Lifestyle
Apr18

Ini Dia Asal Usul Ikan Koi

Pernahkah anda merasa penasaran bagaimana asal usul ikan koi itu? Bagaimana ikan ini bisa menjadi ikan hias yang sangat digemari saat ini? Bagaimana pula sejarah proses ditemukannya berbagai jenis ikan koi yang berwarna-warni?

asal-usul-ikan-koi.jpg

Dari Manakah Ikan Koi Berasal?

Jika selama ini anda mengira ikan koi berasal dari Jepang, berarti anda salah besar. Sebab, para peneliti telah sepakat bahwa ikan koi merupakan ikan endemik khas Dataran China.

Pendapat ini diperkuat dengan ditemukannya sebuah buku berusia ribuan tahun di China yang mengupas tentang seluk-beluk ikan koi. Buku bernama Yogyokyo ini diklaim sebagai buku ikan koi tertua di dunia. Di dalamnya memuat penjelasan tentang teknik budidaya ikan koi yang benar. Selain itu, terdapat juga tulisan yang mengupas jenis-jenis ikan koi. Mulai dari yang berwarna merah, putih, hitam, biru, sampai kuning.

Tidak mau kalah, Jepang juga mempunyai dua buku tua yang membahas ikan koi yaitu Hitachi-fudoki atau Nishonshoki. Namun sayangnya, sampai saat ini, masih banyak bagian dari buku tersebut yang belum berhasil diterjemahkan.

Tahukah anda, penduduk China menganggap ikan koi sebagai ikan mas biasa. Barulah istilah koi digunakan oleh masyarakat Jepang untuk menyebut ikan mas yang bercorak indah ini. Penduduk Jepang juga disebut-sebut sebagai yang pertama kali membudidayakan ikan koi sebagai ikan hias karena ditemukannya jenis ikan dengan corak yang berwarna-warni.

Asal Usul Kata Nishikigoi

Nishikigoi merupakan bahasa jepang untuk ikan koi. Kata ini terbentuk dari gabungan kata nishiki yang artinya berwarna-warni dan goi yang berarti ikan mas (ikan karper). Dalam penulisan jepang, kata koi juga mengartikan kemurnian dan cinta. Oleh sebab itu, ikan koi bisa juga diartikan dengan ikan yang mempunyai garis rapi di kedua sisi badannya atau ikan yang menghadirkan cinta dan keberuntungan serta mempunyai nilai seni yang tinggi.

Sebelum kata nishikigoi ditemukan, orang-orang menyebut ikan ini dengan nama yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ada yang menamainya dengan Hanagoi (ikan mas yang berwarna seperti bunga), Mayogoi (ikan mas yang memiliki corak indah), Echigo No Kawarigoi (ikan mas yang unik dari daerah Echigo), Madarigoi (ikan mas yang bertutul-tutul), dan Irogoi (ikan mas yang berwarna menarik).

Selanjutnya, nama Nishikigoi digunakan oleh seorang peneliti di Pusat Penelitian Perikanan Niigata yaitu Kei Abe. Dia menggunakan sebutan Nishikigoi untuk menunjuk ikan koi jenis Taisho Sanshoku yang dibudidayakannya di kawasan Takezawa Mura pada 1918.

Ada dua peristiwa yang menyebabkan kata Nishikigoi menyebar luas. Peristiwa pertama adalah ketika seorang kapten tengah mengunjungi Pusat Pembenihan Koi di Niigata setelah perang dunia kedua. Dia merasa tidak nyaman dengan kata irogoi yang biasa dipakai oleh peneliti di sana. Hal ini karena irogoi dalam bahasa jepang bisa berkonotasi negatif. Akhirnya, dia pun lebih memilih kata Nishikigoi dan memperkenalkannya ke publik.

Peristiwa kedua adalah saat seorang kepala tentara sekutu bernama Francis Burgoa meninjau pusat pembenihan koi di Yamakoshi setelah perang dunia kedua. Dia lantas menyebarkan sebutan ini ke sekutu-sekutu yang lainnya.

Menurut legenda China, penguasa Kerajaan Lu pernah menghadiahkan ikan koi sebagai kado kelahiran anak pertama Kaisar Kong Zi pada 533 SM. Konon, ikan yang dihadiahkan ini merupakan ikan mas yang saat ini kita sebut dengan ikan koi.

Sedangkan cerita rakyat Jepang pernah mengisahkan bahwa ikan ini digunakan Kaisar Kejkou untuk menaklukan hati anak perempuan Pangeran Yasakairihiko Otohime pada 94 M. Dari sinilah masyarakat Jepang lantas menyebutnya sebagai koi yaitu ikan yang digunakan oleh Sang Kaisar untuk mencuri hati pujaannya.