Lifestyle
Jul26

Catatan Lengkap Memilih Bank Pemberi KPR

kredit-pemilikan-rumah.jpg

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) menjadi solusi bagi Anda yang ingin membeli rumah secara kredit/mencicil. Prosedur pengajuan kredit ini bisa dikatakan tidak mudah dan tidak terlalu sulit. Anda cukup melengkapi berkas yang disyaratkan oleh bank terkait, seperti fotokopi kartu keluarga dan akta nikah, fotokopi rekening koran/tabungan, serta dokumen lainnya sesuai kebijakan bank pemberi kredit. Adapun usia minimal pengajuan KPR adalah 21 tahun dan usia pelunasan maksimal adalah 60 tahun.

Saat ini, sudah banyak bank-bank di Indonesia yang menawarkan produk KPR dalam pelayanannya. Karena ada banyaknya inilah, Anda mungkin akan bingung saat menentukan mana yang tepat dengan keuangan Anda saat ini. Perlu Anda ketahui bahwa besar maksimal jumlah kredit yang diterima adalah 70% dari harga rumah. Jadi, 30% sisanya merupakan tanggungan Anda dan biasanya menjadi setoran awal.

Lantas, bagaimana cara yang tepat memilih KPR dari bank mana yang aman dan sesuai untuk kita? Berikut ini tips dari arafuru.com selengkapnya :

1. Mengenal Reputasi dan Kredibilitas Bank

Bank yang mempunyai reputasi dan kredibilitas yang bagus memungkinkan kredit Anda dalam kondisi aman. Cobalah tanya pada orang-orang di sekitar Anda untuk menilainya secara objektif. Tanyakan juga pada pengembang properti tempat Anda ingin membeli rumah, karena mereka pasti lebih berpengalaman dalam kepengurusan KPR. Biasanya, kebanyakan pengembang pun telah menjalin kerjasama dengan bank-bank tertentu. Hal ini juga perlu Anda pertimbangkan secara matang.

2. Bentuk Persyaratan yang Ditetapkan

Pada umumnya, seluruh bank di Indonesia memiliki syarat pengajuan KPR yang hampir sama, seperti usia, NPWP, gaji minimal, status karyawan, dan lain-lain. Tetapi, Anda juga perlu mengajukan pertanyaan tentang persyaratan ini dengan lebih detail. Di sinilah fleksibilitas persyaratan itu dimaksudkan. Setiap bank memiliki cara tersendiri dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumennya. Sebagai contoh, Anda merupakan seorang wirausahawan dan tidak mempunyai NPWP, maka akan ada bank yang menolak pengajuan kredit Anda dan ada juga bank yang memberikan saran tertentu.

3. Bentuk Bunga yang Berlaku

Bentuk bunga dalam dunia kredit dikenal ada 2 macam, yaitu bunga tetap (fixed) dan bunga dinamis (float). Dikatakan bunga tetap jika besaran bunga yang berlaku terus sama sepanjang waktu meski ada perubahan suku bunga di pasar saham. Sedangkan bunga dinamis adalah bunga yang mengalami perubahan setiap bulan atau tahun sesuai perkembangan pasar keuangan dan kebijakan dari bank terkait. Anda harus menanyakan jenis bunga KPR yang akan dipinjam agar bisa menghitung anggaran dengan benar.

4. Jaminan Pelayanan yang Memuaskan

Tingkat keprofesionalisan suatu bank bisa dilihat dari bagaimana pegawainya melayani para konsumennya. Bank yang profesional memungkinkan proses pengajuan KPR Anda berlangsung cepat dan tidak berbelit-belit. Bank yang profesional juga mampu memberikan jawaban semua pertanyaan yang ingin Anda ketahui.

Demikianlah tips dalam memilih Bank pemberi KPR yang sesuai dengan kondisi keuangan kita. Biasanya masa berlaku kredit maksimal adalah 15 tahun. Semakin lama masa kredit, semakin banyak suku bunga yang harus Anda bayar, tetapi cicilan terasa lebih sedikit. Lantas bagaimana sih prosedur untuk mengajukan KPR ke suatu bank?