11 Penyakit Berbahaya Bagi Ikan Koi dan Cara Mengobatinya

Faktanya adalah terdapat cukup banyak penyakit yang sering menyerang ikan koi. Penyakit-penyakit ini umumnya timbul akibat serangan kuman, bakteri, virus, dan jamur terhadap ikan tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan perkelahian antara ikan koi yang satu dengan ikan koi yang lainnya juga sanggup menimbulkan dampak yang sangat serius. Anda sama sekali tidak boleh menyepelekan masalah ini. Oleh karena itu, Anda mesti bersungguh-sungguh dalam memelihara ikan koi di rumah. Segera ambil tindakan nyata secara tepat untuk mengobati ikan yang sedang dilanda sakit.

Ikan koi memang termasuk salah satu spesies ikan air tawar yang cukup gampang terkena penyakit. Ikan ini membutuhkan bentuk-bentuk perawatan secara khusus dari Anda supaya kesehatannya senantiasa terjaga.  Bagaimanapun Anda akan merasa sangat bahagia ketika ikan-ikan koi Anda dalam kondisi yang sehat, kan? Begitu pula sebaliknya, saat ada ikan koi yang sakit, Anda juga akan turut merasa sedih. Tapi untungnya nih ciri-ciri ikan koi yang sakit itu cukup mudah dipelajari. Dengan memperhatikan gejalanya sejak dini, ada kesempatan bagi Anda untuk bisa menyembuhkannya kembali.

Di bawah ini adalah penyakit-penyakit yang biasa menyerang ikan koi, di antaranya adalah :

LUKA

Sama seperti jenis ikan yang lainnya, tubuh ikan koi pun rentan terluka bila tergores permukaan dinding atau aksesoris di dalam kolam yang teksturnya kasar. Kadang-kadang luka ini juga ditimbulkan oleh ikan koi yang berkelahi satu sama lain. Bentuk penanganan yang tepat untuk mengobati luka tersebut adalah memanfaatkan larutan monafuracin. Tuangkan larutan ini ke kolam isolasi dengan perbandingan sesuai petunjuk di kemasannya. Kemudian biarkan ikan koi yang terluka tetap berada di dalam kolam isolasi ini selama 3-7 hari sampai luka tersebut benar-benar sembuh.

BINTIK-BINTIK

Bintik-bintik umumnya disebabkan oleh serangan kuman dan bakteri yang berkembang biak pada dalam kolam yang kotor. Bintik-bintik ini muncul di sekujur tubuh ikan koi. Mulai dari bagian punggung, perut, insang, sirip, dan bagian-bagian lainnya. Jika Anda perhatikan lebih seksama, ikan yang terjangkit kuman atau bakteri ini seolah-olah diberi bedak di seluruh tubuhnya. Penyakit ini tergolong berbahaya karena kuman-kuman mampu menyerap cairan di dalam tubuh ikan sehingga menjadi kurus. Bila penyakit ini dibiarkan berlanjut tanpa penanganan yang tepat, bukan tidak mungkin ikan koi tersebut akan mati.

Bentuk pertolongan pertama untuk mengatasi penyakit ini adalah menaikkan suhu air di kolam ikan hingga beberapa derajat untuk mematikan kuman-kuman tadi. Kuman ini ternyata tak mampu bertahan hidup di dalam suhu yang panas loh. Tapi Anda harus tetap memperhatikan ambang batas suhu air yang aman bagi keberlangsungan hidup ikan koi yang tinggal di dalam kolam. Selanjutnya Anda bisa menambahkan methyline blue sebanyak 0,5 gram/1 ton air ke dalam kolam. Obat ini sangat ampuh membunuh semua kuman dan bakteri yang bersarang di lingkungan kolam ikan.

INFEKSI

Jika luka di tubuh ikan koi tidak segera Anda tangani dengan tepat, kondisi tersebut akan mengundang bakteri-bakteri untuk berkumpul dan menyerang luka tadi. Tujuannya apa? Tak lain untuk menggerogoti tubuhnya. Pada akhirnya, tubuh ikan yang tengah terluka ini pun akan terserang infeksi dengan mudah. Gejala awal apabila ikan koi terkena infeksi dapat dilihat dari perubahan pada salah satu anggota tubuh ikan. Biasanya warna bagian sirip ikan koi tersebut akan memudar. Tidak berapa lama kemudian, bagian yang sudah terinfeksi ini pun akan membusuk dan akhirnya menghitam.

