Lifestyle
Apr16

Penyakit yang Menyerang Ikan Koi dan Cara Mengobatinya

Percayakah anda jika penyakit-penyakit yang menyerang ikan koi itu bermacam-macam dan kompleks? Pada umumnya, faktor-faktor yang bisa mengganggu kesehatan ikan koi adalah kuman, bakteri, virus, dan jamur. Tidak menutup kemungkinan, perkelahian antar-ikan juga bisa berdampak serius.

penyakit-ikan-koi.jpg

Ikan koi termasuk ikan yang mudah terkena penyakit. Untungnya ciri-ciri ikan koi yang sakit mudah dipelajari. Dengan mengetahui gejalanya sejak dini, ada kesempatan anda bisa menyembuhkan kembali ikan tersebut.

Di bawah ini adalah penyakit-penyakit yang biasa menyerang ikan koi, di antaranya adalah :

1. Luka

Sama seperti binatang lainnya, tubuh ikan koi pun rentan terluka apabila tergores permukaan dinding atau aksesoris kolam yang bertekstur kasar. Kadang kala hal ini goresan juga muncul akibat ikan berkelahi satu sama lain.

Bentuk penanganan yang tepat untuk mengobati luka ini adalah dengan menggunakan larutan monafuracin. Tambahkan larutan ini pada kolam isolasi dengan perbandingan sesuai petunjuk di kemasannya. Biarkan ikan yang terluka tetap berada di kolam isolasi selama 3-7 hari sampai luka tersebut benar-benar sembuh.

2. Bintik-bintik

Penyakit ini disebabkan oleh kuman yang berkembang biak di dalam kolam yang kotor. Bintik-bintik ini muncul di seluruh tubuh ikan koi, mulai dari punggung, perut, insang, sirip, dan bagian lainnya. Jika diperhatikan lebih seksama, ikan yang terjangkit kuman ini seperti diberi bedak di seluruh tubuhnya.

Penyakit ini tergolong berbahaya, karena kuman-kuman mampu menyerap cairan di tubuh ikan, sehingga ikan menjadi kurus. Jika penyakit ini dibiarkan berlanjut tanpa penanganan yang tepat, bukan tidak mungkin ikan koi yang sakit akan mati.

Bentuk pertolongan pertama untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan menaikkan suhu kolam hingga beberapa derajat untuk mematikan kuman-kuman tadi. Selanjutnya, tambahkan metheline blue sebanyak 0,5 gram/1 ton air ke dalam kolam. Obat ini sangat ampuh membunuh kuman yang bersarang di kolam ikan.

3. Infeksi

Apabila luka di tubuh ikan koi tidak segera ditangani, kondisi ini akan mengundang bakteri-bakteri berkumpul di luka tersebut. Pada akhirnya, tubuh ikan koi pun bisa terkena infeksi dengan mudah.

Gejala awal apabila ikan terkena infeksi bisa dilihat dari salah satu anggota tubuh ikan, biasanya sirip, akan berwarna pudar. Tidak berapa lama kemudian, bagian yang terluka ini akan membusuk dan akhirnya menghitam.

Karena infeksi ini disebabkan oleh bakteri, terutama di kolam yang keruh, maka pembersihan pun harus dilakukan. Berikutnya, cobalah untuk mencampurkan obat nitrofurazon, kloramin, atau fenoksietanol ke dalam pakan dengan perbandingan 1 gram obat/kg pakan ikan koi.

4. Jamuran

Air kotor merupakan lingkungan ideal bagi tumbuh kembang segala macam jamur. Jenis jamur yang sering mengganggu ikan koi adalah saprolegnia, orang Indonesia menyebutnya dengan istilah jamur kapas putih. Jika ikan koi terkena jamur ini, maka akan terdapat serat-serat seperti benang halus di tubuhnya. Jamur juga bisa mengakibatkan mulut dan mata ikan koi memutih dan berlendir.

Cara mengobatinya adalah dengan mencelupkan ikan koi ke dalam bak yang telah diberi larutan NaCl 1,5%-2,5%. Setelah itu, ikan dimandikan sekali lagi dengan memakai larutan monofuracin.

Apabila ikan koi terserang jamur pada bagian insangnya, perilaku ikan akan cenderung diam di dasar kolam. Solusinya adalah dengan menambahkan Green F sebanyak 0,1 gram/10 liter air dan biarkan ikan berendam dalam larutan ini selama 10-15 menit tergantung tingkat penyakit yang dideritanya.

5. Cacingan

Sama seperti jamur, cacing pun betah hidup di air kolam. Keberadaan cacing bisa membuat ikan merasa gatal dan akhirnya ikan pun akan menggosokkan tubuhnya ke benda berpermukaan kasar. Alhasil jika kebiasaaan ini terus berlanjut, kulit ikan pun akan tergores.

Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan membuat cacing enggan melekat di tubuh ikan, prinsip ini seperti lotion nyamuk. Rendam ikan koi di bak yang sudah diberi larutan antiparasit seperti malacite green 2% selama 10-15 menit.

Pada kasus yang lebih parah, ikan terkena cacing jangkar (lernaea), cacing tersebut dapat menghisap cairan di tubuh ikan koi, sehingga ikan terlihat lemas dan akhirnya mati. Penanganannya harus sesegera mungkin dilakukan karena cacing ini cepat menular ke seluruh ikan