Lifestyle
Oct9

Panduan Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok

Bagaimana cara menghitung kebutuhan cat tembok? Dalam setiap proses renovasi rumah, dibutuhkan perencanaan anggaran belanja yang matang. Tak terkecuali dalam perhitungan banyaknya cat yang diperlukan untuk suatu ruangan. Perhitungan yang tepat memungkinkan anggaran dapat dialokasikan dengan tepat dan tidak terbuang sia-sia.

cara-menghitung-kebutuhan-cat-tembok.jpg

Sebenarnya, mudah kok untuk menghitung jumlah cat yang diperlukan untuk setiap ruangan. Pertama, kita cari tahu dulu berapa ukuran panjang, lebar, dan tinggi tembok ruangan untuk mendapatkan luas tembok secara keseluruhan. Selanjutnya, kurangi luas tembok tersebut dengan luas pintu ditambah jendela. Hasil akhirnya merupakan luas bidang sesungguhnya yang akan dilapisi dengan cat.

Setelah mengetahui luas dinding secara keseluruhan, selanjutnya adalah mencari berapa banyak jumlah cat yang diperlukan. Caranya, anda bisa membagi luas bidang dengan daya sebar cat yang anda gunakan. Ingat, setiap produk cat memiliki daya sebar yang berbeda-beda dan dapat dilihat di kemasan. Terakhir, adalah mengalikannya dengan jumlah lapisan yang akan dilakukan.

Untuk memperjelas anda memahami rumus perhitungan di atas, kami tampilkan contoh perhitungannya.

Pak Hilan berniat mengecat ruang tamunya yang berukuran 3 x 6 meter dan tinggi 4 meter. Di dalam ruangan tersebut terdapat dua buah pintu masing-masing berukuran 1 x 2 meter dan enam buah jendela masing-masing berukuran 0,5 x 1 meter. Rencananya dia akan memakai suatu produk cat berwarna Copper Orange yang memiliki daya sebar teoritis sebesar 12 m²/L. Sedangkan di pasaran, cat ini dijual per kaleng dengan kemasan 5 liter dan 2,5 liter per kalengnya. Berapa kaleng cat tembok yang harus dibeli oleh Pak Hilan?

Penyelesaian

Diketahui :

  • Panjang ruangan = 3 meter
  • Lebar ruangan = 6 meter
  • Tinggi ruangan = 4 meter
  • Jumlah pintu = 2 buah
  • Lebar pintu = 1 meter
  • Tinggi pintu = 2 meter
  • Jumlah jendela = 6 buah
  • Lebar jendela = 0,5 meter
  • Tinggi jendela = 1 meter
  • Daya sebar cat = 12 m²/L
  • 1 kaleng cat = 5 liter dan 2,5 liter

Ditanyakan : Berapa kaleng cat yang dibutuhkan?

Jawab :

  1. Luas kotor tembok ruangan = (2 x panjang x tinggi) ditambah (2 x lebar x tinggi) = (2 x 6 meter x 4 meter) ditambah (2 x 3 meter x 4 meter) = 48 m² ditambah 24 m² = 72 m²
  2. Luas bersih tembok ruangan = luas kotor tembok ruangan – luas pintu – luas jendela = 72 m² – (2 x 1 meter x 2 meter) – (6 x 0,5 meter x 1 meter) = 72 m² – 4 m² – 3 m² = 65 m²
  3. Jumlah cat yang diperlukan = luas bersih dinding ruangan : daya sebar teoritis cat = 65 m² : 12 m²/L = 5,42 liter
  4. Karena dalam setiap proses pengecatan dinding minimal dilakukan pelapisan sebanyak dua kali, maka kebutuhan cat menjadi = kebutuhan cat per lapisan x jumlah lapisan = 5,42 liter x 2 = 10,84 dibulatkan menjadi 11 liter.
  5. Jumlah kaleng cat yang harus dibeli = kebutuhan cat : berat bersih produk cat = 11 liter : 5 liter = 2,2 kaleng.

Jadi, untuk mengecat tembok ruang tamunya, Pak Hilan harus membeli 2,2 kaleng cat atau 2 kaleng cat kemasan 5 liter dan 1 kaleng cat kemasan 2,5 liter. Dari cat yang dibeli tersebut, akan menyisakan cat sebanyak 2,5 liter – 1 liter = 1,5 liter.