Karena infeksi ini sendiri disebabkan oleh bakteri, khususnya terjadi di lingkungan kolam yang keruh dan kotor, maka proses pembersihan pun mutlak dilakukan untuk mengatasinya. Anda harus membersihkan kolam ikan secara total untuk menghilangkan kuman dan bakteri di sini. Hendaknya ikan koi yang sedang terluka dipindahkan saja ke kolam karantina agar Anda bisa merawatnya dengan maksimal. Berikutnya cobalah untuk mencampurkan obat nitrofurazon, kloramin, atau fenoksietanol ke dalam pakan dengan perbandingan 1 gram obat/kg untuk meningkatkan sistem imunitas si ikan.

JAMURAN

Air kotor merupakan lingkungan yang paling ideal bagi pertumbuhan segala macam jamur. Jenis jamur yang sering mengganggu ikan koi ialah saprolegnia. Orang Indonesia sendiri sering menyebutnya dengan istilah jamur kapas putih. Jika ikan koi terkena jamur ini, maka akan terdapat serat-serat seperti benang halus di tubuhnya. Jamur juga bisa mengakibatkan mulut dan mata ikan koi memutih serta berlendir. Hal ini tentunya tidak boleh Anda biarkan karena dapat berakibat fatal terhadap ikan tersebut apabila tidak ditangani dengan tepat sesegera mungkin

Cara mengobatinya adalah mencelupkan ikan koi yang sakit ke dalam bak yang telah diberi larutan NaCl 1,5%-2,5%. Setelah itu, ikan koi dimandikan sekali lagi dengan memakai larutan monofuracin. Sedangkan apbila ikan koi terserang jamur pada bagian insang biasanya perilaku ikan akan cenderung diam di dasar kolam. Solusinya adalah Anda harus menambahkan Green F sebanyak 0,1 gram/10 liter air ke dalam kolam tersebut. Biarkan ikan koi yang jamuran tetap berendam di dalam larutan ini selama 10-15 menit, tergantung tingkat penyakit yang dideritanya.

CACINGAN

Sama seperti jamur, cacing pun betah hidup di air kolam khususnya jika kondisinya kotor. Keberadaan cacing ini tentu saja sangat berbahaya karena bisa membuat ikan terkena gatal-gatal. Akhirnya ikan koi pun akan menggosokkan tubuhnya ke benda berpermukaan kasar untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Kalau kebiasaaan ini terus berlanjut, kulit ikan akan tergores. Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah membuat cacing enggan melekat di tubuh ikan dengan prinsip seperti lotion nyamuk. Rendam ikan koi di bak yang sudah diberi larutan antiparasit seperti malacite green 2% selama 10-15 menit.

Pada kasus yang lebih parah, ikan koi akan terkena serangan cacing jangkar (lernaea). Cacing tersebut dapat menghisap cairan di dalam tubuh ikan koi secara langsung sehingga membuat ikan menjadi lemas dan akhirnya mati. Penanganannya harus dilakukan secepat mungkin karena cacing ini cepat menular ke ikan-ikan yang lain. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencabutnya manual dan memberinya obat-obatan. Meskipun sulit, cacing jangkar bisa diambil dengan pinset. Jika sebagian besar tubuh koi sudah diserang cacing, Anda bisa memakai larutan dephterex 25%. Mandikan ikan dengan larutan ini secara rutin setiap 2 hari sekali. Mandikan sebanyak 3 kali (pagi, siang, dan sore) untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

DROPSI

Dropsi adalah penyakit pada ikan koi yang ditandai dengan mengelupasnya bagian sisik ikan tersebut. Penyakit dropsi ini sendiri disebabkan oleh serangan bakteri-bakteri yang ada di kolam. Ikan koi yang mengalami penyakit ini lambat laun akan mengalami sesak napas, lantas sulit menjaga keseimbangan tubuhnya. Untuk mengobati penyakit dropsi, pertama-tama Anda harus memasukkan ikan koi ke dalam bak berisi cairan antibakteri dan larutan NaCl selama 10-15 menit. Selanjutnya campurkan asam oksilin pada pakan ikan sebagai obat agar ikan koi lekas sembuh.

