Ini Kelebihan dan Kekurangan Investasi Properti

Ingin tahu apa kelebihan dan kekurangan investasi properti? Selama beberapa tahun terakhir, bidang properti merupakan salah satu sektor investasi yang paling disukai. Hal ini tidak hanya didorong oleh harga properti yang terus mengalami peningkatan, tetapi anda juga bisa memperoleh pendapatan dengan cara menyewakan aset properti tersebut.

Investasi properti juga tidak terpengaruh pada liquiditas, sebab anda bisa meningkatkan keuntungan dengan menaikkan harga sewa. Sedangkan jika anda ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat, maka anda bisa menjual kembali properti tersebut. Tentunya hal ini tidak semudah membalikkan tangan. Apalagi ketika anda meminta bantuan agen properti, maka anda harus merencanakan biaya yang akan diterima dan dikeluarkan.

kelebihan-investasi-properti.jpg

Kebanyakan investor bermain di bidang properti adalah untuk jangka panjang. Hal ini dilakukan agar harga properti tersebut mengalami kenaikan yang tinggi sehingga keuntungannya pun terlihat lebih banyak. Sebaliknya, properti yang terlalu cepat dijual akan menghasilkan sedikit keuntungan, bahkan justru merugikan mengingat anda sudah mengeluarkan biaya untuk asuransi, pengurusan sertifikat, dan perawatan.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan berinvestasi di bidang properti :

Kelebihan :

  1. Merupakan investasi yang aman terhadap inflasi.
  2. Berpeluang mendapatkan pinjaman yang lebih besar dari bank jika dibandingkan dengan investasi saham.
  3. Hasil investasi akan mengalami peningkatan seiring dengan usianya.
  4. Investasi properti lebih mudah dijalankan daripada investasi obligasi, namun lebih sulit dibandingkan investasi saham.
  5. Peluang memperoleh keuntungan yang besar terbuka lebar melalui renovasi.
  6. Ada nilai kepercayaan yang dimiliki investor yang akan meningkatkan harga properti.
  7. Perawatan lebih mudah karena bisa menyewakan properti tersebut.

Kekurangan :

  1. Pinjaman bank bagaikan pisau bermata dua, semakin besar nilai pinjaman maka semakin besar pula risiko yang harus ditanggung.
  2. Pemeliharan properti menghabiskan biaya yang terbilang tinggi.
  3. Terkadang, sangat susah berbisnis dengan penyewa properti yang membandel.
  4. Ada banyak sekali faktor yang menentukan kenaikan harga properti.
  5. Sulit memperoleh data yang benar tentang keuntungan yang didapatkan mengingat biaya perawatannya juga dikeluarkan terus-menerus.
  6. Tidak ada teori dan rumus pasti tentang berinvestasi di properti.