7 Perbedaan Granit dan Marmer Beserta Karakteristiknya

Kini ada begitu banyak bahan bangunan yang bisa digunakan sebagai penutup lantai ruangan. Rata-rata rumah di Indonesia memakai keramik. Selain karena penampilannya yang menarik, harga keramik juga sangat terjangkau. Sayangnya lapisan kilap pada keramik terlalu tipis. Jika terkena goresan sedikit saja, lapisan tersebut akan hilang sehingga membuat keramik terlihat tidak menarik lagi. Sebagai alternatifnya, Anda bisa menggunakan granit dan marmer.

Granit dan marmer sama-sama merupakan material yang terbentuk secara alami. Batu granit terbentuk dari penyatuan batu-batuan seperti kuarsa, feldspar, mineral mika, dan amfibol yang menjadi satu. Sedangkan batu marmer terbuat dari batu kapur atau batu gamping yang mengalami proses metamorfosis. Karena bahan baku pembentuknya tidak sama, maka granit dan marmer pun memiliki karakteristik yang berbeda.

Akan tetapi, masih banyak orang yang keliru dalam menyebutkan antara granit dan marmer. Lucunya lagi adalah beberapa orang bahkan menganggap keduanya merupakan material yang sama. Namun sekali lagi kami ingatkan bahwa granit dan marmer adalah dua bahan bangunan yang berbeda. Oleh sebab itu, kualitas dan karakteristiknya pun berbeda. Begitu pula dengan harganya yang juga berbeda jauh. Perbedaan mengenai granit dan marmer adalah sebagai berikut :

Lantai Granit

Lantai Marmer

Perbedaan 1. Tampilan

Sebenarnya lantai granit dan lantai marmer memiliki tampilan dengan perbedaan yang sangat jelas. Lantai granit mempunyai motif berupa bintik-bintik pada permukaannya. Motif ini secara alami timbul dari proses peleburan batu-batuan yang menjadi satu. Sedangkan lantai marmer memiliki motif berbentuk garis-garis urat yang halus. Motif urat pada marmer ini terbentuk dari kotoran mineral yang mengendap. Perlu diketahui, motif pada granit dan marmer tidak ada yang sama karena terbentuk secara alami.

Perbedaan 2. Karakteristik

Granit memiliki kekuatan yang lebih kokoh daripada marmer. Daya tahannya pun lebih baik sehingga lantai granit ini bisa bertahan dalam waktu yang lama tanpa mengalami kerusakan yang berarti. Granit dan marmer juga sama-sama mempunyai pori-pori yang ukurannya cukup besar. Akibatnya kedua lantai tersebut jauh lebih mudah kotor daripada lantai keramik. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengaplikasikan sealant di permukaannya. Manfaat lainnya, lapisan sealant ini akan membuat penampilan lantai terlihat begitu mewah. Terlebih nat lantai ini juga tidak terlalu terlihat sehingga membuat tampilan bentangannya tampak luas sekali.

Perbedaan 3. Penerapan

Dengan memperhatikan karakteristik yang dimilikinya, Anda sebaiknya menerapkan lantai marmer dan lantai granit di ruangan yang tepat. Strukturnya yang sangat kuat dan kokoh membuat lantai granit cocok diaplikasikan di berbagai ruangan. Namun biasanya lantai ini dipasang di dapur, koridor, serta ruangan-ruangan yang memiliki lalu lintas yang tinggi. Sementara itu, lantai marmer sebaiknya dipasang di tempat yang aman seperti meja rias, bak mandi, dinding shower, dan lain-lain supaya terhindar dari goresan benda-benda tajam.

Perbedaan 4. Perawatan

Anda harus menyadari bahwa lantai marmer dan lantai granit mempunyai pori-pori yang berukuran cukup besar. Akibatnya adalah lantai tersebut lebih mudah kotor. Walaupun Anda sudah mengaplikasikan sealant di permukaannya, tetapi Anda tetap harus merawatnya dengan baik. Usahakan lantai tersebut tidak terkena tumpahan cairan yang bersifat asam atau cairan yang terbuat dari bahan-bahan kimia yang keras. Jika sampai ada tumpahan cairan yang mengenai permukaannya, Anda harus segera membersihkannya. Agar tampilan lantai tetap terjaga, kami sarankan lakukan proses penerapan ulang sealant setiap tahun.

Perbedaan 5. Harga

Baik granit maupun marmer sama-sama merupakan material penutup lantai yang harganya mahal. Selain harga belinya yang mahal, biaya pemeliharaan yang harus Anda keluarkan untuk merawatnya pun tidak sedikit Anda harus mempertimbangkan baik-baik apabila ingin memakai kedua lantai ini. Adapun harga rata-rata lantai granit dan lantai marmer berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta per meter persegi. Biaya ini tergantung warna dan motif lantai serta ukuran yang dimilikinya. Namun jika dibandingkan berdasarkan kelas yang sama, harga granit lebih mahal daripada marmer.

Perbedaan 6. Pembuatan

Proses pembentukan granit dan marmer terjadi secara alami. Berbagai batuan melebur menjadi sehingga terbentuklah kedua jenis material lantai yang indah ini. Peran pabrik hanya memotong-motong granit/marmer tersebut menjadi ukuran tertentu sehingga lebih mudah didistribusikan ke konsumen dan mempermudah dalam pemasangannya juga. Umumnya pihak pabrik akan memotong granit dengan ukuran yang lebih besar. Strukturnya yang sangat kokoh membuat granit lebih aman. Berbeda dengan marmer yang harus dipotong lebih kecil supaya tidak rawan mengalami patah atau retak pada bagian tengahnya.

Perbedaan 7. Dampak

Walaupun dibuat oleh alam, tapi kenyataannya granit dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Menurut penelitian, beberapa jenis granit bukan tidak mungkin mengandung jejak radioaktif seperti radium radioaktif, uranium, dan thorium. Seiring dengan berjalannya waktu, radioaktif tersebut akan menghasilkan radiasi berupa gas mulia. Gas inilah yang berbahaya bagi kesehatan. Tanpa sadar, kita akan menghirup gas radiasi tersebut dalam waktu yang lama dan jumlah yang banyak sehingga memicu timbulnya kanker paru-paru.