Lifestyle
Apr22

Cara Merawat Kolam Ikan Baru agar Steril

Merawat kolam ikan yang baru selesai dibuat agar menjadi layak huni adalah wajib. Kolam harus benar-benar terpantau kondisinya agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ikan-ikan yang ada di dalamnya.

cara-merawat-kolam-ikan.jpg

Berikut ini tahap-tahap perawatannya :

1. Proses Pengujian Dinding Kolam

Setelah kolam selesai dibuat dan permukaannya mengering sempurna, selanjutnya adalah mengetes apakah ada kebocoran yang terjadi di sana. Caranya adalah dengan mengisi air kolam hingga penuh lalu amati apakah air kolam berkurang atau tetap. Air yang berkurang menandakan ada lubang di kolam tersebut. Lakukan pengecekan ini setidaknya selama dua hari.

2. Proses Pengujian Sirkulasi Air Kolam

Setelah kolam dipastikan tidak bocor, selanjutnya adalah pengecekan sirkulasi air kolam. Bagaimana caranya? Pertama-tama, jalankan pompa filterasi dan aerasi. Perhatikan perputaran volume air apakah sesuai dengan yang pernah kami jelaskan di sini atau belum. Lihat setiap sudut bahwa tidak ada titik mati di kolam anda. Telitilah susunan aerasi telah terpasang dengan benar sekali lagi dan pastikan semua kolam bisa teraliri air bersih.

3. Proses Pensterilan Kondisi di Kolam/p>

Proses selanjutnya adalah penyucian kolam dari zat-zat beracun yang bisa membahayakan ikan. Ada kalanya material yang digunakan dalam proses pembangunan kolam mampu menghasilkan suatu bau/zat racun ini. Kami biasanya menggunakan bahan-bahan alami seperti batang pisang, nanas, dan cuka sebagai penetralisir tersebut.

4. Proses Pembersihan Kolam

Kemudian, lakukan pembersihan dengan cara menyikat seluruh permukaan kolam hingga bersih. Pastikan semuanya disikat rata dan tidak ada kotoran-kotoran sedikitpun. Bila perlu, gosok juga bagian sambungan pipa dengan sikat gigi. Untuk prosedur pembersihan yang benar, klik cara membersihkan kolam ikan.

5. Proses Pengujian Kelayakan Kolam

Setelah serangkaian proses di atas selesai, saatnya anda mengisi kolam air bersih. Masukkan beberapa ikan dengan kepadatan 1 ekor per 5 ton air. Kami menyarankan gunakanlah ikan yang tidak terlalu mahal karena di sini, ikan hanya berfungsi sebagai penanda apakah kolam memang benar-benar telah layak dan siap dipakai. Jangan lupa, berikan juga pakan secukupnya.

6. Proses Penambahan Bakteri Penjernih

Jenis bakteri seperti ini bisa anda dapatkan dengan mudah di toko-toko yang menjual ikan hias. Cara pemberiannya adalah dengan mengambil seember air kolam, lalu tambahkan bakteri sesuai petunjuk yang ada di kemasan. Berikan sistem aerasi sekitar 30-60 menit kemudian tuangkan ke kolam filter dan kolam utama. Pada tahap ini, anda belum diperbolehkan memasang lampu UV terlebih dahulu. Tunggu selama 24 jam untuk memastikan bakteri bekerja dengan maksimal.

7. Proses Penelitian Kondisi Air Kolam

Terakhir adalah memastikan lingkungan kolam dan air terus terjaga kualitasnya. Catatlah indikator kadar pH, amonia, nitrit, dan nitrat yang terkandung dalam air. Apakah semuanya terjaga dengan baik? Apabila hasilnya adalah stabil seperti sejak awal, maka anda sudah bisa memasukkan seluruh ikan. Pantau terus kondisi air dan kolam ini karena akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan yang anda pelihara.