Lifestyle
Apr13

Cara Mengatasi Air Kolam Ikan Koi Berwarna Hijau

Bagaimana cara mengatasi kolam ikan koi yang berwarna hijau? Apa penyebab dari kondisi kolam menjadi seperti ini? Apa saja upaya-upaya yang tepat untuk dilakukan agar air kolam kembali jernih tanpa mengganggu kesehatan ikan koi? Di antara berbagai masalah yang sering timbul pada suatu kolam ikan, air berwarna hijau adalah masalah yang paling sering terjadi. Hampir semua penghobi ikan hias, khususnya ikan yang dipelihara di kolam, pernah merasakan masalah ini.

Apa Penyebabnya?

Tahukah anda, warna hijau di dalam air kolam sebenarnya merupakan tumbuhan alga yang hidup dalam jumlah yang sangat banyak. Alga sendiri merupakan sejenis tanaman ganggang yang memiliki ukuran tubuh super kecil (fitoplankton). Tumbuhan ini bisa hidup subur dikarenakan air di kolam mengandung amonia dan oksigen, serta mendapatkan sinar matahari untuk mendukung proses fotosintesis. Dari ketiga unsur inilah, maka alga bisa tumbuh dan berkembang biak di dalam kolam.

Lantas, darimana kah asal datangnya amonia ini? Amonia, ada juga yang menyebutnya dengan nitrat, merupakan penyebab utama air kolam berwarna hijau. Sumber dari munculnya zat ini berasal dari kotoran-kotoran yang ada di dalam kolam, baik itu kotoran ikan, bangkai hewan, sisa umpan, dan daun-daun yang membusuk. Jadi, bisa disimpulkan bahwa semakin kotor kondisi suatu kolam ikan koi, maka semakin cepat pula pertumbuhan alga di kolam tersebut.

kolam-ikan-hijau.jpg

Berikut ini hal-hal yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan alga di air kolam, yaitu :

  • Sinar matahari yang mengenai kolam; semakin banyak daerah di kolam koi yang terkena sinar matahari, maka semakin cepat pula pertumbuhan alga.
  • Suhu air kolam; semakin tinggi suhu pada air kolam, maka semakin cepat pula pertumbuhan alga di sana.
  • Kandungan amonia di dalam air; semakin banyak kandungan amonia di air, maka semakin cepat juga tingkat pertumbuhan alga.

Jika alga dibiarkan tumbuh di kolam, akibatnya tidak hanya air kolam menjadi hijau dan tidak sedap dipandang mata. Lebih dari itu, alga sangat berbahaya bagi perkembangan dan kesehatan ikan koi yang anda pelihara.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ada beberapa solusi yang Arafuru.com miliki untuk mengatasi kondisi ini, antara lain :

1. Membersihkan Kolam Secara Rutin

Siapapun pastinya tahu bahwa membersihkan kolam merupakan bentuk perawatan paling mendasar. Namun di sini, kami mengingatkan kembali pentingnya merawat kolam secara rutin karena akan berefek langsung pada kondisi kolam yang anda miliki. Idealnya, kolam perlu dibersihkan dengan kurun waktu sebulan sekali. Pembersihan yang terlampau sering justru berakibat ikan koi menjadi stres.

2. Menanam Pohon di Sekitar Kolam

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sinar matahari juga mempengaruhi tingkat pertumbuhan alga. Oleh karena itu, dengan membuat sinar yang mengenai kolam berkurang, maka pertumbuhan alga pun akan melambat.

Salah satu cara untuk menghalangi sinar matahari jatuh ke kolam adalah dengan menanam tumbuhan rindang di sekitar kolam. Namun di sisi lain, daun-daun yang jatuh di kolam justru bisa meningkatkan pertumbuhan alga. Oleh karena itu, tanamlah tumbuhan yang memiliki ranting yang kuat sehingga daunnya tidak mudah gugur.

3. Menanam Tumbuhan Air di Kolam

Tumbuhan air sangat efektif untuk mengurangi kadar amonia di kolam ikan koi. Tumbuhan air, seperti teratai dan eceng gondok, menjadikan alga sebagai sumber nutrisinya. Tetapi perlu anda perhatikan, tanamlah tumbuhan tersebut secukupnya. Sebab, jika terlalu banyak, justru akan berebut oksigen dengan ikan.

Kadang-kadang, akar mati dari tanaman ini juga akan jatuh tenggelam dan mengotori kolam. Maka, saat memasukkan tanaman-tanaman ini, penting bagi anda untuk membungkus akarnya dengan memasukkannya ke dalam suatu pot keranjang.

4. Mengganti Sepertiga Air Kolam Secara Periodik

Sama seperti langkah pertama, tujuan dari penggantian air ini adalah mengurangi ekosistem alga yang ada di kolam. Usahakan setiap hari, minimal seminggu sekali, gantilah 30% air kolam dengan air bersih. Hindari penggantian yang terlalu sering karena air baru menyebabkan habitat kolam menjadi baru, sehingga memaksa ikan koi harus beradaptasi lagi dan lagi.

5. Menambahkan Zat Pembersih Air

Zat pembersih air (water cleaner) merupakan cairan kimia yang efektif untuk menjaga kebersihan air. Zat ini akan mengendalikan populasi alga bahkan mencegah semua jenis alga bisa hidup di kolam. Namun, anda perlu berhati-hati dalam memakainya. Penggunaan zat ini yang terlalu berlebihan justru akan meracuni ikan koi yang anda pelihara.

6. Memakai Sistem Filter dengan Sinar Ultraviolet

Seperti yang sudah kami bahas pada pembuatan sistem filter di sini, sistem filterasi yang dilengkapi lampu sinar ultraviolet efektif untuk mengatasi air kolam yang berwarna hijau. Sinar UV mampu mengikat sekumpulan alga menjadi gumpalan-gumpalan kecil yang bisa disaring oleh filter. Adapun lampu ini bisa anda dapatkan dengan mudah di toko-toko perlengkapan ikan hias.

7. Memasukkan Batu Ziolit (Karbon Aktif)

Batu ziolit merupakan penghasil karbon aktif yang alami. Berbeda dengan zat water cleaner, batu ziolit ini relatif lebih aman untuk ikan koi. Batu ini akan menghasilkan suatu karbon yang mampu menyerap kotoran-kotoran yang ada di sekitarnya.

8. Merancang Sistem Filter dengan Skema yang Tepat

Fungsi utama sistem filter adalah memurnikan air kolam kembali. Idealnya, sistem filter mampu menampung 30%-40% dari volume air kolam utama. Sistem filter yang baik merupakan gabungan dari filter mekanis, biologis, dan kimia. Dengan perancangan yang benar, bisa dipastikan air kolam akan terjaga kebersihannya.