dan Menarik

Selain karena pola seratnya yang menarik, keindahan kayu sonokeling juga didukung oleh warnanya yang sangat unik. Kayu sonokeling memiliki warna cokelat ungu tua di bagian tengahnya dengan garis-garis yang berwarna lebih gelap sampai hitam. Gradiasi warna ini mampu menciptakan corak yang unik sekali. Corak inilah yang menjadikan kayu sonokeling begitu digemari digunakan sebagai bahan baku pembuatan furniture mewah dan kerajinan tangan berkelas tinggi.

Tekstur Permukaannya Cukup Halus

Kayu sonokeling juga memiliki permukaan yang teksturnya cukup halus. Setidaknya di antara kayu-kayu keras lainnya, kayu sonokeling termasuk salah satu kayu dengan tekstur permukaan yang halus. Hal ini tidak terlepas dari arah seratnya yang lurus dan tersusun dengan rapat. Dengan permukaan yang cukup halus ini, para pengrajin tidak mendapatkan kesulitan yang berarti dalam mengolah serta memberikan finishing terhadap kayu ini.

Termasuk Golongan Kayu yang Keras

Tahukah Anda, kayu sonokeling tergolong ke dalam kayu keras yang mempunyai bobot sedang hingga berat. Sebagai kayu yang keras, kayu sonokeling memiliki pori-pori yang tersusun dengan rapat. Tidak seperti kayu randau atau kayu kapuk, kayu ini tidak lunak serta tidak gampang lapuk. Kayu sonokeling mempunyai berat jenis rata-rata yang berkisar antara 0,77 sampai 0,86 pada kadar air sekitar 15%. Kayu ini juga memiliki tingkat kekuatan dan kekokohan yang sangat baik.

Gampang Diproses Lebih Lanjut

Walaupun kayu sonokeling tergolong sebagai kayu yang keras bukan berarti kayu ini sulit diproses lebih lanjut menjadi suatu produk kerajinan. Justru sebaliknya, kayu ini cukup mudah dioleh menjadi produk furniture, perabotan, maupun aksesori rumah tangga. Proses pengolahan kayu sonokeling bisa dilakukan dengan cukup gampang. Misalnya seperti memotong kayu, menggergaji, mengukir, sampai mengamplas permukaan kayu sonokeling ini. Tentunya ini tak terlepas dari teksturnya yang cukup halus.

Keawetannya Tidak Perlu Diragukan

Selain tergolong sebagai salah satu kayu indah kelas satu, kayu sonokeling juga termasuk golongan kayu awet kelas satu. Artinya adalah kayu ini sangat awet. Berdasarkan klasifikasi keawetannya, kayu ini ada di kelas yang sama seperti kayu jati yaitu kayu kelas awet satu. Keawetan kayu sonokeling ini juga tidak terlepas dari kandungan zat ekstraktif di dalamnya. Adanya zat ini bahkan sanggup membuat kayu sonokeling semakin awet seiring dengan berjalannya waktu.

Daya Tahannya Begitu Tinggi

Tingkat keawetannya yang begitu tinggi juga tak terlepas dari daya tahan yang dimiliki kayu sonokeling memang sangat bagus. Kayu ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap serangan jamur, rayap, kutu bubuk, kumbang, atau serangga-serangga perusak kayu lainnya. Meskipun tanpa diberi bahan pengawet kayu terlebih dahulu, kayu sonokeling ini memang sudah awet. Kandungan zat ekstraktif di dalamnya pula yang membuat kayu inisangat awet. Zat ini berupa getah dan dapat berfungsi sebagai racun bagi serangga.

KEKURANGAN

Tidak Bisa Difinishing Warna Terang

Tak semua orang menyukai perabotan kayu yang berwarna gelap. Beberapa di antaranya menginginkan perabotan yang berwarna terang dan natural seperti halnya produk furniture luar negeri yang terbuat dari kayu walnut atau cocoa. Sayangnya kayu sonokeling ini tidak bisa diberikan finishing menggunakan warna yang terang atau warna natural. Penyebabnya yaitu warna kayu ini memang sudah gelap sampai ke bagian dalamnya. Kayu ini tidak cocok bagi Anda yang lebih suka kayu berwarna cerah.

Mengandung Kadar Air Cukup Banyak

Kekurangan lain dari kayu sonokeling adalah kayu ini mengandung air dengan kadar yang cukup tinggi. Sehingga dibutuhkan proses pengeringan yang cukup lama supaya kandungan air di dalamnya mencapai titik prosentase yang ideal. Biasanya kayu sonokeling dikeringkan hingga kadar airnya mencapai angka 12 persen. Penggunaan kayu sonokeling yang masih basah sangat rawan mengalami perubahan bentuk akibat kayu yang menyusut, memuai, atau melengkung.

Tidak Semua Bagiannya Berdaya Tinggi

Berbeda dengan kayu jati yang memiliki daya tahan yang sangat baik di hampir semua bagiannya, tidak seluruh bagian dari kayu sonokeling mempunyai daya tahan yang tinggi. Kayu dengan kualitas terbaik ada di bagian paling tengah. Sedangkan bagian kayu sonokeling yang terletak di pinggiran mempunyai kualitas yang tidak terlalu baik. Bagian kayu ini tidak terlalu tahan terhadap serangan rayap serta jamur. Sehingga Anda harus mencari tahu dengan pasti jenis kayu sonokeling yang Anda beli.