Lifestyle
Jul4

Panduan Menanam Alpukat dengan Metode Okulasi

panduan-menanam-alpukat.jpg

Anda ingin menanam alpukat dengan metode okulasi? Okulasi adalah cara perkembangbiakan vegetatif (buatan) yang dilakukan dengan menempelkan tunas tanaman ke batang tanaman yang lainnya. Metode ini sangat disukai karena akan menghasilkan bibit yang lebih baik daripada induknya.

Salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan melalui sistem okulasi adalah pohon alpukat. Dibandingkan dengan penanaman alpukat melalui biji, cara okulasi akan menghasilkan bibit yang mampu berbuah lebih cepat, yaitu sekitar 3 tahun saja.

Alat dan Bahan :

  • Pohon Alpukat
  • Pisau
  • Tali rafia/selotip
  • Plastik
  • Kertas semen
  • Air
  • Pupuk kandang
  • Pupuk kompos
  • Gunting

Langkah-langkah :

1. Pemilihan Pohon Indukan

Tidak sembarang pohon alpukat bisa dijadikan sebagai indukan okulasi. Setidaknya, pohon harus berusia 1 tahun dengan diameter batang pokok minimal 30 cm. Sedangkan, untuk entres (bibit okulasi) harus berasal dari ranting yang memiliki mata tunas dengan usia sekitar 10 bulan dan diameter minimal 1 cm.

2. Pembuatan Okulasi

Ada dua teknik dalam pembuatan bibit melalui okulasi, yaitu sambung celah dan sambung kulit. Untuk sambung celah, pertama-tama buat celah pada batang pokok menggunakan pisau dengan kedalaman sekitar 5 cm. Kedua, potong ranting yang bermata tunas sebagai entres secara miring dengan ukuran 10-15 cm atau terdapat 2-3 mata tunas di sepanjang ranting tersebut. Ketiga, sisipkan ranting entres ke celah yang telah dibuat, lalu ikat dengan tali/selotip dan ditutup memakai plastik dan kertas semen.

Sedangkan okulasi dengan sambung kulit pada prinsipnya adalah dengan menempelkan kulit batang pokok dan kulit entres/ranting. Mulailah dengan membuat torehan/sayatan pada kulit kayu kira-kira 5 cm atau sesuai dengan ukuran ranting yang akan ditempelkan. Selanjutnya, ambil ranting dengan ukuran 5 cm atau terdapat 2-3 mata tunas. Kemudian, buat sayatan pada kulit entres, hati-hati jangan sampai melukai mata tunas. Lalu, tempelkan sayatan entres dengan sayatan pokok batang dan ikat dengan tali/selotip. Terakhir, tutup dengan plastik dan kertas semen agar terhindar dari terik matahari dan curah hujan.