Lifestyle
Apr23

Cara Merawat Ikan Koi yang Baru Dibeli

Seperti kita ketahui, merawat ikan koi yang baru dibeli berbeda dengan ikan-ikan yang telah lama kita pelihara. Ikan seperti ini memerlukan bentuk perlakuan khusus agar ia mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sama seperti manusia, ikan koi memiliki tingkat kemampuan adaptasi yang bermacam-macam. Ada ikan koi yang gampang menyesuaikan diri, namun tidak sedikit pula yang sebaliknya. Karena itulah, anda membutuhkan kesabaran dan fokus yang ekstra agar ikan tersebut tidak mengalami stres.

Kesalahan umum yang sering terjadi pada pemeliharaan ikan baru ini adalah banyak penghobi yang menganggap ikan koi mampu beradaptasi begitu saja. Mereka seolah menampung ikan-ikan ini di wadah yang belum diperhitungkan sebelumnya. Padahal, dengan campur tangan manusia, ikan koi bisa lebih mudah mendapatkan kenyamanannya.

merawat-ikan-koi.jpg

Sebagai contoh dalam hal ukuran kolam ikan untuk karantina, diperlukan setidaknya wadah yang mampu menampung air sekitar 1.500-2.000 liter. Lebih besar, lebih bagus. Sebaiknya wadah ini sudah dipersiapkan dalam bentuk kolam karantina yang telah dilengkapi pengontrol suhu dan sistem filter khusus.

Agar pembahasan kali ini lebih lengkap, berikut ini kami berikan catatan poin-poin penting dalam perawatan ikan koi yang baru dibeli, antara lain :

1. Siapkan Bak Karantina

Sehari sebelum ikan koi tiba di rumah, anda harus menyiapkan wadah khusus sebagai kolam karantina. Tambahkan air yang diambil langsung dari kolam utama agar saat akan dilepas nanti ikan koi tidak harus beradaptasi lagi. Lengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang bisa mendukung kesehatan ikan koi seperti sistem aerator, sistem filter, dan pengontrol suhu. Pastikan keadaan kolam karantina benar-benar nyaman saat ditempati ikan koi nanti.

2. Merilis Ikan Koi ke Kolam Karantina

Seperti yang pernah kami bahas sebelumnya di sini, saat anda berniat melepaskan ikan koi ke kolam rendamlah ikan bersama plastik pembungkusnya sekitar 30 menit s/d 1 jam. Ini berfungsi untuk menyetabilkan suhu antara lingkungan di plastik dengan di kolam. Dengan demikian, ikan tidak akan menjadi kaget yang bisa mengganggu kesehatannya.

3. Ganti Air Kolam Secara Rutin

Fungsi penggantian air ini adalah supaya kualitas air kolam tetap terjaga, terlebih untuk kolam karantina tanpa sistem filter. Penggantian air dilakukan sebanyak 10%-20% dari total seluruh air dengan jangka waktu dua hari sekali. Air yang digunakan diambil langsung dari kolam utama. Tambahkan garam ikan 0.1% dan elbayou/elbagin untuk mengurangi tingkat stres pada ikan koi selama masa karantina ini.

4. Monitor Kualitas Air Kolam

Sekali lagi kami ingatkan bahwa air sangat berpengaruh pada keberhasilan anda dalam merawat ikan koi. Air yang bersih akan membuat koi merasa nyaman dan kesehatannya terjaga. Kontrol terus kadar amonia dan temperatur yang terkandung di air kolam. Pastikan semuanya stabil serta tidak membahayakan ikan-ikan yang hidup di dalamnya.

Hal-hal yang Harus Dihindari

Pada masa karantina ikan koi, sebaiknya anda juga harus menghindari hal-hal berikut ini :

  • Jangan menggunakan obat-obatan kimia sampai ikan koi sudah terlihat tenang.
  • Jangan mengajak bermain ikan koi dengan cara menangkapnya.
  • Jangan menggunakan bahan kimia secara berlebihan.
  • Jangan memberi pakan terlalu banyak karena bisa berubah menjadi racun.
  • Jangan meletakkan kolam karantina di tempat bersuhu ekstrim.
  • Jangan menaruh kolam di tempat yang ramai/berisik.

Selama masa karantina ini, ikan koi akan membuat semacam gelembung-gelembung air yang mengapung di permukaan kolam. Semakin banyak gelembung yang dibuat, berarti ikan tersebut semakin stres. Tanda ikan koi sudah siap dilepas ke kolam utama adalah permukaan kolam bersih tanpa adanya busa atau gelembung apapun.