15 Macam Minuman Wedang Tradisional Indonesia dan Asal Muasalnya

Menikmati minuman hangat ketika berbuka puasa dan sahur memang lebih direkomendasikan karena minuman-minuman ini tidak hanya dapat melepaskan rasa haus dan dahaga, tetapi juga memiliki khasiat yang bagus bagi tubuh kita. Kondisi perut yang kosong selama berpuasa dan udara malam yang begitu dingin akan langsung teratasi saat kita mengonsumi jenis minuman yang satu ini. Untungnya Indonesia sendiri memiliki banyak sekali minuman khas yang biasa disajikan dalam kondisi hangat. Minuman jenis ini umumnya dikenal dengan sebutan wedang. Kira-kira nih wedang khas Indonesia itu apa saja sih?

Wedang Jahe

Wedang jahe merupakan minuman berbahan jahe yang digeprek, lalu diseduh menggunakan air panas. Kalau mau rasanya lebih nikmat, jahenya mesti dibakar terlebih dahulu ya. Air jahe yang masih panas ini lantas ditambah pula dengan cairan gula merah dan susu. Kini wedang jahe pun dapat langsung Anda nikmati. Wedang jahe ini sangat manjur untuk mengatasi perut yang mual dan masuk angin loh. Jadi bagus sekali kalau diminum selama kita berpuasa di Bulan Ramadhan.

Wedang Kunyit

Wedang kunyit ini berbeda dengan jamu kunyit asam ya. Perbedaan yang paling mendasar yaitu minumannya yang lebih encer dan tidak sekental dengan jamu. Wedang kunyit ini sebenarnya merupakan ramuan tradisional yang berkhasiat untuk mengatasi sakit maag. Anda bisa rutin memiumnya agar kesehatan selalu terjaga. Cara membuatnya yaitu kunyit diparut lalu diseduh dengan air panas. Biar rasanya semakin mantap, tambahkan gula merah atau gula batu ya.

Wedang Sekoteng

Bagi anda yang ingin mencicipi minuman hangat yang isiannya lebih komplit, cobalah wedang sekoteng ini. Wedang sekoteng sendiri merupakan minuman khas dari Provinsi Jawa Tengah. Minuman ini terbuat dari kacang tanah, pacar cina, roti tawar, dan kacang hijau yang disiram dengan air jahe panas. Pasti Anda bisa langsung membayangkan bagaimana rasanya wedang yang satu ini, kan? Kuahnya terasa begitu hangat dan rasanya semakin nikmat dengan aneka topping di dalamnya.

Wedang Ronde

Pilihan minuman hangat selanjutnya yang cocok sekali dinikmati di Bulan Ramadhan yaitu wedang ronde. Yang khas dari sajian wedang ini tak lain adalah ronde itu sendiri. Apa yang dimaksud dengan ronde sih? Ronde yaitu bola-bola yang terbuat tepung beras yang dibentuk bulat berisi kacang merah tumbuk. Biasanya ronde ini dibuat berwarna-warni biar tampak menarik. Wedang ronde juga dilengkapi dengan roti tawar dan kolang-kaling, kemudian disiram dengan air jahe panas.

Wedang Dongo

Berbeda dengan saudaranya yaitu wedang ronde, wedang dongo ini memang belum begitu populer. Sehingga tidak sedikit orang yang menganggap kalau wedang dongo dan wedang ronde itu adalah minuman yang sama saja. Padahal antara wedang dongo dengan wedang ronde memiliki perbedaan yang jelas loh. Pada wedang dongo, ada tambahan topping berupa agar-agar dan rumput laut yang membuat minuman ini semakin lengkap. Selain itu, rasa kuahnya juga lebih lembut di mulut.

Wedang Secang

Wedang secang merupakan minuman yang kaya akan rempah-rempah. Minuman ini benar-benar mampu membuat kesehatan tubuh Anda terjaga dengan baik selama berpuasa di Bulan Ramadhan. Bahan utama untuk membuat wedang secang tentunya adalah kayu secang. Selain itu sajian wedang ini juga menggunakan daun serai, cengkeh, jeruk nipis, kayu manis, gula batu, jahe dan kapulaga. Karena banyak menggunakan rempah-rempah, maka rasa wedang secang ini sangat unik dan agak pedas.

Wedang Kacang

Cobalah wedang kacang untuk menyajikan minuman hangat yang unik di kala Anda berpuasa. Adapun jenis kacang yang digunakan dalam wedang ini adalah kacang tanah. Jadi kacang tanah tersebut dibuang kulit arinya terlebih dahulu, kemudian direbus sampai matang. Sebagai pelengkapnya digunakan topping berupa ketan putih. Terakhir, kacang tanah dan ketan putih ini di dalam gelas disiram dengan kuah dari campuran jahe, pandan, gula, garam, dan air santan.

