Jenis-jenis Atap Rumah yang Perlu Anda Ketahui

Ada banyak sekali jenis atap rumah yang ada di pasaran saat ini. Bahkan, ada atap modifikasi yang ramah lingkungan seperti roof garden dan panel surya. Berikut ini macam-macam atap rumah yang bisa dipilih :

1. Atap Aspal

Sebagian besar rumah-rumah di negara maju menggunakan atap berbahan aspal. Alasannya sederhana, aspal berharga lebih murah, lebih mudah diaplikasikan, dan tahan terhadap cuaca ekstrim. Namun, kekurangan dari atap jenis ini adalah tidak bisa didaur ulang dan usia pakainya relatif lebih pendek yaitu hanya berkisar 15-20 tahun.

Di pasaran, atap aspal ini terdiri dari beberapa kategori yang dibedakan menurut harga, warna, dan tingkat keawetan. Kabar gembiranya, sifat aspal yang alami membuatnya cocok digunakan pada desain rumah dengan gaya apapun.

2. Atap Kayu

Di Negeri Paman Sam, atap kayu sering digunakan pada rumah-rumah peristirahatan seperti bungalo, vila, dan tempat bersejarah. Kayu yang digunakan berasal dari pohon pinus, cedar, dan redwood. Sedangkan di Indonesia, kayu yang digunakan berasal dari pohon ulin karena mampu bertahan dari terik matahari dan hujan.

Sebelumnya, kayu dibentuk menjadi sirap/papan menggunakan mesin kayu. Ada pula yang masih membuatnya secara manual, namun biasanya bagian tepi papan kurang rapi/tidak lurus.

Kekurangan utama pada penggunaan atap kayu adalah perawatannya terutama ketika terjadi kebocoran. Selain itu, kayu juga sangat rentan terhadap api/mudah terbakar serta mudah lapuk jika tidak dirawat dengan benar. Pada umumnya, atap kayu mampu bertahan hingga mencapai 30-50 tahun.

Sebagai alternatif atap kayu, anda bisa menggunakan atap kayu yang tidak murni, dalam artian sudah diselubungi oleh lapisan plastik atau karet. Atap seperti ini lebih ringan, tahan sinar UV, tahan api, serta memiliki usia pakai lebih dari 50 tahun.

3. Atap Genteng

Jika dibandingkan dengan atap kayu, bobot atap genteng lebih berat. Karena itulah, kerangka yang digunakan pun harus lebih kuat. Kelebihan dari atap ini adalah tidak akan terbakar dan sangat awet mampu bertahan lebih dari 50 tahun.

Atap genteng menawarkan pesona rumah yang elegan dan keindahan yang terjaga. Sifat tanah yang alami membuat genteng ini bersifat fleksibel, bisa digunakan untuk rumah bergaya mediterania, eropa, asia, dan beberapa desain kontemporer lainnya.

Saat ini, produk atap genteng terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai dengan warna, bentuk, dan gaya. Atap genteng merupakan salah satu atap yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan kembali.

4. Atap Ubin

Atap ubin atau disebut juga atap slate mempunyai tampilan yang cantik dan sangat khas. Meskipun memiliki bobot yang berat, jika dibangun dengan perhitungan yang matang, atap ini mampu bertahan hingga ratusan tahun. Selain itu, memelihara atap ini juga tergolong mudah dan apabila terjadi kerusakan, meskipun sangat kecil kemungkinannya, juga sangat mudah diperbaiki.

Karena atap ubin mampu menyerap panas, tidak dianjurkan untuk diaplikasikan pada rumah di daerah panas tinggi. Atap jenis ini bagus digunakan pada rumah bergaya kolonial dan perancis.

5. Atap Logam (Alumunium, Baja, Seng)

Jika anda menginginkan model atap yang terbaru, cobalah atap berbahan bijih logam seperti atap seng, atap tembaga, atap alumunium, atap stainless steel, atau atap baja. Jenis atap ini biasanya ramah lingkungan karena mudah didaur.

Atap-atap logam menawarkan perlindungan maksimal dari terik matahari dan lebih awet daripada atap aspal dan atap kayu. Bentuk atap logam biasanya dicetak seperti atap tradisional. Selain unggul dalam daya tahan, atap logam juga memiliki bobot yang lebih ringan. Atap ini mampu bertahan hingga berusia 50 tahun dan cocok diterapkan pada rumah bergaya kontemporer, bungalow, dan tradisional.

6. Atap Asbes

Seperti namanya, atap asbes terbuat dari serat asbes yang berukuran sangat kecil dan lembut. Atap ini biasanya digunakan pada konstrukti rumah zaman dahulu. Sebab, saat ini penggunaan atap asbes sudah mulai dihindari karena disinyalir mampu menyebabkan kelainan pada paru-paru manusia.

Produk atap asbes banyak dipilih karena harganya yang lebih murah daripada atap logam serta pemasangannya yang mudah. Selain sebagai atap, asbes juga lumrah difungsikan untuk paflon rumah sehingga tampilan interior lebih rapi.

7. Atap Fiber Cement

Fiber cement merupakan campuran dari beton, serat kayu, dan tanah liat. Hasil dari gabungan bahan-bahan ini menciptakan atap yang anti api, awet, dan terlihat menarik.

Atap fiber cement tidak seberat atap beton. Atap ini mampu bertahan hingga 20-25 tahun selama anda tidak menginjaknya karena mudah pecah. Selain itu, atap ini juga bersifat ramah lingkungan, sebab bisa didaur ulang kembali.