IRITASI

Berbeda dengan infeksi, iritasi pada ikan koi bukan disebabkan oleh luka, tetapi lebih karena kondisi air kolam yang kotor. Sisa pakan yang mengendap di dasar menyebabkan kandungan protein meningkat dan suhu kolam pun menjadi rendah. Kedua faktor inilah yang membuat tubuh ikan gampang terkena iritasi dan pembuluh darahnya ikut terinfeksi. Penyembuhannya adalah dengan memandikan ikan koi di larutan NaCl 10% setiap hari sampai ikan tersebut sembuh kembali. Tambahkan juga Aureomycin dan Merchuro Chrome ke pakan ikan. Terakhir, berikan ikan nutrisi tambahan berupa kubis dan selada, karena kedua sayuran ini bisa mengembalikan fungsi lambung agar normal kembali.

CACAR

Perlu Anda ketahui, penyakit cacar yang menyerang ikan koi disebabkan oleh virus. Ciri-ciri dari penyakit ini yaitu munculnya bercak-bercak putih yang berlendir di tubuh ikan. Lama-kelamaan bercak-bercak tersebut akan berubah warna menjadi merah keabu-abuan. Sama halnya seperti penyakit cacar pada manusia, penyakit cacar yang menyerang ikan koi juga bisa sembuh dengan sendirinya. Cuma prosesnya memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Kalau Anda ingin proses penyembuhannya lebih cepat, gunakanlah cairan desinfektan yang aman bagi ikan koi ke dalam kolam sebagai terapi.

KERUSAKAN SEL-SEL

Gangguan lainnya yang dapat dialami oleh ikan koi Anda yaitu kerusakan pada sel-selnya. Ciri-ciri bahwa sel-sel di tubuh ikan koi mengalami kerusakan (degenerasi) adalah tubuhnya semakin kurus serta corak dan warnanya pun memudar. Meskipun begitu, ikan masih nampak aktif bergerak kesana kemari seolah-olah sama sekali sedang tidak terkena penyakit apapun. Untuk mencegah gangguan ini menyerang ikan koi kesayangan Anda, Anda harus menambahkan asupan mineral serta vitamin E ke dalam pakannya. Wortel juga merupakan salah satu cemilan ikan koi yang sangat kami rekomendasikan.

KUTU

Siapa bilang ikan koi tidak bisa terserang kutu? Walaupun tidak mempunyai rambut, tetapi ikan koi pun dapat terkena serangan kutu loh. Namun bukan kutu rambut yang menyerang ikan ini, melainkan kutu air, Faktanya kutu air sanggup menempel pada tubuh ikan dan menghisap darahnya. Parahnya bekas gigitan kutu air ini bisa menimbulkan infeksi pada tubuh ikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda dapat memandikan ikan yang terkena kutu memakai tambahan larutan masoten, dipterex, atau dylox. Kemudian luka pada ikan koi harus segera diolesi dengan povidone iodine atau merkurokrom agar tidak menimbulkan infeksi.

LUMPUH

Ciri-ciri ikan koi yang lumpuh yaitu tubuhnya miring dan pola berenangnya kaku. Ketika diam, badannya nampak limbung dan kadang-kadang berdiri tegak. Kondisi ini biasanya menimpa ikan koi yang tidak bisa beradaptasi terhadap habitat di kolam baru, ikan koi terkena luka yang serius, atau ikan koi tersebut mengalami keracunan. Sayangnya penyakit lumpuh ini sulit ditangani. Sehingga sebagian besar ikan koi yang menunjukan tanda-tanda kelumpuhan biasanya akan berakhir dengan kematian. Namun tidak ada salahnya bagi Anda mencoba memberikan pertolongan pertama. Caranya yakni dengan memindahkan ikan yang sakit ke kolam isolasi yang telah dilengkapi sistem penghasil oksigen yang memadai.