Wedang Kacang Hijau

Pasti Anda sudah tahu kan tentang wedang kacang hijau ini? Prinsipnya sih tidak jauh berbeda dengan bubur kacang hijau kok. Cuma kuahnya memang lebih encer ya. Wedang kacang hijau merupakan minuman hangat berbahan dasar biji kacang hijau yang direbus. Adapun kuahnya sendiri terbuat dari gula merah, jahe, dan santan kental. Agar lebih nikmat dan rasanya pun memuaskan, beberapa sajian wedang kacang hijau bisa Anda tambahkan topping dengan ketan hitam dan biji mutiara.

Wedang Asle

Bagi Anda yang merupakan warga Solo dan sekitarnya, tentu Anda sudah akrab sekali dengan wedang asle ini, kan? Yap, wedang asle merupakan wedang khas dari Surakarta. Bahan-bahan untuk membuat wedang ini antara lain roti tawar, ketan putih, agar-agar, dan santan manis. Jadi roti tawar, ketan putih, dan agar-agar yang telah dimasukkan ke dalam mangkuk, lalu disiram dengan air santan manis yang hangat. Kekhasan dari wedang asle adalah potongan agar-agar sebagai topping minumannya.

Wedang Lengkeng

Anda pernah mendengar tentang wedang lengkeng atau wedang kelengkeng? Wedang lengkeng ini mungkin terdengar asing bagi beberapa orang. Hal ini disebabkan karena buah lengkeng/kelengkeng memang jarang sekali dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan suatu minuman. Tapi percayalah bahwa rasa wedang lengkeng ini sungguh nikmat. Adapun isi dari wedang ini adalah buah kelengkeng yang disiram dengan kuah panas berbahan jahe, gula batu, cengkeh, kapulaga, secang, dan serai.

Wedang Bandrek

Bandrek adalah minuman khas yang berasal dari daerah Jawa Barat. Minuman ini sendiri terbuat dari jahe, serai, daun pandan, dan sedikit merica. Uniknya dari minuman ini adalah di dalam wedang bandrek sering kali ditambah dengan telur ayam kampung mentah loh. Tujuannya apa sih? Selain untuk membuat rasanya semakin nikmat, trik ini juga berguna agar stamina tubuh langsung naik setelah meminum bandrek. Anda juga bisa menambahkan susu full cream dan kelapa muda ke dalamnya.

Wedang Uwuh

Wedang uwuh ini merupakan minuman hangat yang terbuat dari daun pala, buah pala, batang cengkih, daun cengkih, bunga cengkih, akar serai, daun serai, kayu manis, kayu secang, jahe, dan gula batu. Komplit sekali ya? Banyaknya bahan yang digunakan lantas membuat minuman khas Yogyakarta ini sekilas terlihat mirip sampah. Wedang uwuh disajikan dalam kondisi hangat dan memiliki manfaat yang sangat banyak. Terutama untuk memperlancar peredaran darah dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Wedang Tahu

Tahu dibuat sebagai minuman? Bagaimana rasanya tuh? Wedang tahu sendiri merupakan minuman hangat khas dari Kota Semarang yang mendapat sentuhan budaya China. Tahu yang digunakan di sini bukanlah tahu yang biasa diolah menjadi makanan ya. Melainkan minuman ini memakai kembang tahu atau tahu sutera. Untuk membuat wedang tahu, kembang tahu ini lantas diberi siraman kuah panas yang terbuat dari kayu manis, jahe, cengkeh, gula merah, garam, dan daun jeruk.

Wedang Pekak

Minuman hangat lainnya yang kami rekomendasikan untuk dinikmati pada saat berbuka puasa atau sahur sewaktu dini hari adalah wedang pekak. Disebut dengan istilah yang demikian karena bahan dasar untuk membuat wedang ini tidak lain adalah buah dan daun pekak. Untuk membuat cita rasanya wedang pekak ini semakin mantap, Anda bisa menambahkan bahan-bahan herbal seperti kayu manis, serai, gula putih, jahe, merica, cengkih, dan daun pandan.

Wedang Bajigur

Jangan lupakan wedang bajigur ya. Wedang bajigur ini termasuk salah satu jenis minuman hangat tradisional yang populer di Indonesia. Selain karena rasanya yang memang sungguh nikmat, wedang bajigur juga mempunyai segudang manfaat yang baik bagi tubuh kita. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat wedang bajigur ini antara lain kopi, daun pandan, gula jawa, kolang-kaling, gula pasir, roti tawar, dan santan. Bagaimana nih, lengkap sekali kan?